RADAR BANYUWANGI – Belajar tentang air tak harus duduk di dalam kelas. Sebanyak 50 siswa TK Islam Rahmatullah Banyuwangi diajak langsung mengenal sumber air sekaligus belajar merawat lingkungan di kawasan Sumber Gedor, Kelurahan Gombengsari, Kecamatan Kalipuro, Rabu (16/9). Lewat program Wisata Edukasi Sejak Usia Dini (Wis Esa Sek Adi), anak-anak dikenalkan bahwa air bersih tidak hanya perlu dihemat, tetapi juga harus dijaga dari sumbernya.
Kegiatan tersebut dikemas dalam pembelajaran luar kelas (outdoor learning). Alam menjadi ruang belajar bagi anak-anak untuk memahami hubungan antara pohon, lingkungan, dan ketersediaan air bersih.
Bukan sekadar bermain, para siswa mendapatkan pengalaman langsung mengenai sumber air yang kemudian mengalir dan dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari.
Salah seorang guru TK Islam Rahmatullah, Yulianti, mengatakan kunjungan tersebut memberikan pengalaman berbeda bagi para siswa. Mereka dapat melihat secara langsung bagaimana air berasal dari sumber sebelum digunakan di rumah maupun sekolah.
“Kami membawa 50 anak dalam rangka wisata edukasi di Sumber Gedor. Acara ini sangat luar biasa karena bisa mengenalkan belajar tentang air yang mengalir dari rumah hingga sekolah. Ini sangat bermanfaat,” ujarnya.
Alam Jadi Ruang Kelas
Bagi anak-anak usia dini, pengalaman melihat dan merasakan langsung kondisi lingkungan dinilai lebih mudah meninggalkan kesan dibandingkan sekadar menerima penjelasan di dalam kelas.
Karena itu, materi Wis Esa Sek Adi dikemas secara sederhana dan menyenangkan. Anak-anak diajak memahami manfaat air sekaligus mengenali lingkungan yang menjadi bagian penting dalam menjaga keberadaan sumber air.
Yulianti mengatakan pembelajaran tersebut diharapkan tidak berhenti ketika kegiatan berakhir. Kebiasaan menjaga lingkungan perlu diperkenalkan sejak usia dini agar anak memahami bahwa air bersih memiliki kaitan erat dengan kondisi alam di sekitarnya.
“Anak-anak dikenalkan bahwa menjaga air tidak cukup hanya dengan menghemat penggunaannya, tetapi juga merawat pohon dan lingkungan yang berperan menjaga air tetap bersih,” tuturnya.
Pesan tersebut menjadi bagian penting dari kegiatan. Anak-anak tidak hanya diajak memahami air sebagai sesuatu yang keluar dari keran, tetapi juga diperkenalkan pada perjalanan air dari sumber hingga sampai ke rumah dan sekolah.
Materi Disesuaikan Usia
Pemateri Wis Esa Sek Adi dari PUDAM Banyuwangi, Untung, mengatakan materi yang diberikan disesuaikan dengan usia peserta.
Untuk siswa TK, penyampaian tidak dibuat terlalu berat. Materi tentang manfaat air dikemas melalui pemaparan ringan dan menyenangkan sehingga anak-anak dapat menangkap pesan utama dengan lebih mudah.
“Anak-anak diberi materi tentang manfaat air yang disesuaikan dengan kategori umur. Untuk anak TK, kami beri pemaparan yang lebih ringan dan menyenangkan,” jelasnya.
Melalui Wis Esa Sek Adi, kegiatan belajar di Sumber Gedor akhirnya menjadi lebih dari sekadar kunjungan wisata. Anak-anak diajak mengenal air dari sumbernya sekaligus memahami bahwa menjaga air berarti menjaga pohon dan lingkungan yang menopangnya.
Pembelajaran sederhana itu menjadi bekal awal untuk menumbuhkan kepedulian terhadap alam sejak usia dini. (ray/sgt)
Editor : Ali Sodiqin