RADAR BANYUWANGI – Sebanyak 303 mahasiswa baru Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Banyuwangi memulai perjalanan akademiknya dengan satu pesan utama: kuliah bukan sekadar mengejar nilai, tetapi harus menghasilkan dampak bagi lingkungan. Pesan tersebut menjadi roh Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) 2026 yang dirancang humanis, edukatif, dan inspiratif.
PKKMB 2026 dipusatkan di Gedung Aula Untag Banyuwangi. Kegiatan tersebut menjadi pintu masuk bagi mahasiswa baru untuk mengenal lingkungan kampus sekaligus memahami nilai-nilai yang hendak dibangun selama menempuh pendidikan tinggi.
Tahun ini, PKKMB mengusung tema “Untag Muda Berdampak: Membangun Generasi Unggul, Inovatif, Berbudaya, dan Berjiwa Kebangsaan.”
Tema tersebut tidak berhenti sebagai slogan. Mahasiswa baru didorong untuk melihat dunia perkuliahan sebagai ruang membangun kemampuan sekaligus mengasah kepekaan terhadap persoalan di sekitarnya.
Tak Cukup Pintar, Harus Mau Bergerak
Rektor Untag Banyuwangi Dr. Yovita Vivianty Indriadewi Atmadjaja menekankan satu kata yang menjadi kunci PKKMB tahun ini: berdampak.
Menurutnya, masyarakat tidak hanya membutuhkan orang yang memiliki kecerdasan akademik. Lebih dari itu, dibutuhkan generasi muda yang mampu menggunakan pengetahuan untuk membaca persoalan dan ikut menghadirkan solusi.
“Kami tidak ingin kalian menjadi mahasiswa yang hanya datang ke kampus, duduk di kelas, mengerjakan tugas, mendapatkan nilai lalu pulang. Kami ingin kalian tumbuh menjadi mahasiswa yang kehadirannya memberi arti bagi orang lain serta membawa dampak positif,” cetus Yovita kemarin (16/9).
Pesan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa kehidupan kampus tidak berhenti di ruang kuliah. Mahasiswa memiliki ruang luas untuk mengembangkan gagasan, kreativitas, kemampuan berorganisasi, hingga kegiatan sosial yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
Dengan pendekatan itu, mahasiswa baru diharapkan tidak hanya menjadi lulusan dengan kompetensi akademik, tetapi juga memiliki kemampuan beradaptasi dan keberanian untuk mengambil peran.
Nasionalisme Jadi Fondasi
Ketua Perpenas 17 Agustus 1945 Banyuwangi Yunita Iliana menyebut PKKMB sebagai momentum penting untuk memperkenalkan lingkungan akademik sekaligus menanamkan nilai nasionalisme dan integritas.
Nilai tersebut dinilai menjadi bagian dari fondasi lembaga pendidikan yang membawa nama 17 Agustus 1945.
Melalui pendampingan dosen dan mentor, mahasiswa baru diarahkan untuk menjalani proses adaptasi dengan karakter yang tangguh, adaptif, serta tetap menjunjung etika dan budaya bangsa.
“Melalui bimbingan para dosen dan mentor, kami berkomitmen mendampingi saudara tumbuh menjadi generasi unggul yang solutif. Selamat berproses, kobarkan semangat juang 17 Agustus 1945, dan mari bersama-sama membawa nama baik institusi menuju masa depan yang gemilang,” seru Yunita.
Nilai nasionalisme tersebut juga menjadi bagian dari upaya membangun lingkungan kampus yang mampu menerima keberagaman.
Sebab, mahasiswa baru Untag Banyuwangi tahun ini tidak seluruhnya berasal dari Banyuwangi.
Datang dari Berbagai Penjuru Nusantara
Kepala Badan Layanan Penerimaan Mahasiswa Baru (BLPMB) Untag Banyuwangi Anggi Yuprita Amanda Puteri menyampaikan, jumlah pendaftar mahasiswa baru hingga 15 September 2026 mencapai 433 orang.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 303 mahasiswa mengikuti rangkaian orientasi kampus.
Menariknya, latar belakang daerah mahasiswa baru cukup beragam. Selain berasal dari Banyuwangi dan sejumlah wilayah di Jawa Timur, mahasiswa juga datang dari Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), Aceh, hingga Papua.
Keragaman asal daerah tersebut menjadi modal sosial tersendiri bagi kehidupan kampus.
Mahasiswa tidak hanya bertemu dengan teman dari latar belakang daerah yang sama, tetapi juga berinteraksi dengan mereka yang memiliki pengalaman, budaya, dan karakter berbeda.
Ruang perjumpaan tersebut diharapkan menumbuhkan toleransi sekaligus memperkuat wawasan kebangsaan di lingkungan Untag Banyuwangi.
PKKMB Berlangsung hingga Sabtu
Rangkaian PKKMB Untag Banyuwangi 2026 telah dimulai sejak Selasa (15/9) melalui technical meeting. Agenda kemudian berlanjut hingga Sabtu (19/9).
Pelaksanaan tahun ini dirancang dengan pendekatan humanis, edukatif, dan inspiratif.
Pendekatan tersebut diarahkan untuk menciptakan ruang orientasi yang aman dan nyaman bagi mahasiswa baru. Mereka tidak hanya diperkenalkan dengan lingkungan kampus, tetapi juga diajak memahami kehidupan akademik yang akan dijalani.
Bagi mahasiswa baru, PKKMB menjadi fase pertama sebelum memasuki rutinitas perkuliahan. Bagi Untag Banyuwangi, momentum tersebut sekaligus menjadi kesempatan menanamkan karakter sejak awal.
Pada akhirnya, pesan yang dibawa PKKMB 2026 cukup jelas: menjadi mahasiswa bukan hanya tentang hadir di kelas dan memperoleh nilai, melainkan tentang bagaimana pengetahuan, kreativitas, dan karakter yang dibangun selama kuliah dapat digunakan untuk memberi arti bagi lingkungan dan masyarakat.
Dari kampus di Banyuwangi, 303 mahasiswa baru itu kini memulai proses tersebut—belajar, beradaptasi, dan perlahan menemukan bentuk kontribusi yang kelak bisa mereka berikan. (ray/aif)
Editor : Ali Sodiqin