7 Regu Sudah Mendaftar, PMR SMPN 1 Glagah Pede Rebut Gelar Juara

Sigit Hariyadi • Dipublikasikan Selasa, 15 September 2026 | 23:30 WIB
SALAM LITERASI: Regu PMR SMPN 1 Banyuwangi siap mengikuti ajang Digi MR UKS/PMR Tingkat Madya 2026. (Spensaba)
SALAM LITERASI: Regu PMR SMPN 1 Banyuwangi siap mengikuti ajang Digi MR UKS/PMR Tingkat Madya 2026. (Spensaba)

RADAR BANYUWANGI – Baru mendaftarkan diri, regu PMR SMPN 1 Glagah langsung memasang target tinggi dalam Digital Mission Race (Digi MR) UKS/PMR Tingkat Madya 2026. Sekolah tersebut optimistis para siswa mampu bersaing dan membawa pulang gelar juara dalam ajang yang digelar untuk memeriahkan HUT ke-81 Palang Merah Indonesia (PMI).

Satu regu PMR SMPN 1 Glagah resmi mendaftar sebagai peserta kemarin (15/9). Dukungan sekolah menjadi modal penting bagi para siswa yang kini mulai mempersiapkan diri menghadapi empat tantangan utama dalam kompetisi.

Kepala SMPN 1 Glagah Holilik mengatakan sekolah memberikan dukungan penuh terhadap keikutsertaan para siswa. Dia bahkan optimistis kemampuan regu PMR sekolahnya dapat membawa mereka bersaing di papan atas.

“Anak-anak PMR SMPN 1 Glagah sudah bersiap jadi juara,” ujarnya.

Antusiasme pelajar terhadap Digi MR UKS/PMR 2026 juga terlihat dari jumlah pendaftar. Hanya dua hari setelah lomba diumumkan, sudah ada tujuh regu dari enam SMP yang memastikan diri mengikuti kompetisi.

Sebelum SMPN 1 Glagah mendaftar, enam regu telah lebih dulu masuk daftar peserta. Mereka berasal dari SMPN 1 Banyuwangi, SMPN 2 Srono, SMPN 2 Glagah, dan SMPN 2 Rogojampi. Sementara SMPN 1 Songgon mengirimkan dua regu.

Empat Pos, Empat Tantangan

Digi MR UKS/PMR 2026 dijadwalkan berlangsung Minggu, 27 September. Kompetisi ini terbuka bagi regu PMR tingkat SMP dan MTs se-Banyuwangi.

Setiap regu terdiri atas enam anggota. Para peserta tidak hanya dituntut memiliki pengetahuan kepalangmerahan, tetapi juga harus mampu bekerja sama, berpikir cepat, menangani situasi kegawatdaruratan, hingga memanfaatkan teknologi.

Tantangan pertama berlangsung di Pos I Digital Mission Race. Peserta akan menjalankan misi berbasis QR code yang menguji pengetahuan kepalangmerahan, pemecahan masalah, mitigasi kegawatdaruratan, pemanfaatan teknologi, serta kemampuan berpikir kritis.

Dari tantangan digital, peserta berlanjut ke Pos II Cipta Tandu. Di sini, kekompakan dan kecepatan setiap regu dalam merakit tandu menjadi aspek utama penilaian.

Berikutnya, Pos III Pertolongan Pertama menguji kemampuan peserta menangani korban cedera berdasarkan skenario yang disiapkan juri. Ketepatan, kecepatan, prosedur komunikasi, hingga keselamatan korban menjadi bagian dari penilaian.

Kreativitas PMR Ikut Dipertaruhkan

Tantangan terakhir berada di Pos IV Creative Challenge. Peserta diberi ruang untuk menunjukkan sisi kreatif mereka melalui pembuatan video singkat berupa yel-yel PMR dan/atau konten edukasi kesehatan.

Format tersebut membuat kompetisi tidak hanya mengandalkan kemampuan teknis kepalangmerahan. Kreativitas dan kemampuan menyampaikan pesan kesehatan melalui media digital juga ikut diuji.

Setelah melewati empat tantangan tersebut, perjalanan peserta belum sepenuhnya berakhir. Seluruh regu akan mendapatkan edukasi kesehatan dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Banyuwangi di Pos V.

Materi edukasi akan berkaitan dengan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) dan PMR. Dengan demikian, Digi MR UKS/PMR tidak hanya menjadi arena kompetisi, tetapi juga menjadi ruang belajar bagi pelajar untuk memperkuat pengetahuan kesehatan dan kepalangmerahan.

Bagi PMR SMPN 1 Glagah, tantangan tersebut kini menjadi kesempatan untuk membuktikan optimisme mereka. Target juara sudah dipasang. Tinggal bagaimana enam anggota regu mengubah persiapan menjadi performa terbaik pada 27 September nanti. (sgt)

Editor : Ali Sodiqin
UKS Banyuwangi Digi MR 2026 lomba PMR PMR Banyuwangi smpn 1 glagah