RADAR BANYUWANGI - Pernah sedang berjalan, duduk di rumah, atau melakukan aktivitas biasa lalu tiba-tiba mencium aroma yang terasa begitu familiar? Dalam hitungan detik, pikiran bisa membawa kita kembali ke rumah masa kecil, seseorang yang pernah dekat, atau suasana yang sudah bertahun-tahun berlalu.
Aroma masakan, parfum, bunga, bahkan bau tanah setelah hujan dapat menjadi pemicu munculnya kenangan. Menariknya, ingatan itu terkadang muncul tanpa sengaja, ketika kita sama sekali tidak sedang memikirkan masa lalu.
Fenomena tersebut bukan sekadar kebetulan. Aroma yang masuk melalui indera penciuman dapat berkaitan erat dengan ingatan dan emosi, sehingga bau tertentu bisa menjadi semacam penghubung antara keadaan saat ini dan pengalaman yang pernah tersimpan dalam otak.
Aroma bisa memunculkan kenangan secara tiba-tiba
Bayangkan seseorang yang sejak kecil sering mencium aroma masakan tertentu ketika berada di rumah nenek.
Bertahun-tahun kemudian, ia mencium aroma serupa di tempat lain. Seketika muncul ingatan tentang rumah tersebut, suasana dapur, atau bahkan perasaan yang dulu dirasakan ketika berada di sana.
Peristiwa seperti ini dapat terjadi karena aroma tidak hanya dikenali sebagai sebuah bau. Pengalaman yang menyertai aroma tersebut juga dapat menjadi bagian dari ingatan.
Hal yang sama bisa terjadi pada parfum. Jika suatu aroma sering diasosiasikan dengan seseorang, parfum tersebut lama-kelamaan menjadi petunjuk yang kuat bagi ingatan tentang orang itu.
Ketika aroma yang sama tercium kembali, kenangan tersebut dapat muncul meskipun orang yang bersangkutan sudah lama tidak ditemui.
Mengapa bau begitu dekat dengan ingatan dan emosi?
Peneliti Rachel S. Herz dari Brown University Medical School banyak mengkaji hubungan antara penciuman, ingatan, dan emosi.
Dalam penelitiannya mengenai odor-evoked memory atau ingatan yang dipicu oleh aroma, Herz menjelaskan bahwa kenangan yang muncul melalui bau dapat mempunyai karakter emosional yang kuat dan sangat personal.
“Kenangan yang dipicu oleh aroma sering kali lebih emosional dibandingkan kenangan yang dipicu oleh rangsangan indrawi lainnya,” tulis Herz dalam kajiannya.
Dengan kata lain, aroma tertentu dapat membawa muatan emosional yang berbeda karena aroma tersebut berkaitan dengan pengalaman pribadi seseorang.
Itulah sebabnya satu aroma bisa terasa menenangkan bagi seseorang, tetapi tidak memberikan perasaan yang sama kepada orang lain.
Bau hujan dan kenangan masa kecil
Di Banyuwangi, aroma tanah basah setelah hujan mungkin merupakan sesuatu yang biasa dijumpai.
Namun bagi sebagian orang, bau tersebut bisa terasa sangat akrab. Ada yang mungkin teringat halaman rumah, perjalanan pulang sekolah, bermain bersama teman, atau duduk di rumah sambil mendengarkan suara hujan.
Kenangan semacam itu tidak harus berkaitan dengan peristiwa besar.
Pengalaman sederhana yang berulang, seperti mencium aroma tanah setelah hujan ketika masih kecil, dapat menjadi bagian dari memori seseorang. Ketika aroma serupa muncul kembali bertahun-tahun kemudian, pengalaman lama tersebut bisa ikut teringat.
Yang muncul pun tidak selalu berupa gambaran kejadian yang lengkap. Terkadang hanya muncul perasaan akrab, suasana tertentu, atau kesan seolah-olah kita kembali berada di tempat yang sama.
Setiap orang memiliki “bau kenangan” yang berbeda
Tidak ada satu aroma yang otomatis mempunyai makna emosional sama bagi semua orang.
Bagi seseorang, aroma masakan tertentu mungkin mengingatkan pada keluarga. Bagi orang lain, aroma yang sama bisa saja tidak memiliki arti khusus.
Parfum juga demikian. Seseorang mungkin langsung teringat pada orang terdekat ketika mencium aroma tertentu, sedangkan orang lain hanya menganggapnya sebagai bau parfum biasa.
Perbedaan tersebut berkaitan dengan pengalaman masing-masing. Aroma menjadi bermakna karena pernah hadir bersama sebuah situasi, tempat, orang, atau peristiwa tertentu.
Karena itu, kenangan yang muncul akibat aroma bersifat sangat personal.
Ketika aroma menjadi jembatan menuju masa lalu
Menariknya, kenangan yang dipicu oleh bau sering kali muncul secara spontan. Kita tidak perlu sengaja mencoba mengingat suatu peristiwa.
Sebuah aroma dapat hadir begitu saja, lalu membawa serta pengalaman yang sebelumnya tersimpan dalam ingatan.
Fenomena tersebut memperlihatkan bahwa indera penciuman memiliki peran yang lebih luas daripada sekadar membantu manusia mengenali lingkungan. Aroma juga dapat menjadi bagian dari hubungan antara pengalaman, ingatan, dan emosi.
Jadi, jika suatu hari aroma masakan membuat Anda teringat rumah nenek, parfum tertentu mengingatkan pada seseorang, atau bau tanah setelah hujan membawa kembali suasana masa kecil, pengalaman tersebut memiliki penjelasan psikologis.
Satu aroma sederhana dapat menjadi jembatan antara apa yang sedang kita alami hari ini dan sesuatu yang pernah menjadi bagian dari hidup kita.
Editor : Lugas Rumpakaadi