RadarBanyuwangi.id – Saat ini bukan lagi kecepatan perkembangan teknologi atau kecepatan penyebaran informasi yang menjadi topik hangat.
Artificial Intellegency, AI atau kecerdasan buatan yang sekarang ini sedang heboh-hebohnya.
Apakah semua ada di AI?
Apakah semua pekerjaan bisa dilakukan oleh AI?
Apakah kedudukan manusia bisa tergeser oleh AI?
Termasuk bagaimana pengaruh AI terhadap anak-anak sebagai penerus?
Sabtu (12/9) bertempat di Blambangan Ballroom Hotel Aston Banyuwangi, wali murid dari Kelompok Belajar (KB), Taman Kanak-kanak (TK) hingga Sekolah Dasar (SD) Islam Al Qomar hadir.
Disana diselenggarakan Seminar Parenting dengan narasumber Yirawati Sumedi, S.Psi., Psikolog, C.NNLP.
Alasan Yayasan Pendidikan dan Dakwah Islam (YPDI) Al Qomar mengundang Yirawati Sumedi sebagai narasumber adalah selain seorang psikolog perkembangan, Yirawatai juga sebagai neuropanting yakni pengasuhan berbasis kinerja otak.
Dalam seminar tersebut dibahas tiga hal mendasar dalam dunia AI.
Yaitu Critical Thingking, Creativitas dan Skill yang tidak bisa digantikan oleh AI.
AI atau kecerdasan buatan bukan segalanya bagi anak menurut Yirawati.
Tetapi sebagai orang tua bukan saja hanya mengajarkan cara memakai AI tetapi juga ajarkan kala harus menggunakan atau memanfaatkan AI.
“Tetapi orang tua juga tidak boleh anti AI atau sebaliknya pasrah sepenuhnya pada AI,” terang Yirawati.
Saat anak sudah akrab dengan AI, orang tua wajib mendampingi, gunakan AI dengan baik dan selalu imbangi dengan literasi yang benar.
“Ingat tidak semua di AI itu baik atau cocok bagi manusia,” lanjut Yirawati.
Saat menggunakan AI, wajib kritis, tidak boleh pasrah sepenuhnya terhadap hasil yang disodorkan oleh AI.
Perlu mengecek darimana sumbernya, apakah hsilnya sesuai dengan yang diharapkan?
Atau kita mempunyai pendapat sendiri yang tidak sama dengan hasil analisa AI.
Disinilah letak Critical Thingking, dimana sisi kemanusiaan yang harus tetap ada.
Peran orang tua tidak hanya sebagai pengawas tetapi juga sebagai pemandu anak-anaknya saat memanfaatkan AI.
Seorang pemandu akan memberikan arahan kepada anak-anak dengan keteladanan dan komunikasi inten.
Orang tua wajib terlibat didalam aktifitas yang dilakukan oleh anak.
Disinilah peran manusia yang tidak bisa tergantikan oleh AI.
Seperti menalar dan memberi keputusan.
Di waktu yang sama Ketua YPDI Al Qomar Hj.Siti Mafrochatin Ni’mah menuturkan bahwa kegiatan seminar parenting ini merupakan program yang diselenggarakan rutin tahunan.
Kegiatan seperti ini selain penting bagi anak juga penting bagi orang tua.
Karena tumbuh kembang anak tidak hanya dari lingkungan sekolah tetapi juga tercipta dalam lingkungan keluarga.
Ni’mah juga menambahkan melalui kegiatan seperti ini antara Yayasan, Sekolah, Guru dan Wali Murid akan terjalin hubungan yang semakin inten.
Dengan begitu pelaksanakan layanan dan program belajar mengajar akan semakin mudah dan sesuai dengan yang diharapkan bersama.
Perlu diketahui YPDI Al Qomar yang berpusat di Jalan Simpang Gajah Mada 5 Banyuwangi tidak hanya membawahi KB/TK dan SDIT Al Qomar saja.
Tetapi sejak tahun 2019, YPDI Al Qomar juga menaungi SMP Islam Al Qomar yang berlokasi di Jalan Kemuning, Lingkungan Watubuncul Banyuwangi.
Editor : Gerda Sukarno Prayudha