Dua Siswi MIS Muhammadiyah 14 Talang Ulu Tembus OMI Provinsi Bengkulu

Ali Sodiqin • Dipublikasikan Senin, 14 September 2026 | 17:50 WIB
Dua siswi MIS Muhammadiyah 14 Talang Ulu, Ghaziyyah dan Razita, lolos OMI Provinsi Bengkulu setelah meraih Juara 1 dan 3 Matematika. (kemenagrejanglebong.com)
Dua siswi MIS Muhammadiyah 14 Talang Ulu, Ghaziyyah dan Razita, lolos OMI Provinsi Bengkulu setelah meraih Juara 1 dan 3 Matematika. (kemenagrejanglebong.com)

RADAR BANYUWANGI — Dua dari tiga siswa MIS Muhammadiyah 14 Talang Ulu berhasil mengamankan tiket menuju Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) 2026 tingkat Provinsi Bengkulu. Ghaziyyah Hafizardian Putri dan Razita Syasya menjadi dua wakil madrasah setelah masing-masing meraih Juara I dan Juara III Matematika pada seleksi OMI tingkat Kabupaten Rejang Lebong.

Kepastian tersebut diketahui melalui pengumuman resmi yang dirilis laman Kementerian Agama Kabupaten Rejang Lebong pada Sabtu (12/9/2026). Capaian itu sekaligus membuka peluang bagi kedua siswi yang akrab disapa Ghazia dan Razita untuk melanjutkan perjuangan hingga panggung OMI tingkat nasional.

Bagi MIS Muhammadiyah 14 Talang Ulu, keberhasilan tersebut bukan sekadar soal peringkat. Dua tiket ke tingkat provinsi menjadi hasil dari proses pembinaan, latihan, serta pendampingan guru yang dilakukan sejak tingkat madrasah hingga seleksi kabupaten.

Dua Nama, Dua Tiket ke Provinsi

Pada seleksi OMI 2026 tingkat Kabupaten Rejang Lebong, Ghaziyyah Hafizardian Putri tampil sebagai peserta terbaik pertama pada bidang Matematika.

Sementara Razita Syasya mengamankan posisi ketiga. Dua capaian tersebut membuat keduanya berhak mewakili Rejang Lebong dalam kompetisi OMI tingkat Provinsi Bengkulu.

Keberhasilan itu sekaligus menunjukkan ketatnya persaingan yang harus mereka lewati sebelum memastikan diri melaju ke level berikutnya.

Kepala MIS Muhammadiyah 14 Talang Ulu Kris Ade Putra S.Pd.I., Gr. menyambut capaian tersebut dengan rasa bangga. Menurutnya, prestasi siswa merupakan bagian dari komitmen madrasah dalam memberikan ruang bagi peserta didik untuk mengembangkan potensi akademik maupun bakat kompetitif.

“Alhamdulillah, pencapaian ini merupakan suatu kebanggaan bagi kami sekaligus bukti kerja keras peserta didik yang berjuang di bawah bimbingan guru pendamping,” ujar Kris Ade Putra.

Dia menilai keberhasilan Ghazia dan Razita juga menjadi bukti bahwa pembinaan minat dan bakat peserta didik harus dilakukan secara berkelanjutan.

“Mewadahi minat dan bakat mereka dalam berkompetisi sudah menjadi tugas dan kewajiban kami,” lanjutnya.

Latihan Belum Berhenti

Lolos ke tingkat provinsi bukan berarti tugas pembinaan selesai. Justru persaingan yang lebih berat sudah menanti.

Guru pembimbing Matematika MIS Muhammadiyah 14 Talang Ulu, Intan Diah Permata S.Pd. dan Anggela Oktalia S.Pd., telah mendampingi Ghazia dan Razita sejak proses latihan di tingkat madrasah hingga menghadapi seleksi kabupaten.

Keduanya menyatakan siap kembali meningkatkan intensitas pembinaan untuk menghadapi kompetisi tingkat Provinsi Bengkulu.

Latihan akan diarahkan untuk memperkuat kemampuan siswa sekaligus mempersiapkan mental menghadapi peserta terbaik dari berbagai daerah di Bengkulu.

Bagi Ghazia dan Razita, tiket provinsi menjadi kesempatan baru untuk membuktikan kemampuan. Bagi madrasah, capaian tersebut menjadi alasan untuk terus memperkuat ekosistem pembelajaran dan pembinaan prestasi.

OMI Jadi Panggung Mengasah Talenta

Olimpiade Madrasah Indonesia merupakan kompetisi yang digelar Kementerian Agama Republik Indonesia untuk mengembangkan potensi, bakat, minat, serta daya saing peserta didik madrasah.

Ajang tersebut tidak hanya menjadi ruang adu kemampuan akademik. OMI juga mendorong siswa untuk terbiasa menghadapi tantangan, membangun kepercayaan diri, serta mengembangkan kemampuan di bidang sains dan riset.

Karena itu, keberhasilan dua siswi MIS Muhammadiyah 14 Talang Ulu menembus tingkat provinsi memiliki arti lebih luas bagi madrasah.

Capaian Ghaziyyah Hafizardian Putri dan Razita Syasya menjadi suntikan motivasi bagi siswa lain untuk berani mengikuti kompetisi dan mengembangkan kemampuan masing-masing.

Kini, target berikutnya mulai dibidik: panggung OMI tingkat nasional.

Perjalanan dari Talang Ulu menuju tingkat provinsi telah terbuka. Ghazia dan Razita tinggal menjaga konsistensi latihan, memperkuat kemampuan Matematika, dan membawa kepercayaan diri yang sama saat menghadapi persaingan di level Bengkulu.

Bagi MIS Muhammadiyah 14 Talang Ulu, dua tiket provinsi tersebut bukanlah garis akhir. Justru menjadi pijakan untuk mengejar prestasi yang lebih tinggi. (*)

Editor : Ali Sodiqin
Sumber : kemenagrejanglebong.com
OMI 2026 OMI Bengkulu MIS Muhammadiyah Ghaziyyah Putri Razita Syasya