RADAR BANYUWANGI — Perjuangan 1.045 peserta dari 144 madrasah dan sekolah akhirnya mengerucut menjadi 33 siswa terbaik Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) 2026 Kota Pekanbaru. Mereka resmi menjadi wakil Pekanbaru untuk bertarung di tingkat Provinsi Riau pada 5–6 Oktober 2026 setelah hasil seleksi tingkat kota diumumkan melalui portal OMI Kementerian Agama, Sabtu malam (12/9/2026).
Ke-33 siswa tersebut merupakan peserta terbaik dari jenjang MI/SD, MTs/SMP, hingga MA/SMA sederajat. Mereka akan membawa nama Kota Pekanbaru menghadapi para peserta terbaik dari kabupaten/kota lain se-Riau.
Pengumuman tersebut menjadi penanda berakhirnya salah satu tahapan penting OMI 2026 di Pekanbaru. Kompetisi tahun ini mengusung tema “Islam, Sains, dan Ekoteologi: Menumbuhkan Talenta serta Menggerakkan Inovasi Madrasah untuk Indonesia Maju.”
Dari 1.045 Peserta, Tersaring 33 Nama
Perjalanan menuju tingkat provinsi tidak berlangsung singkat. Rangkaian OMI Kota Pekanbaru telah dimulai sejak 3 September 2026 melalui pembukaan dan defile yang diikuti 1.045 peserta hasil seleksi dari 144 madrasah dan sekolah.
Kegiatan tersebut berlangsung di Lapangan Pesan Dar El-Hikmah Pekanbaru dan dihadiri lebih dari 2.800 orang.
Tahapan berikutnya berlanjut melalui ujian Computer Based Test (CBT). Untuk jenjang MA/SMA sederajat, ujian digelar 7 September 2026 di Laboratorium Komputer MAN 1 dan MAN 2 Pekanbaru.
Sementara peserta jenjang MTs/SMP dan MI/SD sederajat mengikuti ujian pada 8–9 September 2026 di Laboratorium Komputer Pesantren Dar-El Hikmah.
Hasilnya diumumkan Komite OMI Pusat melalui laman resmi OMI Kementerian Agama pada Sabtu malam (12/9/2026).
Ketua Komite OMI Tingkat Kota Pekanbaru H. Zulfa Hendri yang juga menjabat Kasi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren sekaligus Plt. Kasi Pendidikan Madrasah Kankemenag Kota Pekanbaru memberikan apresiasi kepada seluruh peserta, guru pendamping, dan kepala madrasah.
Menurutnya, perjalanan siswa sejak seleksi tingkat satuan pendidikan hingga tingkat kota merupakan proses panjang yang membutuhkan dedikasi.
Bagi peserta yang belum berhasil melaju, OMI juga dinilai tetap memberikan pengalaman penting untuk membangun mental, mengasah kemampuan, dan menemukan potensi diri.
Daftar 33 Siswa yang Lolos OMI Provinsi Riau
Berikut daftar peserta terbaik OMI Kota Pekanbaru yang akan melanjutkan perjuangan ke tingkat Provinsi Riau:
Jenjang MI/SD — Matematika Terintegrasi
-
Rafif Nirbana Aji — SDIT Al Ittihad Rumbai Pesisir
-
Kezia Amanda Hendrawan — SD Indonesian Creative School
-
Muhammad Athayya Zahin — SD Al Azhar Syifa Budi
MI/SD — IPAS Terintegrasi
-
Dyandra Habibie — SDIT Al Ittihad Rumbai Pesisir
-
Zayyan Muhammad Ghani — SD Islam As Shofa
-
Aisyah Ashidqiyah — MIN 1 Pekanbaru
Jenjang MTs/SMP — Matematika Terintegrasi
-
Anakin Kaysan Munov — SMP IT Imam An Nawawi Pekanbaru
-
Fayyadhi Ahsan Zubir — PKBM Tahfizh Darussalam
-
Khalil Arfa Maulana — SMP Islam As-Shofa
MTs/SMP — IPA Terintegrasi
-
Reysa Ayunda Prameswari — SMP Darma Yudha
-
Radhin Adrian Salim — MTsN 1 Kota Pekanbaru
-
Anindya Zhafira Khairunnisa — SMP Islam Al Azhar 37 Pekanbaru
MTs/SMP — IPS Terintegrasi
-
Eszquera Aisha — SMP Darma Yudha
-
Kamila Husnul Afifah — MTs Al-Ittihadiyah
-
Muhammad Akbar — SMP IT Al-Ittihad
Jenjang MA/SMA — Matematika Terintegrasi
-
Bhagaskara Budijono — MAN 2 Kota Pekanbaru
-
Dirga Aditya Muhtadi — SMAS Darma Yudha
-
Mikael Akbar — MAN 2 Kota Pekanbaru
MA/SMA — Biologi Terintegrasi
-
Sarah Kamilia Nadin — MAN 1 Pekanbaru
-
Sadina Azzura — MAS Darul Hikmah Pekanbaru
-
Muhammad Faqry Syarif — MAN 1 Pekanbaru
MA/SMA — Fisika Terintegrasi
-
Yoiko Cintya Hana — MAN 2 Kota Pekanbaru
-
Adlyn Aldrin Hasan — MAN 2 Kota Pekanbaru
-
Mutia Kurnia Sari — MAN 1 Pekanbaru
MA/SMA — Kimia Terintegrasi
-
Hafily Fathurrahman Sitorus — SMAN 8 Pekanbaru
-
Safira Nailah Kayyisah — MAN 2 Kota Pekanbaru
-
Mozalia Naira — MAN 2 Kota Pekanbaru
MA/SMA — Ekonomi Terintegrasi
-
Muhammad Faruq Alvarino — MAN 2 Kota Pekanbaru
-
Nadine Elysia Anindita — MAN 2 Kota Pekanbaru
-
Onna Nazira — MAN 2 Kota Pekanbaru
MA/SMA — Geografi Terintegrasi
-
Abiyyu Hadziq Al Hafizh — MAN 1 Pekanbaru
-
Nabil Alva Reyhan — MAN 3 Pekanbaru
-
Habib Alhabsy Hidayat — MAN 2 Kota Pekanbaru
Bukan Sekadar Adu Sains
Kepala Kantor Kemenag Kota Pekanbaru H. Syahrul Mauludi menilai OMI memiliki makna lebih luas daripada sekadar kompetisi akademik.
Menurutnya, OMI menjadi bagian dari upaya bersama untuk membentuk generasi madrasah yang unggul, berkarakter, serta memiliki daya saing global.
Tema Islam, sains, dan ekoteologi yang diusung tahun ini menjadi landasan untuk menghubungkan kemampuan akademik siswa dengan nilai keagamaan serta kepedulian terhadap lingkungan.
Dengan demikian, keberhasilan para peserta tidak hanya diukur dari posisi peringkat, tetapi juga dari proses pembentukan talenta dan kemampuan mereka menghadapi tantangan masa depan.
16 September Jadi Momentum Apresiasi
Perjalanan OMI Kota Pekanbaru belum sepenuhnya selesai. Komite OMI Kota Pekanbaru akan menggelar Penutupan dan Apresiasi Prestasi OMI Tingkat Kota Pekanbaru pada Rabu, 16 September 2026.
Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung di MTsN 2 Pekanbaru, Jalan Yos Sudarso KM 15, dan akan dihadiri Kepala Kanwil Kemenag Riau H. Muliardi.
Sebanyak 144 lembaga peserta OMI diimbau hadir dalam kegiatan tersebut. Selain menjadi momentum apresiasi, acara itu diharapkan menjadi ruang untuk memberikan dukungan langsung kepada para peserta terbaik yang akan membawa nama Pekanbaru.
Kini, tantangan 33 siswa tersebut semakin besar. Setelah menyisihkan peserta lain di tingkat kota, mereka harus kembali berjuang pada seleksi OMI tingkat Provinsi Riau pada 5–6 Oktober 2026.
Dari 1.045 peserta, kini tersisa 33 nama. Mereka bukan hanya membawa hasil seleksi, tetapi juga membawa harapan Pekanbaru untuk melahirkan talenta madrasah yang mampu bersaing hingga level lebih tinggi. (*)
Editor : Ali SodiqinSumber : Kemenag