Lima Murid MAN Sidoarjo Lolos OMI Provinsi, Bidik Tiket Nasional

Ali Sodiqin • Dipublikasikan Senin, 14 September 2026 | 14:47 WIB
Lima murid MAN Sidoarjo lolos OMI tingkat Provinsi Jawa Timur. Mereka disiapkan menghadapi kompetisi 5–6 Oktober dan membidik tingkat nasional. (kemenagsidoarjo.com)
Lima murid MAN Sidoarjo lolos OMI tingkat Provinsi Jawa Timur. Mereka disiapkan menghadapi kompetisi 5–6 Oktober dan membidik tingkat nasional. (kemenagsidoarjo.com)

RADAR BANYUWANGI — Lima murid Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Sidoarjo berhasil mengamankan tiket ke Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) tingkat Provinsi Jawa Timur. Tak sekadar lolos, mereka membawa misi lebih besar: mengulang capaian tahun lalu dengan menembus tingkat nasional pada 5–6 Oktober 2026.

Kepastian tersebut didapat setelah hasil OMI tingkat kabupaten diumumkan pada Sabtu (12/9/2026), sepekan setelah kompetisi digelar. Lima murid MAN Sidoarjo yang menjadi wakil sekolah berasal dari tiga bidang, yakni Fisika, Geografi, dan Matematika.

Prestasi itu menjadi kabar menggembirakan bagi MAN Sidoarjo. Sebab, kelima murid tersebut akan bergabung dengan 13 peserta lain dari madrasah aliyah dan sekolah menengah atas se-Kabupaten Sidoarjo untuk membawa nama daerah pada kompetisi tingkat provinsi.

Lima Nama, Tiga Bidang, Satu Target

Lima murid MAN Sidoarjo yang berhasil meraih posisi juara dalam OMI tingkat kabupaten adalah:

Capaian tersebut menjadi modal penting sebelum mereka menghadapi persaingan yang lebih ketat di tingkat Provinsi Jawa Timur.

Wakil Kepala MAN Sidoarjo Bidang Kurikulum Achmad Yunus Arbiyan M.Pd. mengatakan, sekolah telah menyiapkan program tambahan bagi kelima murid yang lolos. Bimbingan akan diberikan guru-guru yang memiliki kompetensi sesuai bidang olimpiade.

“Kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk membawa 5 murid kami ke tingkat nasional seperti tahun lalu,” ujarnya.

Bukan Sekadar Hafal Rumus dan Teori

Tantangan OMI tidak berhenti pada penguasaan materi sesuai mata pelajaran. Peserta juga dihadapkan pada soal-soal terintegrasi yang menghubungkan satu bidang ilmu dengan bidang lainnya.

Kondisi tersebut membuat persiapan para peserta harus lebih spesifik. Salah satunya terlihat dalam pembinaan untuk bidang Geografi.

Guru sekaligus Pembimbing Olimpiade Geografi MAN Sidoarjo Amalia Ekowati S.Pd. mengatakan, peserta tidak cukup hanya memahami teori Geografi. Mereka juga harus menguasai istilah-istilah tertentu, termasuk istilah berbahasa Arab yang dapat muncul dalam soal.

“Pada sesi bimbingan, anak-anak tidak sekadar memahami dan menghafalkan teori Geografi saja, namun juga mengingat istilah-istilah Geografi yang berbahasa Arab,” jelas Amalia.

Untuk memperkuat persiapan tersebut, peserta memanfaatkan kamus sekaligus berkolaborasi dengan guru Bahasa Arab MAN Sidoarjo.

Strategi itu menunjukkan bahwa persiapan menuju OMI tingkat provinsi tidak hanya mengandalkan kemampuan akademik utama. Peserta juga harus siap menghadapi pola soal yang lintas disiplin dan membutuhkan pemahaman istilah dari bidang lain.

MAN Sidoarjo Ingin Ulang Sukses Tahun Lalu

Plt. Kepala MAN Sidoarjo Drs. Achmad Saifullah M.Pd.I. menyambut capaian lima murid tersebut dengan apresiasi.

Menurutnya, keberhasilan lolos ke tingkat provinsi patut disyukuri sekaligus dijadikan pemantik semangat bagi siswa lainnya untuk terus meningkatkan prestasi.

“Alhamdulillah, saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada 5 anak-anak yang lolos ke tingkat provinsi. Semoga ini menjadi motivasi untuk anak-anak lainnya agar menjadi lebih giat belajar dan menorehkan prestasi lainnya,” tuturnya.

Kini, lima murid MAN Sidoarjo memiliki waktu persiapan sebelum bertanding pada 5–6 Oktober 2026. Mereka tidak hanya membawa nama pribadi maupun madrasah, tetapi juga menjadi bagian dari kontingen Kabupaten Sidoarjo.

Targetnya jelas: melangkah sejauh mungkin hingga tingkat nasional. Capaian tahun lalu menjadi pemantik, sementara pembinaan tambahan menjadi bekal untuk kembali memburu prestasi tertinggi di OMI 2026. (*)

Editor : Ali Sodiqin
Sumber : kemenagsidoarjo.com
OMI 2026 Olimpiade Madrasah MAN Sidoarjo OMI Jawa Timur siswa berprestasi