RADAR BANYUWANGI – Kepemimpinan tak cukup diajarkan lewat teori. Para pengurus OSIM terpilih MA Tahfidzul Qur’an Al Uswah membuktikannya melalui aksi nyata dengan membantu tim pemadam kebakaran Gunung Ijen. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) yang digelar di Ijen Sky Light, 9–11 September 2026.
LDKS tersebut dirancang untuk membentuk karakter sekaligus menumbuhkan jiwa kepemimpinan para siswa. Tidak hanya melalui materi klasikal, peserta juga mengikuti outbound training yang mengasah kekompakan, kebersamaan, dan kepedulian terhadap sesama.
Ketua Yayasan Al Uswah Karyono SPd MT mengatakan, MA Tahfidzul Qur’an Al Uswah merupakan salah satu lembaga pendidikan yang berada di bawah naungan Yayasan Al Uswah.
Menurut Karyono, keberadaan pengurus OSIM memiliki posisi strategis dalam kehidupan madrasah. Mereka tidak hanya menjadi pelaksana berbagai program organisasi, tetapi juga dituntut mampu menjadi teladan bagi siswa lainnya.
Karena itu, LDKS tidak hanya diarahkan untuk membekali siswa dengan kemampuan mengelola organisasi. Lebih jauh, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk membangun karakter pemimpin yang mampu bekerja sama, mengambil tanggung jawab, dan memiliki kepedulian sosial.
Kepala MA Tahfidzul Qur’an Al Uswah MR Warang Agung ST mengatakan, LDKS menjadi momentum penting untuk mempersiapkan pengurus OSIM agar memiliki kemampuan kepemimpinan yang lebih luas.
“Kepemimpinan tidak hanya bersifat organisatoris, tetapi juga berorientasi pada kepedulian dan pengabdian,” katanya.
Konsep tersebut kemudian diwujudkan melalui kegiatan yang mengajak siswa berinteraksi langsung dengan lingkungan sekitar. Salah satunya dengan membantu tim pemadam kebakaran Gunung Ijen.
Aksi tersebut menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran kepemimpinan. Para siswa tidak hanya menerima materi tentang tanggung jawab dan kepedulian, tetapi juga diajak melihat bagaimana nilai-nilai tersebut diterapkan dalam situasi nyata.
Pengalaman itu diharapkan mampu membentuk keberanian siswa untuk mengambil peran ketika berada di tengah masyarakat. Sekaligus menumbuhkan kesadaran bahwa menjadi pemimpin berarti bersedia hadir dan membantu ketika dibutuhkan.
“Para pengurus OSIM diharapkan mampu menjadi motor kegiatan positif sekaligus membawa semangat kepemimpinan tersebut ke lingkungan madrasah dan masyarakat,” pungkasnya. (sgt)
Editor : Ali Sodiqin