Mata Berair Saat Main HP Bukan Selalu Karena Iritasi, Ini Penjelasannya

Meivira Choirotul Aqila • Dipublikasikan Jumat, 11 September 2026 | 11:06 WIB
Menatap layar dalam waktu lama dapat memengaruhi pola berkedip dan membuat lapisan air mata lebih cepat tidak stabil sehingga mata terasa kering, lelah, atau berair. (Meivira untuk Radar Banyuwangi)
Menatap layar dalam waktu lama dapat memengaruhi pola berkedip dan membuat lapisan air mata lebih cepat tidak stabil sehingga mata terasa kering, lelah, atau berair. (Meivira untuk Radar Banyuwangi)

RADAR BANYUWANGI - Mata tiba-tiba berair setelah berlama-lama menatap layar ponsel sering dianggap sebagai tanda iritasi biasa. Padahal, kondisi tersebut bisa terjadi ketika permukaan mata mengalami kekeringan akibat perubahan pola berkedip selama menggunakan perangkat digital.

Keluhan mata kering, terasa perih, panas, lelah, hingga berair merupakan sejumlah gejala yang dapat berkaitan dengan digital eye strain atau ketegangan mata akibat penggunaan perangkat digital. American Optometric Association (AOA) memasukkan keluhan tersebut dalam computer vision syndrome, yang dapat muncul setelah penggunaan komputer, tablet, ponsel, dan perangkat digital lain dalam waktu lama.

Pengalaman tersebut juga dirasakan Naufal. Ia mengaku matanya lebih mudah berair ketika menggunakan ponsel terlalu lama, terlebih jika layar digunakan dalam jarak dekat.

“Emang iya sih, pas kelamaan main HP atau layar HP terlalu dekat tuh mataku suka berair dan jadi sering aku kucek, kadang sampai merah mataku jadinya,” ujar Naufal.

Mengapa mata yang kering justru bisa berair?

Air mata merupakan bagian penting dari sistem perlindungan mata. Lapisan air mata membantu menjaga permukaan kornea tetap lembap sekaligus melindunginya dari berbagai gangguan.

Masalah dapat muncul ketika seseorang terlalu fokus menatap layar. Aktivitas seperti membaca, menonton, bermain gim, atau menggulir media sosial dapat mengubah pola kedipan. Sejumlah penelitian menunjukkan penggunaan layar digital berkaitan dengan penurunan frekuensi atau kelengkapan kedipan, yang dapat membuat lapisan air mata lebih cepat tidak stabil dan meningkatkan penguapan pada permukaan mata.

Ketika permukaan mata menjadi kering atau teriritasi, tubuh dapat merespons dengan meningkatkan produksi air mata. Air mata yang keluar secara tiba-tiba inilah yang kemudian membuat mata tampak berair.

Dengan kata lain, mata yang berair setelah menatap layar tidak selalu berarti mata mendapatkan kelembapan yang cukup. Pada kondisi tertentu, air mata tersebut justru merupakan respons terhadap permukaan mata yang mengalami gangguan kelembapan.

Namun, mekanisme ini tidak berarti setiap mata berair ketika bermain ponsel pasti disebabkan oleh digital eye strain. Mata berair juga dapat dipicu oleh alergi, iritasi, infeksi, gangguan pada permukaan mata, atau berbagai kondisi lainnya.

Penggunaan layar dapat membuat mata lebih cepat tidak nyaman

Penggunaan perangkat digital dalam waktu lama membuat mata terus melakukan pekerjaan visual pada jarak dekat. Selain masalah pada permukaan mata, aktivitas tersebut dapat menimbulkan keluhan seperti mata lelah, rasa tidak nyaman, pandangan kabur sementara, hingga sakit kepala.

Tinjauan ilmiah yang dipublikasikan melalui PubMed menemukan bahwa penggunaan layar digital berkepanjangan berkaitan dengan keluhan mata kering dan ketidaknyamanan visual. Perubahan pola berkedip menjadi salah satu mekanisme yang diduga berperan.

Faktor lingkungan juga dapat memperburuk keluhan. Tingkat pencahayaan yang tidak sesuai, pantulan cahaya (glare), posisi layar, jarak pandang, serta kondisi ruangan dapat memengaruhi kenyamanan ketika menggunakan perangkat digital. Kajian TFOS mengenai lingkungan digital juga menyebut posisi, ukuran, tingkat kecerahan dan glare sebagai faktor yang dapat memengaruhi ketegangan mata digital.

Karena itu, bermain ponsel dalam ruangan gelap dengan layar yang sangat terang bukan kebiasaan yang ideal. Pengguna sebaiknya menyesuaikan kecerahan layar dengan kondisi lingkungan agar mata tidak bekerja menghadapi kontras yang berlebihan.

Jangan biasakan mengucek mata

Ketika mata terasa gatal, perih atau berair, sebagian orang secara spontan menguceknya. Kebiasaan tersebut sebaiknya dihindari, terutama jika dilakukan berulang kali atau dengan tekanan kuat.

Mengucek mata dapat menambah iritasi pada permukaan mata. Jika mata terus-menerus merah atau terasa tidak nyaman, penyebabnya sebaiknya tidak diasumsikan hanya karena penggunaan ponsel.

Cara mengurangi keluhan saat menggunakan HP

Ada sejumlah kebiasaan sederhana yang dapat dilakukan untuk mengurangi beban mata ketika menggunakan perangkat digital.

Pertama, berikan jeda secara berkala. AOA merekomendasikan aturan 20-20-20, yaitu setiap 20 menit melihat layar, alihkan pandangan selama 20 detik ke objek yang berjarak sekitar 20 kaki atau enam meter.

Kedua, perhatikan kedipan. Pengguna dapat secara sadar melakukan kedipan penuh dan tidak terus-menerus menatap layar tanpa jeda. Kedipan membantu menyebarkan kembali lapisan air mata pada permukaan mata.

Ketiga, atur posisi dan lingkungan penggunaan. Hindari menempatkan ponsel terlalu dekat dengan wajah, sesuaikan tingkat kecerahan layar dengan pencahayaan ruangan, serta kurangi pantulan cahaya yang langsung mengenai layar.

Keempat, batasi penggunaan layar secara terus-menerus. Jeda tidak hanya memberikan kesempatan bagi mata untuk beristirahat, tetapi juga membantu pengguna menghindari aktivitas visual jarak dekat tanpa henti.

Meski aturan 20-20-20 banyak digunakan sebagai panduan praktis, bukti ilmiah mengenai aturan tersebut secara spesifik masih berkembang. Sebuah penelitian yang menguji dampak jeda terhadap digital eye strain menunjukkan bahwa penelitian terkait aturan 20-20-20 masih membutuhkan bukti lebih lanjut.

Kapan mata berair perlu diperiksa?

Mata berair sesekali setelah penggunaan layar yang lama tidak selalu menunjukkan penyakit mata. Namun, keluhan yang menetap atau berulang sebaiknya tidak diabaikan.

Pemeriksaan mata layak dipertimbangkan apabila mata terus-menerus merah atau berair, muncul rasa nyeri, penglihatan terganggu, mata sangat sensitif terhadap cahaya, atau keluhan tetap muncul meskipun penggunaan perangkat digital sudah dikurangi.

Hal ini penting karena gejala yang menyerupai digital eye strain dapat memiliki penyebab lain. Pemeriksaan oleh dokter mata dapat membantu menentukan penyebab keluhan dan penanganan yang sesuai.

Editor : Lugas Rumpakaadi
mata berair saat main HP mata kering digital eye strain computer vision syndrome kesehatan mata