Tak Sekadar Piknik, 160 Siswa SDN 4 Penganjuran Belajar Asal Air di Sumber Gedor Banyuwangi

M Ksatria Raya • Dipublikasikan Rabu, 9 September 2026 | 22:00 WIB
OUTDOOR LEARNING: Para siswa SDN 4 Penganjuran makan bersama di area sumber gedor, Rabu (9/9). (M Ksatria Raya/Radar Banyuwangi)
OUTDOOR LEARNING: Para siswa SDN 4 Penganjuran makan bersama di area sumber gedor, Rabu (9/9). (M Ksatria Raya/Radar Banyuwangi)

RADAR BANYUWANGI – Belajar tak selalu harus duduk rapi di balik meja kelas. Sebanyak 160 siswa kelas IV SDN 4 Penganjuran justru diajak memahami asal air yang mereka konsumsi sehari-hari dengan datang langsung ke sumbernya melalui Program Wisata Edukasi Sejak Usia Dini (Wis Esa Sek Adi), Rabu (9/9).

Kali ini, Sumber Gedor di Desa Gombengsari, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi, menjadi ruang belajar terbuka bagi para siswa. Mereka tidak hanya melihat langsung sumber air, tetapi juga mencatat berbagai hal yang ditemukan selama kegiatan.

Suasana belajar pun dibuat lebih menyenangkan. Setelah menjelajahi kawasan sumber air, para siswa menikmati sarapan pagi bersama. Aktivitas sederhana itu membuat kegiatan edukasi terasa seperti piknik, tetapi tetap menyimpan pesan penting tentang lingkungan dan sumber daya air.

Guru pendamping SDN 4 Penganjuran, Ismurini, mengatakan kunjungan tersebut memberikan pengalaman langsung kepada siswa tentang dari mana air yang digunakan setiap hari berasal.

“Dengan datang ke Sumber Gedor, para siswa bisa tahu air yang mereka konsumsi di rumah itu berasal dari mana,” ujar guru kelas IV tersebut.

Menurut Rini, pembelajaran dengan melihat langsung kondisi alam membuat materi lebih mudah dipahami siswa. Mereka tidak sekadar mengetahui sumber air melalui buku pelajaran, tetapi bisa menyaksikan dan merasakan sendiri keberadaannya.

Pengalaman tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa air yang keluar dari keran rumah memiliki perjalanan panjang sebelum bisa digunakan. Sumber air yang selama ini dianggap biasa ternyata menjadi bagian penting dari kehidupan sehari-hari.

Tak berhenti pada persoalan lingkungan, kegiatan Wis Esa Sek Adi juga diarahkan untuk mengurangi ketergantungan siswa terhadap gadget. Interaksi langsung dengan alam, teman, dan lingkungan sekitar menjadi alternatif aktivitas yang lebih aktif.

“Dengan kegiatan belajar di luar kelas, mereka juga bisa mengurangi penggunaan gadget,” kata Rini.

Bagi siswa, pengalaman tersebut meninggalkan kesan tersendiri. Salah satunya, Kahfi, siswa kelas IV SDN 4 Penganjuran. Dia mengaku senang karena bisa melihat langsung sumber air sekaligus mencicipinya.

“Tadi di sini bisa lihat langsung sumber air itu dari mana, juga coba minum airnya, rasanya lebih segar dan dingin,” tuturnya.

Kegiatan itu menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis pengalaman bisa menjadi cara sederhana untuk membuat siswa lebih dekat dengan lingkungan. Sumber Gedor bukan hanya menjadi lokasi kunjungan, tetapi berubah menjadi kelas terbuka tempat siswa mengenal air, alam, sekaligus belajar tanpa bergantung pada layar gadget. (ray/sgt)

Editor : Ali Sodiqin
Wis Esa Sek Adi Sumber Gedor Gombengsari Banyuwangi SDN 4 Penganjuran wisata edukasi