Susu Kental Manis Sering Dianggap Bukan Susu, Ini Penjelasan dan Cara Konsumsinya

Rizki Anindiya Putri • Dipublikasikan Rabu, 9 September 2026 | 12:49 WIB
Susu kental manis tetap berbahan dasar susu sapi, tetapi penggunaannya berbeda dari susu cair dan lebih tepat digunakan sebagai pelengkap atau topping makanan dan minuman. (ChatGPT)
Susu kental manis tetap berbahan dasar susu sapi, tetapi penggunaannya berbeda dari susu cair dan lebih tepat digunakan sebagai pelengkap atau topping makanan dan minuman. (ChatGPT)

RADAR BANYUWANGI – Susu kental manis (SKM) masih menjadi bahan yang lazim digunakan dalam berbagai sajian, mulai dari roti, puding, hingga aneka minuman dan makanan pencuci mulut. Namun, produk yang identik dengan rasa manis tersebut juga kerap dianggap bukan susu.

Anggapan itu muncul karena karakter SKM memang berbeda dengan susu cair. Teksturnya lebih kental, rasanya jauh lebih manis, dan penggunaannya tidak sama dengan susu segar maupun susu UHT.

Lantas, apakah susu kental manis benar-benar bukan susu?

Penjelasan Dr. Maya melalui kanal YouTube Hidup Sehat tvOne menunjukkan bahwa anggapan tersebut tidak sepenuhnya tepat. SKM tetap merupakan produk olahan yang bahan dasarnya berasal dari susu sapi, tetapi mengalami proses pengolahan berbeda dari susu cair.

SKM Tetap Berasal dari Susu Sapi

Dr. Maya menjelaskan, kurang tepat jika susu kental manis disebut sama sekali bukan susu hanya karena karakter akhirnya berbeda dari susu cair.

“Sebetulnya enggak fair kalau dibilang dia bukan susu, karena bahan dasarnya kan tadi ya, susu sapi. Cuman pembuatannya yang berbeda,” jelas Dr. Maya.

Menurut penjelasan tersebut, susu mengalami proses penguapan atau evaporasi sebelum kemudian ditambahkan gula. Proses inilah yang menghasilkan tekstur lebih kental serta rasa manis yang menjadi ciri khas SKM.

Artinya, perbedaan antara SKM dan susu cair bukan terletak pada ada atau tidaknya bahan dasar susu, melainkan pada proses pengolahan dan komposisi produk akhirnya.

Karena itu, SKM tidak tepat dipahami sebagai produk yang identik dengan susu cair. Keduanya memiliki karakter, fungsi, dan cara penggunaan yang berbeda.

Mengapa SKM Tidak Diminum seperti Susu?

Perbedaan tersebut menjadi penting ketika berbicara mengenai cara konsumsi.

SKM lebih tepat digunakan sebagai bahan tambahan atau pelengkap makanan dan minuman. Kandungan gula tambahannya membuat produk ini tidak seharusnya diperlakukan sebagai minuman susu sehari-hari dengan cara dicampurkan air lalu diminum seperti susu cair.

Dr. Maya juga menegaskan bahwa SKM tidak dapat digunakan sebagai pengganti ASI maupun susu untuk bayi.

“Jelas enggak bisa. Apalagi kalau untuk baby atau anak-anak ya. Kalau baby, jelas yang paling bagus kan ASI (susu ibunya),” ujarnya.

Dengan demikian, masyarakat perlu membedakan antara istilah “berbahan dasar susu” dan “dapat menggantikan susu sebagai minuman atau sumber gizi utama”.

SKM termasuk produk berbahan dasar susu, tetapi bukan berarti penggunaannya sama dengan susu cair.

Lebih Tepat sebagai Pelengkap atau Topping

Dalam penggunaan sehari-hari, SKM dapat dimanfaatkan untuk menambah rasa pada berbagai makanan dan minuman.

Produk ini antara lain dapat digunakan sebagai topping pada es serut, es teler, puding, roti, serta beragam sajian lainnya.

“Adalah sesuatu untuk tambahan/topping. Tadi kan sudah sebut: es serut, es teler, taruh di atas puding, atau di atas roti,” kata Dr. Maya.

Penggunaan sebagai pelengkap tersebut lebih sesuai dengan karakter produk dibandingkan menjadikannya sebagai minuman susu dengan cara dilarutkan menggunakan air.

“Jangan diaduk dikasih air terus diminum dijadiin susu. Di situ salah kaprahnya sebetulnya,” jelasnya.

Memahami SKM agar Tidak Salah Penggunaan

Perdebatan mengenai apakah SKM merupakan susu atau bukan pada akhirnya perlu dilihat secara lebih proporsional.

Menyebut SKM sama sekali tidak memiliki hubungan dengan susu merupakan pemahaman yang kurang tepat karena produk tersebut memang berbahan dasar susu sapi. Namun, menyamakan SKM dengan susu cair juga tidak tepat karena proses pembuatan, komposisi, karakter, dan fungsi penggunaannya berbeda.

Pemahaman ini penting terutama bagi keluarga yang menggunakan SKM dalam berbagai sajian sehari-hari. Produk tersebut lebih tepat ditempatkan sebagai bahan tambahan atau topping, bukan sebagai pengganti ASI, susu untuk bayi, maupun sumber gizi utama yang dikonsumsi layaknya susu cair.

Bagi masyarakat, yang perlu diperhatikan bukan hanya nama produknya, tetapi juga kandungan, fungsi, serta petunjuk penggunaan yang tercantum pada kemasan.

Dengan memahami perbedaan tersebut, penggunaan SKM dapat dilakukan secara lebih tepat tanpa terjebak pada dua anggapan yang sama-sama keliru: bahwa SKM sama sekali bukan produk berbahan susu atau sebaliknya, bahwa SKM dapat diperlakukan persis seperti susu cair.

Editor : Lugas Rumpakaadi
Kesehatan Keluarga SKM susu sapi susu kental manis makanan dan minuman