124 Pendaftar B-Pro 2026 Masuk Tahap Psikotes, Siapa Bakal Lolos?

Sigit Hariyadi • Dipublikasikan Rabu, 9 September 2026 | 10:25 WIB
BERSALAMAN: Bupati Ipuk saat bertemu lulusan program beasiswa Banyuwangi Cerdas beberapa waktu lalu. (Dok Radar Banyuwangi)
ILUSTRASI: Bupati Ipuk saat bertemu lulusan program beasiswa Banyuwangi Cerdas beberapa waktu lalu. (Dok Radar Banyuwangi)

RADAR BANYUWANGI – Persaingan mendapatkan Beasiswa Banyuwangi Progresif (B-Pro) 2026 memasuki fase penentuan. Dari 613 pendaftar, hanya 124 orang yang berhasil melewati seleksi administrasi dan kini harus menuntaskan psikotes serta wawancara sebelum nama penerima beasiswa diumumkan pada akhir September 2026.

Psikotes bagi 124 calon penerima B-Pro tersebut digelar secara daring mulai Senin (7/9) hingga Rabu (9/9). Setelah itu, tahapan seleksi berlanjut ke tes wawancara yang dijadwalkan berlangsung Kamis (10/9) hingga Jumat (11/9).

Berbeda dengan psikotes yang dilakukan secara online, sesi wawancara dilaksanakan secara luring di Aula Kantor Dinas Pendidikan (Dispendik) Banyuwangi. Proses interview dimulai pukul 08.00 hingga selesai.

Rangkaian seleksi itu menjadi bagian penting untuk menentukan peserta yang dinilai paling layak menerima dukungan pendidikan melalui program B-Pro 2026. Pemkab Banyuwangi membuka program tersebut melalui sejumlah skema.

Di antaranya, jalur afirmasi bagi mahasiswa yang baru memasuki dunia perkuliahan. Ada pula beasiswa berlanjut bagi mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan. Selain itu, tersedia beasiswa khusus bagi dokter yang melanjutkan pendidikan ke jenjang spesialis.

Program beasiswa tersebut merupakan bagian dari komitmen Pemkab Banyuwangi memperluas akses pendidikan tinggi bagi putra-putri daerah. Sejak pertama digulirkan pada 2011 hingga 2025, tercatat sebanyak 3.920 mahasiswa telah menerima beasiswa untuk menempuh pendidikan di berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Program itu kembali dilanjutkan pada 2026 melalui Beasiswa Banyuwangi Progresif. Tingginya jumlah pendaftar menunjukkan minat masyarakat terhadap akses pembiayaan pendidikan tinggi masih besar.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan, pendidikan merupakan salah satu investasi penting dalam membangun kualitas sumber daya manusia (SDM) daerah.

“Pendidikan menjadi salah satu perhatian kami. Kami ingin anak-anak Banyuwangi memiliki kesempatan untuk bisa meraih pendidikan setinggi mungkin. Karena itu, program beasiswa terus kami lanjutkan dan kembangkan sesuai dengan kebutuhan,” ujar Ipuk.

Menurut Ipuk, beasiswa tidak semata-mata diberikan untuk membantu meringankan beban biaya pendidikan. Program tersebut juga diarahkan untuk membuka ruang lebih luas bagi generasi muda Banyuwangi dalam mengembangkan potensi dan kompetensi.

Sementara itu, Plt Kepala Dispendik Banyuwangi Alfian menjelaskan, dari total 613 pendaftar B-Pro 2026, sebanyak 124 orang dinyatakan lolos seleksi administrasi dan berhak mengikuti tahapan lanjutan.

“Penetapan penerima beasiswa sekaligus pengumuman hasil akhir seleksi dijadwalkan pada akhir September 2026,” kata Alfian.

Dengan demikian, perjalanan 124 peserta belum berakhir. Setelah melewati seleksi administrasi, mereka kini harus menunjukkan kesiapan psikologis dan kemampuan personal melalui dua tahapan berikutnya, yakni psikotes dan wawancara.

Bagi para pendaftar, rangkaian seleksi tersebut menjadi gerbang terakhir sebelum keputusan final ditetapkan. Bagi Pemkab Banyuwangi, proses itu menjadi bagian dari upaya memastikan beasiswa diberikan kepada penerima yang tepat dan mampu memanfaatkannya untuk meningkatkan kualitas diri sekaligus SDM daerah. (sgt)

Editor : Ali Sodiqin
pendidikan Banyuwangi Beasiswa B-Pro beasiswa Banyuwangi B-Pro 2026 Seleksi beasiswa