RADAR BANYUWANGI - Kabar bahwa mencampur nasi putih dengan beras merah, beras hitam, atau jagung dapat menyebabkan keracunan sempat membuat sebagian masyarakat ragu mencoba pola makan tersebut. Anggapan itu tidak tepat. Bagi orang sehat, mencampurkan beberapa sumber karbohidrat dalam satu menu pada dasarnya aman, selama porsinya sesuai kebutuhan.
Tren mencampur nasi putih dengan bahan pangan lain memang semakin mudah ditemui. Sebagian masyarakat memilih cara ini sebagai tahap awal mengurangi konsumsi nasi putih, terutama karena belum terbiasa dengan tekstur dan rasa beras merah atau beras hitam.
Pengalaman tersebut dirasakan Aqis. Ia sempat mencoba beralih sepenuhnya ke nasi merah karena ingin menjalani pola makan yang lebih sehat. Namun, teksturnya yang lebih pera membuatnya memilih mencampurnya dengan nasi putih.
“Awalnya aku mau coba beralih ke nasi merah karena ingin diet, tapi rasanya terlalu pera. Akhirnya tak campur sama nasi putih biar lebih enak, cuma kemarin sempat baca di medsos katanya malah bahaya buat lambung, jadi sempat bikin ragu,” ujar Aqis.
Benarkah Campur Nasi Bisa Menyebabkan Keracunan?
Kekhawatiran mengenai munculnya racun ketika dua jenis karbohidrat dimasak atau dikonsumsi bersamaan tidak memiliki dasar medis yang kuat.
Dalam penjelasan yang dikutip dari Kompas.com, Guru Besar Pangan dan Gizi IPB University, Prof. Dr. Ali Khomsan, menyatakan bahwa beras putih dapat dimasak bersama beras merah, beras hitam, maupun jagung. Berbagai sumber karbohidrat tersebut tidak menghasilkan reaksi berbahaya hanya karena dikonsumsi dalam satu menu.
Secara biologis, sistem pencernaan manusia juga mampu memproses berbagai jenis karbohidrat secara bersamaan. Karena itu, mencampurkan beras putih dengan sumber karbohidrat lain tidak serta-merta menyebabkan keracunan atau membuat zat gizi di dalam makanan hilang seluruhnya.
Kekhawatiran tersebut diduga muncul akibat informasi dari media sosial maupun pernyataan sejumlah pakar yang beredar tanpa konteks lengkap. Padahal, persoalan utamanya bukan pada larangan mencampur dua jenis beras, melainkan pada jumlah dan jenis karbohidrat yang dikonsumsi, terutama bagi orang dengan kondisi kesehatan tertentu.
Bisa Jadi Tahap Awal Mengurangi Nasi Putih
Dalam dunia pangan dan gizi, pencampuran beberapa jenis serealia atau biji-bijian dapat dikaitkan dengan konsep multi-grain rice. Cara tersebut memungkinkan masyarakat mendapatkan variasi bahan pangan tanpa harus langsung menghilangkan nasi putih dari menu sehari-hari.
Bagi orang yang baru mencoba beralih ke sumber karbohidrat dengan kandungan serat lebih tinggi, mencampurkan sebagian beras merah atau beras hitam dengan nasi putih dapat menjadi pilihan transisi. Rasa dan teksturnya cenderung lebih mudah diterima dibandingkan mengganti seluruh porsi nasi putih sekaligus.
Beras merah, beras hitam, dan jagung juga mempunyai karakteristik gizi yang berbeda dari beras putih. Salah satu perbedaannya adalah kandungan serat. Berdasarkan informasi kesehatan yang dirujuk dari Halodoc dan Alodokter, sejumlah sumber karbohidrat tersebut memiliki kandungan serat lebih tinggi dibandingkan nasi putih.
Serat merupakan salah satu komponen penting dalam pola makan. Konsumsi makanan berserat dapat membantu memperlambat proses pencernaan dan penyerapan karbohidrat, sehingga respons gula darah setelah makan dapat berbeda dibandingkan ketika mengonsumsi makanan dengan kandungan serat lebih rendah.
Bagaimana dengan Indeks Glikemik?
Nasi putih umumnya termasuk makanan dengan indeks glikemik relatif tinggi. Sementara itu, beras merah dan sejumlah biji-bijian utuh cenderung mempunyai indeks glikemik lebih rendah.
Mengganti sebagian nasi putih dengan sumber karbohidrat yang lebih kaya serat dapat membantu menghasilkan respons glikemik yang lebih baik dalam pola makan tertentu. Namun, efek tersebut tidak bisa disimpulkan hanya dari pencampuran dua jenis beras.
Jumlah makanan yang dikonsumsi, tingkat kematangan, metode pengolahan, jenis beras, serta lauk yang dimakan bersamaan juga dapat memengaruhi respons gula darah.
Sejumlah penelitian yang dirujuk dalam informasi tersebut menunjukkan bahwa penggantian sebagian serealia olahan dengan biji-bijian utuh berpotensi membantu pengendalian kadar gula darah dan mendukung kesehatan metabolik. Artinya, manfaat lebih tepat dilihat sebagai bagian dari pola makan secara keseluruhan, bukan sebagai efek ajaib dari mencampur nasi.
Siapa yang Perlu Lebih Memperhatikan Porsinya?
Meskipun pencampuran nasi putih dengan beras merah atau bahan pangan lain tidak otomatis berbahaya, bukan berarti semua orang dapat mengonsumsinya tanpa memperhatikan porsi.
Peneliti pangan Prof. Dr. Ir. Ali Zum Mashar menjelaskan bahwa pembatasan karbohidrat menjadi perhatian khusus bagi orang dengan diabetes berat atau mereka yang sedang menjalani diet ketat dengan pengurangan asupan karbohidrat.
Dalam kondisi tersebut, mencampurkan nasi putih dalam jumlah besar dengan beras merah tidak otomatis membuat kandungan karbohidrat menjadi rendah. Porsi keseluruhan tetap perlu diperhitungkan sesuai kebutuhan dan anjuran tenaga kesehatan.
Sementara bagi orang sehat maupun mereka yang berada pada kondisi pradiabetes, mencampurkan sebagian nasi putih dengan sumber karbohidrat yang lebih tinggi serat dapat menjadi salah satu cara bertahap untuk memperbaiki pola makan.
Cara Memasak agar Nasi Matang Merata
Masyarakat yang ingin mencoba campuran nasi putih dan beras merah juga perlu memperhatikan proses memasaknya. Karakter setiap bahan berbeda sehingga kebutuhan air dan waktu pengolahannya tidak selalu sama.
Beras merah dan beras hitam umumnya membutuhkan waktu lebih lama untuk melunak dibandingkan beras putih. Jagung juga mempunyai karakter tersendiri, tergantung bentuk dan jenis bahan yang digunakan.
Perendaman sebelum memasak dapat membantu bahan yang lebih keras menjadi lebih lunak. Dengan demikian, beras putih dan bahan campurannya memiliki peluang lebih besar untuk matang secara merata.
Takaran air juga sebaiknya disesuaikan dengan komposisi campuran. Jika jumlah beras merah atau beras hitam lebih banyak, kebutuhan air dapat berbeda dibandingkan ketika hanya ditambahkan dalam jumlah kecil ke nasi putih.
Bagi masyarakat Banyuwangi yang sedang mencoba mengubah pola makan, mencampur nasi putih dengan beras merah, beras hitam, atau jagung dapat menjadi salah satu langkah sederhana. Tidak perlu langsung mengganti seluruh porsi nasi putih jika perubahan tersebut justru membuat pola makan sulit dipertahankan.
Persoalan kesehatan bukan terletak pada boleh atau tidaknya dua jenis karbohidrat berada dalam satu piring. Yang lebih penting adalah kualitas bahan pangan, jumlah yang dikonsumsi, keberagaman menu, serta kesesuaiannya dengan kondisi kesehatan masing-masing.
Editor : Lugas Rumpakaadi