Sering Perih atau Makin Berminyak? Ini Cara Memilih Sunscreen Sesuai Kondisi Kulit

Shinta Ayu Rahma Wardani • Dipublikasikan Selasa, 8 September 2026 | 09:54 WIB
Memilih sunscreen perlu disesuaikan dengan kondisi dan kenyamanan kulit. Physical, chemical, dan hybrid sunscreen memiliki karakter yang berbeda. (ChatGPT)
Memilih sunscreen perlu disesuaikan dengan kondisi dan kenyamanan kulit. Physical, chemical, dan hybrid sunscreen memiliki karakter yang berbeda. (ChatGPT)

RADAR BANYUWANGI - Sunscreen seharusnya menjadi pelindung kulit dari paparan sinar ultraviolet. Namun, pada sebagian orang, pemakaiannya justru dapat diikuti rasa perih, kemerahan, wajah terasa semakin berminyak, atau munculnya masalah pada pori-pori.

Persoalannya tidak selalu terletak pada kebiasaan menggunakan sunscreen. Bisa jadi, jenis sunscreen yang dipilih memang kurang sesuai dengan kondisi kulit.

Di pasaran, sunscreen umumnya dikenal dalam dua kelompok utama, yakni physical sunscreen atau mineral sunscreen dan chemical sunscreen. Keduanya sama-sama digunakan untuk melindungi kulit dari radiasi ultraviolet, tetapi memiliki mekanisme kerja, tekstur, serta karakter yang berbeda.

Memahami perbedaan tersebut dapat membantu seseorang memilih sunscreen berdasarkan kebutuhan kulit, bukan sekadar mengikuti tren perawatan wajah.

Physical sunscreen bekerja di permukaan kulit

Physical sunscreen yang kini juga banyak disebut mineral sunscreen menggunakan filter seperti Zinc Oxide dan Titanium Dioxide. Jenis ini bekerja dengan membentuk lapisan perlindungan di permukaan kulit.

Menurut dr. Giovanni Abraham, mekanisme tersebut membuat physical sunscreen memberikan perlindungan segera setelah diaplikasikan.

"Physical sunscreen bekerja sebagai pelindung di bagian luar saja. Karena sistem kerjanya hanya melapis di permukaan, begitu dioleskan, perlindungannya langsung aktif detik itu juga," ujar dr. Giovanni.

Salah satu karakter yang membuat sunscreen mineral menarik adalah stabilitas formulanya. Jenis ini juga dinilai memiliki risiko iritasi yang relatif minim sehingga dapat menjadi pilihan bagi pemilik kulit yang mudah mengalami reaksi.

Zinc Oxide yang digunakan dalam physical sunscreen juga memiliki sifat antiinflamasi. Dalam konteks perawatan kulit, kandungan tersebut dapat membantu menenangkan peradangan sehingga jenis sunscreen ini dapat dipertimbangkan oleh orang yang memiliki kulit sensitif atau sedang mengalami jerawat aktif.

Namun, ada konsekuensi dari karakter tersebut. Physical sunscreen cenderung memiliki tekstur yang lebih pekat dan berat dibandingkan beberapa formula chemical sunscreen.

Efek white cast juga menjadi salah satu keluhan yang mungkin muncul. Lapisan putih tersebut dapat membuat warna kulit, terutama kulit sawo matang, terlihat keabu-abuan.

Selain itu, sisa sunscreen perlu dibersihkan dengan baik setelah beraktivitas. Pembersihan yang kurang optimal dapat membuat produk menumpuk dan meningkatkan risiko pori-pori tersumbat.

Chemical sunscreen menawarkan tekstur lebih ringan

Berbeda dengan sunscreen mineral, chemical sunscreen menggunakan filter berbasis senyawa organik. Dalam bahan yang digunakan pada produk jenis ini terdapat senyawa seperti Avobenzone, Oxybenzone, dan Octisalate.

Chemical sunscreen bekerja dengan menyerap radiasi ultraviolet melalui filter kimia. Energi dari radiasi tersebut kemudian diubah menjadi panas dan dilepaskan keluar dari tubuh.

Karakter utama chemical sunscreen berada pada teksturnya. Jenis ini umumnya lebih ringan, mudah diratakan, transparan, dan nyaman digunakan sebelum makeup.

Bagi orang yang tidak menyukai sunscreen dengan sensasi berat atau lengket, formula seperti ini dapat menjadi pilihan yang lebih nyaman.

Meski demikian, kulit yang mudah bereaksi perlu mendapat perhatian. Mekanisme pelepasan panas pada chemical sunscreen dapat memicu kemerahan pada sebagian orang dengan kulit reaktif.

Chemical sunscreen juga disebut membutuhkan waktu sekitar 15-20 menit untuk meresap sebelum siap memberikan perlindungan.

Kulit berminyak bisa mempertimbangkan tekstur gel

Kondisi kulit juga dapat menjadi pertimbangan ketika memilih sunscreen. Bagi pemilik kulit yang mudah mengilap atau terasa lepek, chemical sunscreen dengan tekstur gel dapat memberikan sensasi pemakaian yang lebih ringan.

dr. Giovanni Abraham menjelaskan pilihan tersebut dalam unggahan di akun TikTok pribadinya.

"Ini cocok buat kamu yang wajahnya biasanya oily dan kamu nggak mau pakai sunscreen yang bikin kulit kamu semakin berminyak. Cari yang bentuknya gel, itu biasanya 100% chemical sunscreen," ujar dr. Gio.

Dengan demikian, pemilihan sunscreen tidak semata-mata ditentukan oleh label physical atau chemical. Tekstur dan kenyamanan ketika digunakan sehari-hari juga perlu diperhatikan.

Bagaimana dengan kulit sensitif?

Untuk orang dengan kulit yang mudah perih atau reaktif, physical sunscreen dapat menjadi salah satu pilihan yang patut dipertimbangkan.

Dalam unggahan yang sama, dr. Giovanni menyoroti penggunaan sunscreen mineral bagi pemilik kulit sensitif.

"Buat orang yang punya kulit sensitif, yang pakai sunscreen gimana pun perih, ini harusnya cocok buat kamu," tegasnya.

Karakter mineral sunscreen yang berada di permukaan kulit membuatnya dapat menjadi alternatif bagi orang yang merasa tidak nyaman dengan jenis sunscreen tertentu.

Namun, respons kulit setiap orang tetap dapat berbeda. Jika setelah menggunakan suatu produk muncul rasa perih atau reaksi yang mengganggu, pengguna perlu memperhatikan kembali formula dan kondisi kulitnya.

Ada juga sunscreen hybrid

Selain physical dan chemical sunscreen, terdapat pula sunscreen hybrid yang menggabungkan filter fisik dan kimia dalam satu formula.

Jenis ini berupaya memadukan karakter kedua kelompok sunscreen. Menurut dr. Giovanni, keunggulan sunscreen hybrid berada pada efektivitas sekaligus kenyamanan penggunaannya.

Karena itu, hybrid dapat menjadi alternatif bagi orang yang menginginkan kombinasi karakter dari sunscreen mineral dan chemical.

Jangan memilih sunscreen hanya karena sedang tren

Memilih sunscreen sebaiknya tidak berhenti pada pertanyaan apakah sebuah produk sedang populer atau banyak digunakan. Kondisi kulit, tekstur yang nyaman, serta respons kulit setelah pemakaian merupakan pertimbangan yang tidak kalah penting.

Pemilik kulit sensitif dapat mempertimbangkan sunscreen mineral, sementara orang dengan kulit berminyak mungkin lebih nyaman dengan formula chemical bertekstur gel. Bagi yang menginginkan karakter keduanya, sunscreen hybrid dapat menjadi alternatif.

Sunscreen yang paling tepat bukan sekadar yang memiliki klaim menarik pada kemasan, melainkan yang sesuai dengan kebutuhan kulit dan nyaman digunakan secara konsisten.

Memahami perbedaan physical, chemical, dan hybrid sunscreen membuat pilihan perawatan kulit menjadi lebih rasional. Dengan begitu, sunscreen dapat ditempatkan bukan hanya sebagai bagian dari rutinitas kecantikan, tetapi sebagai salah satu langkah perlindungan kulit dari paparan sinar ultraviolet.

Editor : Lugas Rumpakaadi
physical sunscreen chemical sunscreen sunscreen kulit sensitif sunscreen kulit berminyak perawatan kulit