Kucing Sering Menutup Mata Perlahan Saat Menatapmu? Ini Arti Slow Blink

Nabella Anastasya Pratiwi • Dipublikasikan Jumat, 4 September 2026 | 14:37 WIB
Seekor kucing melakukan slow blink saat berinteraksi dengan manusia. Kedipan lambat dapat menjadi bagian dari komunikasi visual yang menunjukkan suasana interaksi positif. (Pexels/Tung Nguyen)
Seekor kucing melakukan slow blink saat berinteraksi dengan manusia. Kedipan lambat dapat menjadi bagian dari komunikasi visual yang menunjukkan suasana interaksi positif. (Pexels/Tung Nguyen)

RADAR BANYUWANGI - Pernah melihat kucing peliharaan menatap Anda, kemudian perlahan menutup kedua matanya? Sekilas, gerakan itu terlihat seperti tanda bahwa kucing sedang mengantuk. Namun, kedipan lambat atau slow blink ternyata dapat menjadi bagian dari cara kucing berkomunikasi dengan manusia.

Perilaku tersebut cukup sering terlihat ketika kucing berada dalam suasana tenang. Mata yang semula terbuka perlahan menyipit, kemudian tertutup sesaat sebelum kembali terbuka. Bagi pemilik kucing, gerakan kecil ini bisa menjadi salah satu petunjuk bahwa hewan peliharaannya merasa nyaman berada di dekatnya.

Dalam komunikasi kucing, kontak mata memiliki peranan penting. Menutup mata di hadapan sosok lain berarti kucing untuk sementara mengurangi kewaspadaannya. Karena itu, ketika seekor kucing melakukan slow blink kepada manusia dalam situasi santai, perilaku tersebut dapat menjadi sinyal positif dalam interaksi.

Apa Itu Slow Blink pada Kucing?

Slow blink merupakan gerakan memejamkan mata secara perlahan yang dilakukan kucing ketika berinteraksi dengan individu lain. Gerakan ini berbeda dari kedipan biasa karena berlangsung lebih lambat dan biasanya terjadi ketika kucing berada dalam kondisi relatif rileks.

Perilaku tersebut menarik perhatian para peneliti karena tidak hanya ditemukan dalam interaksi antarkucing. Kucing juga dapat melakukan kedipan lambat ketika berhadapan dengan manusia.

Artinya, gerakan sederhana pada mata dapat menjadi bagian dari komunikasi visual antara dua spesies yang hidup berdampingan.

Penelitian Menunjukkan Ada Respons Positif

Makna slow blink bukan semata-mata berasal dari pengamatan para pemilik kucing. Penelitian yang melibatkan peneliti dari University of Sussex, Inggris, turut mengkaji perilaku tersebut dalam interaksi antara kucing dan manusia.

Studi yang dipimpin psikolog Prof. Karen McComb bersama Dr. Tasmin Humphrey dan dipublikasikan dalam jurnal Scientific Reports menemukan adanya hubungan antara interaksi melalui kedipan lambat dan respons positif kucing terhadap manusia.

Penelitian tersebut membuat slow blink kerap dianalogikan sebagai semacam “senyuman versi kucing” atau feline smile. Istilah tersebut sebaiknya dipahami sebagai perumpamaan untuk menggambarkan sinyal sosial yang tampak positif, bukan berarti kucing benar-benar tersenyum dengan mekanisme yang sama seperti manusia.

Dengan demikian, ketika kucing memejamkan mata secara perlahan saat menatap pemiliknya, perilaku itu dapat menunjukkan bahwa interaksi tersebut berlangsung dalam suasana yang relatif aman dan tidak mengancam.

Apakah Slow Blink Selalu Berarti Kucing Percaya?

Tidak selalu. Bahasa tubuh kucing perlu dibaca secara keseluruhan, bukan berdasarkan satu gerakan saja.

Kucing yang melakukan slow blink sambil menunjukkan tubuh rileks, telinga dalam posisi normal, serta tetap berada di dekat manusia kemungkinan sedang merasa nyaman. Sebaliknya, jika kucing menunjukkan tanda stres seperti tubuh menegang, telinga mendatar, ekor bergerak agresif, atau berusaha menjauh, pemilik sebaiknya memberikan ruang.

Karena itu, slow blink lebih tepat dipahami sebagai salah satu indikator dalam komunikasi kucing, bukan ukuran mutlak tingkat kepercayaan.

Kepercayaan sendiri biasanya terbentuk secara bertahap. Kucing yang semakin nyaman dengan seseorang dapat mulai menunjukkan perilaku lain, seperti tidur di dekat pemilik, tidak langsung melarikan diri ketika didekati, mencari perhatian, atau bersedia melakukan kontak fisik tanpa menunjukkan tanda tertekan.

Mengapa Kucing Sering Memejamkan Mata Saat Dielus?

Sebagian pemilik mungkin juga memperhatikan kucing memejamkan mata ketika bagian kepala, pipi, atau dagunya dielus. Area wajah kucing memiliki sejumlah kelenjar yang berkaitan dengan komunikasi berbasis aroma.

Kucing menggunakan aroma tubuh sebagai salah satu cara untuk mengenali lingkungan dan menandai objek atau individu yang dianggap familiar. Karena itu, interaksi berupa elusan lembut di area yang disukai kucing dapat menjadi bagian dari pengalaman yang menenangkan bagi hewan tersebut.

Meski demikian, respons setiap kucing berbeda. Ada kucing yang menikmati sentuhan di bagian dagu atau pipi, sementara kucing lain mungkin tidak menyukainya. Pemilik sebaiknya memperhatikan respons tubuh hewan dan tidak memaksakan kontak fisik.

Bagaimana Cara Membalas Slow Blink?

Jika kucing melakukan slow blink, pemilik dapat mencoba membalas dengan cara yang sama. Tatap kucing dengan lembut, kemudian perlahan pejamkan mata selama sesaat sebelum membukanya kembali.

Tidak perlu mendekat secara tiba-tiba atau langsung menggendong kucing. Biarkan hewan tersebut menentukan apakah ia ingin melanjutkan interaksi.

Cara sederhana ini dapat menjadi bagian dari interaksi positif antara manusia dan kucing. Yang terpenting bukan sekadar meniru gerakan matanya, melainkan menciptakan suasana yang tenang dan tidak membuat kucing merasa terancam.

Editor : Lugas Rumpakaadi
Fakta Kucing slow blink kucing perilaku kucing bahasa tubuh kucing komunikasi kucing dan manusia