RadarBanyuwangi.id – Mengawali bulan September Banyuwangi Sea Turtle Foundation (BSTF) terus menggiatkan kegiatan konservasi Penyu di Banyuwangi.
Walau musim menetas sudah mulai berkurang, para relawan masih bersemangat untuk menularkan edukasi kepada generasi penerus.
Dan kali ini bersama Bhakti BCA.
Kamis (3/9/2026) sore Pantai Pulau Santen mulai ramai oleh pengunjung yang ingin menikmati suasana pantai.
Tidak lama berselang, berduyun duyun datang pengunjung anak-anak mengenakan seragam olah raga.
Ada yang berwarna putih – hijau dan ada yang abu-abu – hijau.
Mereka berkumpul di sekitar paseban yang tersedia di tempat wisata Pulau Santen.
Sekitar 100 siswa dari dua sekolah.
Yakni Sekolah Dasar Islam (SDI) Al Khairiyah dan SDI Al Irsyad Al Islamiyah.
Mereka masih duduk di kelas 4 dan 5.
Oleh para relawan dikenalkan 4 Jenis Penyu yang ada di Banyuwangi, makanan Penyu, beberapa predator atau pemangsa Penyu hingga kenapa tidak boleh memelihara Penyu.
Penyu merupakan hewan dilindungi, oleh sebab itu tidak boleh memelihara, memperjual belikan bahkan memakan telur Penyu.
Dan tidak lupa pesan penting bagi siswa adalah tidak boleh membuang sampah disembarang tempat.
Selanjutnya, mereka para siswa tersebut diajak untuk melepasliarkan langsung Tukik, anak Penyu ke laut.
Tukik tersebut merupakan hasil penetasan INTAN ruang yang merupakan inovasi BSTF dengan dukungan penuh dari Bhakti BCA.
Ada 100 ekor Tukik yang dilepas pada sore itu, tampak sorak sorai siswa saat Tukik dengan tergesa-gesa menuju laut.
Perlu diketahui Bhakti BCA yang peduli terhadap lingkungan sejak 2014 telah mendukung kegiatan konservasi dan pelestarian Penyu di Banyuwangi.
Berkat Bhakti BCA, tahun ini BSTF berhasil menetaskan 21.500 butir telur Penyu.
Dan tahun ini pula ada 3 sekolah yang menjadi sasaran untuk edukasi konservasi Penyu.
Harapannya tiap tahun program ini akan berlanjut terus.
Editor : Gerda Sukarno Prayudha