RADAR BANYUWANGI – Sekitar 50 guru TK se-Kecamatan Glagah tidak hanya mendapat materi di ruang kelas. Mereka diajak menelusuri perjalanan air dari sumber hingga menjadi air yang mengalir ke rumah warga Banyuwangi melalui program Wis Esa Sek Adi di kawasan Sumber Gedor, Kelurahan Gombengsari, Kecamatan Kalipuro, Kamis (3/9).
Kegiatan tersebut menjadi pengalaman langsung bagi para guru untuk memahami bagaimana air yang digunakan masyarakat dikelola sebelum didistribusikan kepada pelanggan Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PUDAM) Banyuwangi.
Di kawasan Sumber Gedor, para peserta melihat sumber air yang dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Dari titik itu, mereka mendapat penjelasan mengenai tahapan pengolahan hingga pendistribusian air.
Bagi para guru, pengalaman tersebut tidak sekadar menambah pengetahuan. Mereka juga mendapat gambaran utuh mengenai perjalanan air yang selama ini digunakan masyarakat setiap hari.
Ketua Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI) Kecamatan Glagah Sugiarti mengatakan, kegiatan Wis Esa Sek Adi memberikan pengalaman baru bagi para guru. Mereka bisa melihat secara langsung sumber air yang nantinya dimanfaatkan dan dialirkan kepada masyarakat.
"Kami senang bisa melihat langsung sumber air yang nantinya digunakan atau dialirkan ke masyarakat," ujar Sugiarti.
Menurut dia, kesempatan tersebut juga membuka ruang bagi guru untuk memahami proses pengolahan air secara lebih detail. Para peserta dapat bertanya langsung mengenai tahapan yang dilalui air sejak dari sumber hingga akhirnya bisa digunakan di rumah-rumah warga.
"Kami juga bisa bertanya tentang bagaimana proses air, bagaimana bisa sampai ke rumah masyarakat," katanya.
Jadi Bekal Edukasi untuk Anak
Sugiarti berharap program edukasi seperti Wis Esa Sek Adi tidak berhenti pada kegiatan kali ini. Menurutnya, program tersebut bisa dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan peserta didik sejak jenjang Kelompok Bermain (KB) hingga TK.
Dengan cara itu, pengetahuan mengenai air tidak hanya berhenti di kalangan guru. Anak-anak juga dapat dikenalkan sejak dini mengenai pentingnya sumber air, proses pengolahan, serta bagaimana air bisa sampai ke rumah.
Edukasi secara langsung dinilai dapat membuat materi lebih mudah dipahami karena peserta tidak hanya menerima penjelasan, tetapi melihat sendiri objek dan proses yang dipelajari.
Sementara itu, Untung, salah satu pemateri Wis Esa Sek Adi dari PUDAM Banyuwangi, menjelaskan materi mengenai siklus produksi air yang dikelola PUDAM.
Materi dimulai dari air yang berasal dari sumber, kemudian melewati tahapan pengolahan sebelum masuk ke sistem distribusi dan akhirnya diterima pelanggan.
"Materinya yang diberikan tentang siklus proses produksi air PUDAM dari sumber sampai ke pelanggan melalui sistem klorinasi," jelas Untung.
Melalui kegiatan tersebut, para guru diajak memahami bahwa air yang keluar dari keran rumah warga melalui rangkaian proses panjang. Mulai dari pemanfaatan sumber air, pengolahan, hingga distribusi kepada pelanggan.
Wis Esa Sek Adi pun menjadi ruang pembelajaran di luar kelas. Bagi guru TK, pengalaman itu bisa menjadi bekal untuk mengenalkan perjalanan air dan pentingnya menjaga sumber daya air kepada anak-anak sejak usia dini. (ray/sgt)
Editor : Ali Sodiqin