RADAR BANYUWANGI - Menyemprotkan parfum ketika bau badan mulai muncul mungkin terasa seperti solusi cepat.
Aroma harum memang dapat menutupi bau untuk sementara, tetapi parfum tidak ditujukan untuk mengatasi sumber bau badan.
Di sinilah perbedaan antara deodoran dan parfum menjadi penting.
Deodoran dirancang untuk membantu mengendalikan bau pada area tubuh tertentu, sedangkan parfum terutama digunakan untuk memberikan aroma wangi.
Karena itu, keduanya tidak sepenuhnya dapat saling menggantikan.
Mengapa keringat bisa menimbulkan bau?
Keringat bukan satu-satunya penyebab munculnya bau badan.
Aroma tidak sedap berkaitan dengan proses ketika bakteri di permukaan kulit memecah komponen tertentu dari keringat dan menghasilkan senyawa yang berbau.
Area ketiak menjadi salah satu bagian tubuh yang rentan mengalami persoalan tersebut karena memiliki kelenjar apokrin.
Sekresi dari kelenjar ini dapat berinteraksi dengan mikroorganisme yang berada di permukaan kulit sehingga menghasilkan aroma khas yang oleh banyak orang dianggap sebagai bau badan.
Karena itu, mengatasi bau badan tidak cukup hanya dengan menambahkan aroma wangi dari parfum.
Apa perbedaan deodoran dan parfum?
Kajian Matthew J. Zirwas dan Jessica Moennich yang diterbitkan dalam Journal of Clinical and Aesthetic Dermatology menjelaskan bahwa deodoran dan antiperspiran memiliki fungsi berbeda.
Deodoran digunakan untuk mengendalikan bau, sedangkan antiperspiran ditujukan untuk mengurangi jumlah keringat yang dihasilkan.
Keduanya juga dapat ditemukan dalam satu produk.
Dalam kajian tersebut, deodoran disebut bekerja melalui dua mekanisme, yakni membantu mengurangi jumlah bakteri yang menghasilkan senyawa berbau dan menggunakan wewangian untuk menutupi aroma yang muncul.
Artinya, konsumen perlu memperhatikan jenis produk yang digunakan.
Produk yang hanya berfungsi sebagai pewangi tentu memiliki tujuan berbeda dengan produk yang diformulasikan untuk membantu mengendalikan bau badan.
Mengapa parfum bukan solusi utama?
Parfum bekerja terutama melalui aroma.
Ketika disemprotkan pada tubuh, molekul wewangian memberikan bau khas yang dapat membuat seseorang merasa lebih harum.
Namun, parfum tidak dirancang untuk menggantikan fungsi deodoran.
Jika parfum digunakan langsung ketika bau badan sudah muncul, aroma wewangian dapat bercampur dengan bau yang sudah ada.
Hasil akhirnya belum tentu lebih segar dan dalam kondisi tertentu justru bisa terasa lebih menyengat.
Karena itu, menggunakan parfum sebaiknya dipandang sebagai langkah tambahan untuk memberikan aroma, bukan sebagai cara utama untuk mengatasi bau badan.
Bagaimana menggunakan deodoran dan parfum dengan tepat?
Penggunaan keduanya dapat dilakukan secara berurutan.
Langkah pertama adalah membersihkan tubuh, terutama area ketiak, kemudian mengeringkannya dengan baik.
Deodoran dapat digunakan pada area ketiak yang bersih dan kering sesuai petunjuk pada kemasan.
Setelah produk terserap atau mengering, parfum dapat digunakan secukupnya pada area yang sesuai, misalnya leher atau pergelangan tangan.
Dengan cara tersebut, kedua produk menjalankan fungsi masing-masing.
Deodoran membantu mengendalikan bau pada area yang membutuhkan, sementara parfum memberikan aroma tambahan.
Pengguna juga sebaiknya tidak berlebihan dalam mengaplikasikan wewangian.
Aroma yang terlalu kuat tidak selalu berarti tubuh lebih segar.
Perhatikan reaksi kulit
Meskipun deodoran dan antiperspiran merupakan produk yang umum digunakan, sebagian orang dapat mengalami iritasi atau sensitisasi terhadap bahan tertentu.
Kajian Zirwas dan Moennich mencatat bahwa reaksi iritasi dan dermatitis kontak alergi merupakan efek yang dapat terjadi pada penggunaan produk tersebut.
Jika muncul kemerahan, rasa terbakar, gatal, atau keluhan kulit lain setelah menggunakan suatu produk, pengguna sebaiknya menghentikan pemakaian dan mempertimbangkan konsultasi dengan tenaga medis apabila keluhan menetap atau memburuk.
Pada akhirnya, menjaga tubuh tetap segar bukan sekadar persoalan memilih aroma parfum yang paling kuat.
Memahami penyebab bau badan dan fungsi masing-masing produk justru menjadi langkah yang lebih tepat.
Deodoran dan parfum dapat digunakan bersama, tetapi keduanya memiliki pekerjaan yang berbeda.
Dengan tubuh yang bersih, penggunaan produk yang sesuai, dan pemakaian wewangian secara wajar, kenyamanan saat menjalani aktivitas sehari-hari dapat lebih terjaga.
Editor : Lugas Rumpakaadi