RADAR BANYUWANGI – Baru selesai makan siang, tetapi mata terasa berat, tubuh lemas, dan konsentrasi mendadak menurun?
Kondisi seperti ini cukup sering dirasakan setelah makan dan dikenal sebagai food coma atau postprandial somnolence.
Rasa kantuk tersebut tidak selalu sekadar tanda bahwa seseorang terlalu kenyang.
Makanan yang dikonsumsi, terutama yang tinggi karbohidrat olahan dan gula, dapat memengaruhi kadar glukosa serta respons hormon tubuh setelah makan.
Ketika karbohidrat dicerna, tubuh mengubahnya menjadi glukosa yang kemudian masuk ke aliran darah.
Peningkatan kadar glukosa merangsang pankreas untuk mengeluarkan insulin untuk membantu tubuh menggunakan dan menyimpan energi tersebut.
Perubahan metabolisme setelah makan inilah yang pada sebagian orang dapat diikuti oleh rasa lelah dan mengantuk.
Efek tersebut juga dapat semakin terasa setelah mengonsumsi makanan dalam jumlah besar.
Selain perubahan glukosa dan insulin, proses tersebut berkaitan dengan berbagai mekanisme di dalam tubuh, termasuk ketersediaan triptofan di otak.
Triptofan merupakan bahan yang digunakan tubuh untuk membentuk serotonin dan melatonin, dua senyawa yang berkaitan dengan rasa rileks dan pengaturan tidur.
Karena itu, rasa kantuk setelah makan siang sebaiknya tidak langsung disimpulkan sebagai akibat “kekenyangan” semata.
Komposisi makanan, jumlah makanan, kondisi tubuh, hingga aktivitas setelah makan dapat ikut memengaruhinya.
Pegiat kebugaran Ade Rai juga membahas hubungan antara konsumsi karbohidrat, rasa lapar, dan perubahan gula darah dalam perbincangannya di kanal YouTube Raditya Dika.
“Penyebab daripada orang lapar adalah bukan karena karakter atau personalita dia, dan juga bukan karena dia belum makan, tapi karena dia baru habis makan karbo,” ujar Ade Rai.
Pernyataan tersebut menyoroti pengalaman yang mungkin dirasakan sebagian orang, yakni tubuh terasa kembali lemas atau lapar tidak lama setelah makan.
Namun, rasa lapar dan kantuk setelah makan memiliki mekanisme yang kompleks dan tidak semata-mata ditentukan oleh satu jenis makanan.
Ade Rai kemudian menjelaskan pandangannya mengenai perubahan gula darah setelah mengonsumsi karbohidrat.
“Ketika kita enggak makan karbo, gula darah kita sebenarnya stabil. Tapi ketika makan karbo, gula darahnya naik, diturunin sama insulin, makanya kenapa jadi ngantuk,” tambah Ade Rai.
Cara mengurangi rasa kantuk setelah makan siang
Bagi pekerja yang masih harus beraktivitas hingga sore, rasa kantuk setelah makan siang tentu dapat mengganggu konsentrasi.
Beberapa kebiasaan sederhana dapat diterapkan untuk membantu menjaga energi setelah makan.
Salah satunya adalah memperhatikan porsi karbohidrat.
Nasi putih dalam jumlah besar, mi, makanan yang banyak mengandung gula, serta minuman manis dapat dikurangi dan disesuaikan dengan kebutuhan tubuh.
Menu makan siang juga sebaiknya tidak hanya berisi sumber karbohidrat.
Sayuran dan sumber protein seperti ikan, ayam, tahu, atau tempe dapat menjadi bagian dari menu agar asupan nutrisi lebih seimbang.
Urutan makan juga dapat diperhatikan.
Mengawali makanan dengan sayuran dan sumber protein sebelum mengonsumsi makanan berkarbohidrat merupakan salah satu pendekatan yang dapat membantu mengendalikan respons glukosa setelah makan.
Namun, dampaknya dapat berbeda pada setiap orang.
Selain mengatur makanan, tubuh juga dapat diajak tetap aktif.
Jalan santai selama sekitar 10 menit setelah makan merupakan aktivitas ringan yang dapat membantu otot menggunakan glukosa sebagai sumber energi.
Kebutuhan cairan juga penting.
Air putih cukup membantu menjaga hidrasi, sementara kondisi kurang cairan dapat membuat tubuh terasa lebih lelah dan tidak nyaman.
Bukan berarti harus menghindari karbohidrat
Karbohidrat tetap merupakan salah satu sumber energi bagi tubuh.
Karena itu, munculnya rasa kantuk setelah makan tidak otomatis berarti seseorang harus menghilangkan karbohidrat dari menu sehari-hari.
Yang lebih penting adalah memperhatikan jenis, jumlah, serta kombinasi makanan.
Karbohidrat dapat dipadukan dengan protein dan serat, sementara porsi makanan disesuaikan dengan kebutuhan energi dan aktivitas masing-masing.
Jika rasa kantuk setelah makan muncul sesekali, kondisi tersebut dapat menjadi bagian dari respons tubuh setelah makan.
Namun, apabila rasa lelah atau mengantuk sangat berat, terjadi terus-menerus, atau disertai keluhan lain yang mengganggu aktivitas sehari-hari, kondisi tersebut sebaiknya tidak dianggap sebagai food coma semata dan perlu dikonsultasikan kepada tenaga kesehatan.
Pada akhirnya, memahami respons tubuh setelah makan dapat membantu seseorang menentukan kebiasaan yang lebih sesuai.
Mengatur porsi makanan, memperbanyak sayuran dan sumber protein, membatasi minuman manis, tetap bergerak setelah makan, serta menjaga asupan air putih dapat menjadi langkah sederhana agar energi dan konsentrasi tetap terjaga hingga sore hari.
Editor : Lugas RumpakaadiSumber : YouTube Raditya Dika