RADAR BANYUWANGI – Cerita tentang perjuangan dan kepahlawanan menjadi pintu masuk untuk mencari talenta seni dan calon aktor muda di Banyuwangi. Biro Apresiasi Festival & Budaya PARFI Jawa Timur bersama PARFI Kabupaten Banyuwangi menggelar Lomba Bercerita bertema Perjuangan & Pahlawan (Nasional/Daerah) di Terminal Pariwisata Terpadu Sobo, Jumat (28/8).
Bukan sekadar kompetisi bercerita, kegiatan tersebut dirancang sebagai ruang untuk menemukan potensi anak-anak Banyuwangi yang memiliki bakat di bidang seni peran, budaya, dan film.
Pesertanya berasal dari berbagai jenjang pendidikan. Mulai SD, hingga SLTP/SLTA/MTsN ikut ambil bagian dalam ajang tersebut.
Ketua pelaksana, Dr Sukanti Swastikawati, SH, MM, mengatakan Banyuwangi memiliki modal besar untuk melahirkan talenta kreatif baru. Selama ini, daerah berjuluk Bumi Blambangan tersebut dinilai telah memiliki banyak insan kreatif yang menghasilkan karya film dan karya seni lainnya.
Sejumlah karya bahkan telah meraih prestasi dalam berbagai festival film pendek, baik melalui agenda B-Fest maupun festival di daerah lain.
“Melalui lomba ini kita mencari anak-anak berbakat yang bisa menjadi calon aktor dan artis untuk produksi film mendatang. Anak-anak Banyuwangi yang memiliki potensi di bidang seni, budaya, dan film harus terus bangkit dan mengembangkan karya,” ujar Sukanti.
Cerita Pahlawan Jadi Panggung Talenta
Pemilihan tema perjuangan dan pahlawan bukan tanpa alasan.
Lewat cerita tokoh nasional maupun daerah, peserta tidak hanya dituntut mampu menyampaikan kisah di hadapan penonton. Mereka juga mendapatkan ruang untuk menunjukkan kemampuan ekspresi, penghayatan karakter, penguasaan panggung, serta cara membangun komunikasi melalui cerita.
Kemampuan tersebut menjadi modal dasar dalam seni pertunjukan maupun seni peran.
Karena itu, lomba ini sekaligus menjadi bagian dari upaya PARFI memperluas pencarian bakat di daerah.
Banyuwangi dinilai memiliki ekosistem kreatif yang terus berkembang. Kehadiran pelajar dari berbagai jenjang menjadi peluang untuk menemukan talenta yang sejak dini sudah menunjukkan ketertarikan terhadap dunia seni dan film.
Jika diasah secara konsisten, potensi tersebut dapat berkembang menjadi sumber daya kreatif baru bagi industri film dan budaya.
Kolaborasi untuk Lahirkan Talenta Baru
Kegiatan tersebut juga mendapat dukungan dari Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, termasuk organisasi perangkat daerah (OPD), khususnya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar).
Dukungan pemerintah daerah dinilai penting untuk membangun ruang kreatif yang berkelanjutan bagi generasi muda.
Menurut Sukanti, kolaborasi antara pelaku seni, PARFI, pemerintah daerah, dan masyarakat perlu terus diperkuat agar kegiatan serupa tidak berhenti sebagai agenda sesaat.
“Terima kasih kepada Pemkab Banyuwangi dan OPD, khususnya Disbudpar, yang telah memberikan apresiasi dan mendukung kegiatan ini. Kami berharap kolaborasi ini terus berkembang untuk melahirkan talenta-talenta baru dari Banyuwangi,” pungkasnya.
Pada akhirnya, Lomba Bercerita bertema pahlawan di Banyuwangi bukan hanya tentang siapa yang paling fasih mengisahkan perjuangan. Ajang tersebut menjadi cara PARFI membaca potensi generasi muda sekaligus membuka jalur bagi anak-anak berbakat untuk berkembang menjadi aktor, artis, dan pekerja kreatif di masa depan. (*)
Editor : Ali Sodiqin