RADAR BANYUWANGI - Laptop, tablet, dan ponsel membuat kegiatan mencatat materi pelajaran semakin cepat.
Informasi dapat disimpan dalam bentuk digital dan diakses kembali kapan saja.
Namun, di tengah kebiasaan belajar yang semakin dekat dengan teknologi, sebagian pelajar masih memilih mencatat menggunakan tangan.
Bagi mereka, mencatat bukan sekadar memindahkan materi dari buku atau layar ke dalam catatan.
Ada proses membaca, memahami, memilih informasi yang dianggap penting, lalu menuliskannya kembali.
Kebiasaan tersebut membuat kegiatan mencatat sekaligus menjadi bagian dari proses belajar.
Ketika harus menulis secara manual, pelajar tidak selalu dapat memindahkan seluruh materi begitu saja.
Mereka perlu menentukan bagian mana yang perlu dicatat dan mana yang cukup dipahami.
Tania, salah satu pelajar, mengatakan dirinya masih merasa lebih nyaman menggunakan catatan tulisan tangan ketika belajar.
“Kalau menulis tangan, lebih gampang diingat. Soalnya kita membaca sambil menulis, jadi lebih masuk,” ujar Tania.
Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa pilihan cara mencatat dapat berkaitan dengan kebiasaan belajar masing-masing pelajar.
Bagi sebagian orang, aktivitas menulis membuat mereka merasa lebih terlibat dengan materi yang sedang dipelajari.
Menulis tangan mendorong pelajar memilih informasi penting
Ketika mencatat menggunakan tangan, pelajar perlu menuliskan kembali informasi dengan kemampuan dan gaya mereka sendiri.
Tidak semua materi biasanya dituangkan secara utuh ke dalam buku catatan.
Mereka cenderung memilih kata, kalimat, atau poin yang dianggap penting.
Dari proses tersebut, pencatatan tidak hanya berfungsi sebagai cara menyimpan informasi, tetapi juga dapat menjadi kegiatan merangkum materi.
Prosesnya pun berlangsung secara bertahap.
Materi dibaca terlebih dahulu, kemudian dipahami sebelum bagian tertentu dituliskan.
Aktivitas tersebut membuat perhatian pelajar tetap tertuju pada informasi yang sedang dipelajari.
Bagi pelajar yang merasa lebih mudah memahami materi dengan cara tersebut, buku dan alat tulis masih menjadi perlengkapan belajar yang relevan meskipun perangkat digital semakin mudah digunakan.
Catatan digital unggul dalam kepraktisan
Di sisi lain, mencatat secara digital menawarkan kemudahan yang sulit diabaikan.
Materi dapat ditulis menggunakan laptop, tablet, maupun ponsel dan disimpan tanpa membutuhkan banyak ruang fisik.
Fitur salin dan tempel atau copy-paste juga membuat proses mencatat menjadi jauh lebih cepat.
Ketika informasi yang harus dikumpulkan cukup banyak, metode digital dapat menghemat waktu karena pengguna tidak perlu mengetik ulang seluruh materi secara manual.
Catatan digital juga lebih mudah dicari dan dibuka kembali.
Pelajar dapat menyimpan berbagai dokumen dalam satu perangkat sehingga materi pembelajaran lebih praktis untuk dibawa dan diakses.
Namun, kecepatan tersebut memiliki karakter yang berbeda dengan proses mencatat menggunakan tangan.
Ketika sebuah informasi dapat dipindahkan hanya dengan beberapa langkah, seseorang tidak selalu perlu menuliskan kembali materi dengan bahasanya sendiri.
Karena itu, kelebihan catatan digital lebih banyak terletak pada efisiensi dan kemudahan pengelolaan informasi, sedangkan tulisan tangan memberikan pengalaman mencatat yang lebih manual dan selektif.
Tidak harus memilih salah satu
Perbedaan tersebut membuat catatan digital dan tulisan tangan sebenarnya dapat digunakan sesuai kebutuhan.
Pelajar dapat memanfaatkan perangkat digital untuk menyimpan materi dalam jumlah besar, kemudian menggunakan tulisan tangan ketika ingin merangkum bagian yang perlu dipahami lebih mendalam.
Pilihan tersebut juga memungkinkan teknologi tetap digunakan tanpa sepenuhnya meninggalkan kebiasaan mencatat secara manual.
Di tengah perkembangan teknologi pendidikan, cara belajar setiap pelajar tetap dapat berbeda.
Ada yang lebih nyaman mengetik karena membutuhkan kecepatan, sementara yang lain merasa lebih terbantu ketika membaca dan menulis secara bersamaan.
Mencatat bukan hanya persoalan seberapa cepat sebuah informasi dapat dipindahkan ke dalam buku atau perangkat.
Bagi sebagian pelajar, proses memilih, merangkum, dan menuliskan kembali informasi justru menjadi bagian dari cara mereka memahami materi.
Di tengah kemudahan teknologi, kebiasaan menulis tangan belum kehilangan tempatnya.
Bukan karena catatan digital tidak praktis, melainkan karena keduanya menawarkan fungsi dan pengalaman belajar yang berbeda.
Editor : Lugas Rumpakaadi