RADAR BANYUWANGI – Peluang mahasiswa Universitas Dr. Soekardjo (UNIDSOE) Banyuwangi menembus pasar global semakin terbuka. Menteri Perdagangan (Mendag) RI Dr. Budi Santoso menawarkan akses pembinaan hingga jejaring pasar internasional melalui program Kampuspreneur.
Tawaran tersebut disampaikan Budi saat memberikan kuliah umum di Auditorium GBK UNIDSOE, Jumat (28/8). Program Kampuspreneur diarahkan untuk mendorong mahasiswa tidak hanya menjadi pencari kerja setelah lulus, tetapi berani membangun usaha dan menjadi eksportir.
Menariknya, mahasiswa tidak harus sudah memiliki produk sendiri. Mereka dapat berperan sebagai agregator dengan menggandeng pelaku UMKM yang memiliki produk potensial untuk dikembangkan ke pasar ekspor.
“Kalau anak-anak mahasiswa ini mungkin enggak punya barang, dia bisa menjadi semacam agregator. Agregator itu ya eksportirnya saja, kemudian mencari produk UMKM,” ujar Budi.
Kemendag siap mendampingi prosesnya dari hulu hingga hilir. Mulai mencari dan mengembangkan produk, memenuhi standardisasi, memperbaiki kemasan, hingga membuka akses kepada calon buyer.
Peluang tersebut semakin besar karena Kemendag memiliki jaringan perwakilan perdagangan Indonesia di 46 negara. Jaringan itu dapat dimanfaatkan untuk mempertemukan produk potensial dengan pasar internasional.
“Jadi kita akan bantu dari produknya, kemudian standardisasi, packaging, sampai nanti mencarikan buyer-nya,” tegas Budi.
Tak berhenti di pendampingan, UNIDSOE juga diajak tampil dalam Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 yang berlangsung 14–18 Oktober mendatang. Kemendag menyiapkan booth khusus Kampuspreneur bagi UNIDSOE untuk memamerkan produk mahasiswa maupun hasil pengembangan kampus.
Bagi mahasiswa, kesempatan tersebut menjadi pintu masuk untuk mengenal langsung ekosistem bisnis dan perdagangan internasional. Mereka dapat belajar bagaimana sebuah produk lokal dipersiapkan agar memiliki standar dan daya saing di pasar global.
Peluang itu sejalan dengan pengembangan UNIDSOE yang memiliki S1 Perdagangan Internasional dan S1 Manajemen Bisnis Internasional. Kampus juga menyiapkan Laboratorium Ekspor Impor dan Inkubator Bisnis untuk memperkuat pembelajaran berbasis praktik.
Rektor UNIDSOE Dr. Soekardjo menyampaikan terima kasih atas dukungan Kemendag, Pemkab Banyuwangi, dan seluruh pihak yang ikut mendorong perkembangan kampus.
Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi momentum bagi UNIDSOE untuk memperkuat ekosistem pendidikan, kewirausahaan, dan perdagangan internasional.
“Ini menjadi momentum penting bagi UNIDSOE untuk terus berkembang dan memberikan kontribusi bagi Banyuwangi,” ujarnya.
Dengan Kampuspreneur, Laboratorium Ekspor Impor, Inkubator Bisnis, serta peluang tampil di TEI, UNIDSOE kini memiliki jalur yang semakin konkret untuk menghubungkan mahasiswa dengan dunia usaha dan pasar internasional. (gas)
Editor : Ali Sodiqin