RADAR BANYUWANGI – Sebanyak 79 siswa sekolah dasar dari Gugus 3 Kecamatan Glagah, Banyuwangi, tidak sekadar belajar tentang air bersih dari buku. Mereka diajak melihat langsung sumber air melalui Program Wisata Edukasi Sejak Usia Dini (Wis Esa Sik Adi) di Sumber Gedor, Kelurahan Gombengsari, Kecamatan Kalipuro, Rabu (26/8). Dari sana, mereka belajar bahwa menjaga kualitas air berarti menjaga kesehatan dan kehidupan.
Kegiatan yang digelar Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PUDAM) Banyuwangi itu dirancang untuk mengenalkan pentingnya air bersih kepada anak-anak sejak usia sekolah. Suasana belajar pun dibuat lebih dekat dengan alam agar materi tidak berhenti sebagai teori di ruang kelas.
Sejak tiba di kawasan Sumber Gedor, antusiasme siswa terlihat. Mereka mengikuti materi yang disampaikan petugas PUDAM Banyuwangi mengenai kualitas air, sumber air yang aman, serta pentingnya menjaga lingkungan sekitar sumber air.
Salah satu pemateri Wis Esa Sik Adi dari PUDAM Banyuwangi, Nadia Hidayanti, mengatakan air bersih memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan. Karena itu, masyarakat perlu mengetahui kualitas air yang digunakan sekaligus memperhatikan asal sumbernya.
“Air bersih sangat penting bagi kesehatan kita. Untuk itu, sangat penting memperhatikan kualitas airnya serta dari mana asal air tersebut,” ujar Nadia.
Belajar Langsung di Sumber Air
Menurut Nadia, edukasi tentang air bersih perlu dikenalkan kepada anak-anak sejak dini. Pengetahuan tersebut diharapkan tidak hanya membuat siswa memahami manfaat air, tetapi juga menyadari pentingnya menjaga sumber air agar tetap lestari.
Pemilihan Sumber Gedor sebagai lokasi edukasi membuat proses belajar menjadi lebih kontekstual. Siswa tidak hanya mendengar penjelasan mengenai air, tetapi dapat menyaksikan langsung kawasan sumber air dan memahami kaitannya dengan kehidupan sehari-hari.
Bagi peserta, pengalaman tersebut menjadi pembelajaran yang berbeda. Materi yang biasanya diperoleh melalui buku atau penjelasan guru kini bisa mereka lihat secara langsung di lingkungan sumber air.
Salah satu guru SDN 3 Tamansuruh, Suwandi, menilai program tersebut layak dipertahankan dan dilanjutkan. Menurut dia, kegiatan Wis Esa Sik Adi bukan hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga dapat membangun kepedulian siswa terhadap kelestarian sumber daya air.
“Kalau saya perhatikan, program ini wajib dilanjutkan karena anak-anak bisa menghargai keberadaan air,” katanya.
Senang Bisa Belajar Sambil Bermain
Kesan serupa dirasakan siswa. Putra, siswa SDN 2 Kampunganyar, mengaku senang mengikuti kegiatan tersebut karena dapat belajar sekaligus bermain di kawasan sumber air.
Menurut dia, banyak pengetahuan baru yang diperoleh selama kegiatan. Bahkan, beberapa materi langsung dicatat agar tidak lupa.
“Banyak yang dipelajari. Saya catat semuanya, senang bisa belajar langsung di Sumber Gedor,” tandas Putra.
Melalui Wis Esa Sik Adi, edukasi air bersih sekaligus menjadi pengalaman langsung bagi generasi muda Banyuwangi. Pesan yang dibawa sederhana: air bukan sekadar sesuatu yang keluar dari keran, melainkan sumber kehidupan yang kualitas dan kelestariannya perlu dijaga bersama sejak sekarang. (ray/sgt)
Editor : Ali Sodiqin