RADAR BANYUWANGI - Anggapan bahwa makan es krim dapat langsung menyebabkan batuk atau flu masih cukup sering terdengar di masyarakat.
Makanan dingin kerap dihindari ketika seseorang sedang kurang enak badan karena dianggap bisa memperburuk kondisi.
Namun, anggapan tersebut tidak sepenuhnya tepat.
Flu pada dasarnya terjadi akibat infeksi virus.
Artinya, seseorang tidak terkena flu hanya karena mengonsumsi es krim atau makanan dan minuman dingin.
Begitu pula dengan batuk yang memiliki beragam pemicu, mulai dari infeksi, alergi, hingga iritasi pada saluran pernapasan.
Dengan demikian, es krim bukan penyebab langsung seseorang terserang flu.
Konsumsi makanan dingin juga tidak otomatis membuat seseorang mengalami batuk.
Meski demikian, kondisi tenggorokan setiap orang berbeda sehingga respons setelah mengonsumsi es krim pun dapat beragam.
Pada orang yang sedang mengalami radang tenggorokan atau memiliki tenggorokan sensitif, suhu dingin dari es krim dapat menimbulkan rasa kurang nyaman.
Sebagian orang bahkan dapat merasakan batuk menjadi lebih sering atau tenggorokan terasa semakin mengganggu setelah mengonsumsi makanan dingin.
Kondisi tersebut bukan berarti es krim menjadi sumber penyebab penyakit.
Rasa tidak nyaman lebih berkaitan dengan kondisi saluran pernapasan yang sedang dialami seseorang.
Karena itu, penting untuk membedakan antara makanan yang memicu rasa tidak nyaman dan makanan yang menjadi penyebab suatu penyakit.
Selain memperhatikan suhu makanan, jumlah konsumsi juga perlu diperhitungkan.
Es krim umumnya mengandung gula, sehingga konsumsi berlebihan tentu tidak baik bagi pola makan secara keseluruhan.
Menikmati es krim sesekali dalam porsi yang wajar masih dapat menjadi pilihan camilan.
Editor : Lugas Rumpakaadi