Polwan Sambangi SMPN 3 Kalipuro, Siswa Diingatkan Bahaya Cyber Bullying

Bagus Rio Rohman • Dipublikasikan Kamis, 27 Agustus 2026 | 00:30 WIB
Anggota Polresta Banyuwangi memberikan pemahaman dan materi pencegahan kenalanan remaja kepada SMPN 3 Kalipuro, Rabu (26/8). (Humas Polresta Banyuwangi)
Anggota Polresta Banyuwangi memberikan pemahaman dan materi pencegahan kenalanan remaja kepada SMPN 3 Kalipuro, Rabu (26/8). (Humas Polresta Banyuwangi)

RADAR BANYUWANGI – Ratusan pelajar SMPN 3 Kalipuro mendapat bekal untuk menghadapi dua persoalan yang kian dekat dengan kehidupan remaja: kenakalan dalam pergaulan dan risiko di ruang digital. Melalui program Polwan Goes to School, jajaran Polisi Wanita (Polwan) Polresta Banyuwangi mengingatkan siswa agar bijak menggunakan media sosial sekaligus menjauhi cyber bullying, Rabu (26/8).

Edukasi tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-78 Polisi Wanita Republik Indonesia. Mengusung tema “Menjadi Remaja yang Aman, Sehat dan Bertanggung Jawab”, kegiatan dikemas sebagai pembekalan yang menyentuh langsung keseharian pelajar.

Para siswa tidak hanya diajak memahami bentuk-bentuk kenakalan remaja. Mereka juga mendapat pemahaman tentang bagaimana menggunakan media sosial secara aman, bijak, dan bertanggung jawab.

Di era ketika aktivitas remaja tak lagi terbatas pada lingkungan sekolah maupun pergaulan langsung, perilaku di dunia maya turut menjadi perhatian. Apa yang ditulis, diunggah, dibagikan, maupun dikomentari dapat menimbulkan konsekuensi bagi diri sendiri dan orang lain.

Karena itu, pelajar diminta lebih berhati-hati sebelum membuat maupun menyebarkan konten di media sosial. Mereka juga diingatkan agar tidak mudah merespons unggahan dengan komentar yang berpotensi menyakiti atau merugikan orang lain.

Jangan Jadikan Medsos Ruang untuk Merundung

Salah satu materi yang mendapat perhatian adalah cyber bullying. Para siswa diingatkan agar tidak menjadikan media sosial sebagai ruang untuk mengejek, merendahkan, mengintimidasi, atau mempermalukan orang lain.

Kapolresta Banyuwangi Kombespol Rofiq Ripto Himawan mengatakan, pemahaman sejak dini penting untuk membentengi pelajar dari berbagai pengaruh negatif.

“Pemahaman sejak dini sangat penting agar para pelajar memiliki bekal dalam menghadapi berbagai pengaruh, baik dalam pergaulan sehari-hari maupun di ruang digital,” katanya.

Menurut Rofiq, persoalan remaja tidak bisa diselesaikan hanya oleh kepolisian. Pembentukan karakter dan kesadaran pelajar membutuhkan keterlibatan keluarga, sekolah, lingkungan, serta aparat kepolisian.

Pendampingan tersebut menjadi semakin penting dalam penggunaan media sosial. Pelajar perlu memahami bahwa dunia digital juga memiliki risiko dan membutuhkan etika dalam berinteraksi.

“Terutama dalam penggunaan media sosial. Pelajar perlu memahami risiko sekaligus membangun kebiasaan bermedia sosial secara aman, bijak, dan bertanggung jawab,” ungkapnya.

Melalui program Polwan Goes to School, kepolisian berharap edukasi tersebut dapat menjadi bekal praktis bagi siswa. Bukan hanya untuk mencegah kenakalan remaja dalam pergaulan, tetapi juga membangun kesadaran ketika beraktivitas di ruang digital.

Materi Dinilai Dekat dengan Keseharian Siswa

Wakil Kepala SMPN 3 Kalipuro Yuyun Erlita mengapresiasi edukasi yang diberikan jajaran Polwan Polresta Banyuwangi. Menurut dia, materi yang disampaikan sesuai dengan kondisi dan tantangan yang dihadapi siswa saat ini.

“Kegiatan ini memberikan tambahan pengetahuan bagi siswa, khususnya terkait kenakalan remaja, penggunaan media sosial secara bijak, serta dampak cyber bullying,” terangnya.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa pencegahan kenakalan remaja tidak cukup dilakukan setelah persoalan muncul. Edukasi sejak bangku sekolah menjadi salah satu cara membangun kesadaran sebelum pelajar terjebak dalam perilaku yang merugikan.

Begitu pula di ruang digital. Satu unggahan atau komentar yang dianggap sekadar candaan dapat berdampak panjang bagi orang lain. Karena itu, pesan utama Polwan kepada para siswa sederhana: berpikir sebelum bertindak, baik di dunia nyata maupun di media sosial. (rio/sgt)

Editor : Ali Sodiqin
Polwan Goes School cyber bullying kenakalan remaja polresta banyuwangi smpn 3 kalipuro