RADAR BANYUWANGI – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di MAN 2 Banyuwangi tak berhenti pada seremoni keagamaan. Madrasah di Dusun Maron, Desa Gentengkulon, Kecamatan Genteng, itu sekaligus membuka ruang baru bagi kreativitas siswa dengan meresmikan gazebo dan Pusat Kewirausahaan, Rabu (26/7). Perpaduan kegiatan keagamaan, budaya, dan pengembangan keterampilan tersebut diarahkan untuk mendorong prestasi siswa di luar ruang kelas.
Kegiatan tersebut berlangsung meriah dengan kehadiran Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Banyuwangi Dr H Chaironi Hidayat SAg MM beserta jajaran. Forum Pimpinan Kecamatan Genteng dan sejumlah mantan kepala MAN 2 Banyuwangi juga turut hadir.
Suasana semakin semarak ketika siswa Mandawangi—sebutan MAN 2 Banyuwangi—menampilkan atraksi pencak silat dan Tari Kuntulan Sewu. Dua pertunjukan tersebut sekaligus menjadi cara siswa memperkenalkan kekayaan budaya Banyuwangi dalam momentum peringatan Maulid Nabi.
Kepala Kantor Kemenag Banyuwangi Chaironi Hidayat mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurut dia, kegiatan yang menggabungkan nilai keagamaan dengan kreativitas siswa patut terus dikembangkan karena dapat berjalan seiring dengan peningkatan prestasi madrasah.
“Kami apresiasi apa yang digelar hari ini (kemarin), semoga sejalan dengan peningkatan-peningkatan prestasi sekolah,” harapnya.
Chaironi juga menyoroti perkembangan pembangunan fasilitas di MAN 2 Banyuwangi. Dia berharap berbagai fasilitas yang tersedia dapat dimanfaatkan secara optimal untuk menunjang prestasi siswa.
Di sisi lain, momentum Maulid Nabi juga menjadi pengingat agar nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW tidak berhenti sebagai materi seremonial. Sifat-sifat mulia Nabi diharapkan dapat diterapkan siswa dalam kehidupan sehari-hari.
Maulid Dipadukan dengan Semangat Kemerdekaan
Kepala MAN 2 Banyuwangi Drs H Saeroji MAg menjelaskan, rangkaian kegiatan tersebut sengaja dikemas berdekatan dengan dua momentum penting, yakni HUT ke-81 Kemerdekaan RI dan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.
“Sekarang ini kan ada dua momen krusial, yakni HUT kemerdekaan RI dan Maulid Nabi. Kami kemas secara terpadu,” tuturnya.
Untuk memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, pihak madrasah juga menyiapkan sejumlah lomba tradisional. Di antaranya lomba pindah bola, kebersihan kelas, bola teropong, serta berbagai perlombaan lainnya.
Bagi Saeroji, lomba tersebut bukan sekadar hiburan bagi siswa. Kegiatan itu menjadi sarana menanamkan nasionalisme, sportivitas, sekaligus memperkuat hubungan antarsiswa dan seluruh warga madrasah.
“Melalui berbagai lomba ini, kami ingin menanamkan semangat nasionalisme dan sportivitas pada diri siswa sekaligus mempererat persaudaraan antarwarga sekolah,” ujarnya.
Sementara itu, Tari Kuntulan Sewu sengaja ditampilkan untuk menguatkan nuansa budaya Banyuwangi sekaligus menyemarakkan Maulid Nabi. Kesenian tersebut dinilai memiliki kedekatan dengan tradisi masyarakat Banyuwangi dalam berbagai kegiatan keagamaan.
“Kuntulan ini kan dekat dengan budaya Banyuwangi dan identik dengan maulidan. Sekarang kami semarakkan dengan tampilan apik oleh siswa,” kata Saeroji.
Gazebo Jadi Ruang Kreativitas, Pusat Kewirausahaan Asah Kemandirian
Puncak kegiatan ditandai dengan peresmian dua fasilitas baru, yakni Gazebo dan Pusat Kewirausahaan MAN 2 Banyuwangi.
Kedua fasilitas tersebut disiapkan sebagai ruang bagi siswa untuk mengembangkan minat, bakat, dan keterampilan praktis. Gazebo dapat dimanfaatkan untuk berbagai aktivitas seni, mulai latihan drama hingga kesenian khas Banyuwangi seperti Gandrung dan Kuntulan.
Sementara Pusat Kewirausahaan diarahkan menjadi ruang praktik bagi siswa untuk mengenal dan mengembangkan jiwa usaha.
“Gazebo dan Pusat Kewirausahaan ini dapat digunakan siswa untuk berbagai kegiatan positif, seperti latihan drama, Gandrung, Kuntulan, serta mengasah jiwa kewirausahaan siswa melalui berbagai praktik langsung,” jelas Saeroji.
Menurut dia, keberadaan fasilitas tersebut diharapkan membuat proses pembelajaran siswa tidak hanya berlangsung secara formal di ruang kelas. Siswa juga mendapat kesempatan untuk mengeksplorasi kemampuan melalui kegiatan kreatif dan praktik langsung.
“Kami ingin memberikan ruang bagi siswa untuk belajar dan berkembang di luar jam pelajaran kelas, sehingga mereka tidak terkungkung oleh rutinitas belajar formal semata,” pungkasnya.
Dengan menggabungkan peringatan Maulid Nabi, semangat kemerdekaan, pelestarian budaya, serta pengembangan kewirausahaan, MAN 2 Banyuwangi berupaya menjadikan kegiatan madrasah bukan sekadar agenda seremonial. Setiap momentum diarahkan menjadi ruang pembentukan karakter sekaligus pengembangan potensi siswa. (sas/sgt)
Editor : Ali Sodiqin