RADAR BANYUWANGI - Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) menjadi perhatian Polresta Banyuwangi.
Melalui Program Paham AI, kepolisian terus mengedukasi kalangan pelajar agar mampu memanfaatkan teknologi secara cerdas sekaligus bijak.
Pada Kamis (20/3) lalu, misalnya, sebanyak 300 siswa MAN 1 Banyuwangi mendapat pembekalan literasi AI dalam kegiatan sosialisasi yang digelar di aula madrasah tersebut.
Salah satu materi yang diberikan adalah Fighting Hoax with AI.
Para pelajar dikenalkan cara memanfaatkan teknologi AI untuk membantu mengecek kebenaran informasi, mengenali ciri-ciri konten mencurigakan, membandingkan sejumlah sumber, hingga melakukan verifikasi sebelum menyebarkan informasi.
Langkah tersebut dinilai penting di tengah derasnya arus informasi di media sosial.
Pelajar diharapkan tidak mudah percaya maupun ikut menyebarkan informasi yang belum teruji kebenarannya.
Selain literasi untuk menangkal hoaks, peserta juga mendapat materi Introduction to AI, Ethical Use of AI, dan AI Prompts 101.
Materi tersebut memberikan pemahaman dasar mengenai AI, etika serta keamanan dalam penggunaannya, hingga cara menyusun perintah (prompt) yang tepat untuk menunjang kegiatan belajar dan kreativitas.
Salah satu peserta, Virdha mengaku materi yang diberikan cukup menarik dan sesuai dengan kehidupan pelajar saat ini.
Terlebih, penggunaan teknologi dan media sosial telah menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari.
“Materinya seru dan relate banget dengan kami yang setiap hari menggunakan teknologi. Ternyata AI bukan cuma buat cari jawaban, tetapi juga bisa membantu mengecek informasi dan mendukung tugas sekolah,” ujarnya.
Meski demikian, Virdha menyadari penggunaan AI tetap membutuhkan sikap kritis.
Hasil yang diberikan teknologi tersebut tidak bisa langsung diterima tanpa dilakukan pengecekan kembali.
“Yang penting, kami tetap harus berpikir kritis, mengecek ulang hasilnya, dan menggunakannya dengan bijak,” imbuhnya.
Kapolresta Banyuwangi Kombespol Rofiq Ripto Himawan mengatakan, literasi AI menjadi bagian penting dalam membekali generasi muda menghadapi perkembangan teknologi.
Pelajar tidak cukup hanya memiliki kemampuan teknis dalam menggunakan AI, mereka juga harus memahami etika, keamanan, serta tanggung jawab ketika memanfaatkan teknologi tersebut.
“Perkembangan teknologi harus bisa dimanfaatkan secara positif. Pelajar harus memiliki kemampuan untuk menggunakan AI, tetapi tetap kritis, beretika, dan bertanggung jawab dalam menerima maupun menyebarkan informasi di ruang digital,” tegasnya.
Melalui Program Paham AI yang terus diperluas, Kapolresta Rofiq berharap semakin banyak pelajar memiliki kecakapan digital.
Dengan begitu, teknologi AI dapat dimanfaatkan untuk mendukung pendidikan dan kreativitas sekaligus menjadi sarana menangkal penyebaran hoaks di kalangan generasi muda.
Editor : Lugas RumpakaadiSumber : Radar Banyuwangi