Digi MR 2026 Usai, Ini Lima Regu yang Berhasil Naik Podium

M Ksatria Raya • Dipublikasikan Minggu, 23 Agustus 2026 | 09:00 WIB
MENJELAJAH: Peserta Digi MR menuju pos yang dituju melewati kolam ikan AWT. (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)
MENJELAJAH: Peserta Digi MR menuju pos yang dituju melewati kolam ikan AWT. (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)

RADAR BANYUWANGI – Regu Kopasda dari SMPN 2 Muncar keluar sebagai juara 1 Radar Banyuwangi Digital Mission Race (Digi MR) 2026. Regu Tawangalun dari SMPN 1 Songgon dan Regu Minakjinggo dari sekolah yang sama menyusul di posisi kedua dan ketiga. Ajang yang diikuti 45 regu atau 225 siswa SMP/MTs se-Banyuwangi itu berlangsung meriah di Agrowisata Tamansuruh (AWT), Sabtu (22/8).

Selain tiga juara utama, Regu Ayam Jago dari MTsN 8 Banyuwangi meraih juara harapan 1. Sementara Regu Dua Scorpio dari SMPN 2 Srono menempati posisi juara harapan 2.

Daftar Lengkap Pemenang Digi MR 2026

Peringkat Regu Sekolah
Juara 1 Kopasda SMPN 2 Muncar
Juara 2 Tawangalun SMPN 1 Songgon
Juara 3 Minakjinggo SMPN 1 Songgon
Harapan 1 Ayam Jago MTsN 8 Banyuwangi
Harapan 2 Dua Scorpio SMPN 2 Srono

Kemenangan Regu Kopasda menjadi puncak perjalanan panjang para peserta yang harus menuntaskan misi selama sekitar tujuh setengah jam. Sejak pukul 07.30 hingga 15.00, 45 regu menyusuri kawasan AWT seluas 10,5 hektare.

Bukan sekadar berjalan dari satu titik ke titik lain. Setiap regu wajib menuntaskan sembilan pos yang berisi tantangan berbeda. Peserta bebas menentukan rute, baik berurutan dari Pos 1 hingga Pos 9 maupun secara acak. Namun, seluruh pos tetap wajib didatangi.

Di setiap pos, peserta melakukan presensi sekaligus mencari dan memindai barcode atau QR code. Setelah itu, mereka harus menyelesaikan tantangan yang berkaitan dengan budaya, destinasi wisata, kuliner Banyuwangi, lingkungan, keterampilan kepramukaan, hingga teknologi digital.

Tantangan tersebut sekaligus menguji kecepatan, ketelitian, logika, kemampuan memecahkan masalah, dan kerja sama tim.

Belajar Sambil Menjelajah AWT

Mengusung tema “Jelajah Banyuwangi, Tuntaskan Misi, Jaga Bumi”, Digi MR dirancang sebagai pengalaman belajar di luar kelas.

Peserta menuntaskan soal tali-temali di pos IV. (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)
Peserta menuntaskan soal tali-temali di pos IV. (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)

Peserta tidak hanya dituntut menguasai pengetahuan kepramukaan. Mereka juga ditempa untuk lebih disiplin, mandiri, kompak, bertanggung jawab, serta mampu menjaga lingkungan dan bijak menggunakan media sosial.

Suasana alam AWT menjadi bagian dari pengalaman tersebut. Para peserta bergerak menyusuri kawasan dengan pemandangan kolam ikan, persawahan, dan hamparan bunga. Setelah berjam-jam menyelesaikan misi, suasana makan siang di tengah kawasan wisata menjadi salah satu momen yang paling dinantikan.

Digi MR dibuka Plt Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi Alfian bersama Direktur Jawa Pos Radar Banyuwangi Samsudin Adlawi di halaman depan AWT.

Alfian mengapresiasi konsep tersebut karena menghadirkan cara belajar yang berbeda bagi siswa.

"Ini sesuatu yang luar biasa. Ini bukan sekadar lomba, tetapi adalah cara baru anak-anak untuk belajar," ungkapnya.

Menurut Alfian, perpaduan budaya, pendidikan, alam, dan teknologi menjadi daya tarik utama Digi MR. Konsep itu juga dinilai sesuai dengan karakter pembelajaran abad ke-21.

"Lomba ini memadukan dari sekian banyak tema, dari budaya, pendidikan hingga alam. Ini merupakan sesuatu yang menarik," katanya.

Dia bahkan menyebut pola pembelajaran semacam itu berpotensi diterapkan lebih luas dalam dunia pendidikan Banyuwangi. Untuk jenjang SD direncanakan mulai Oktober, sedangkan penerapan pada jenjang SMP ditargetkan tahun depan.

"Ini memberikan pengalaman baru bagi siswa dalam pembelajaran yang bukan hanya sekadar lomba," imbuhnya.

Digi MR Bakal Dibuat Lebih Besar

Direktur Jawa Pos Radar Banyuwangi Samsudin Adlawi mengatakan, kesuksesan Digi MR 2026 menjadi pijakan untuk membuat kegiatan berikutnya lebih menarik.

Tidak hanya jenjang SMP/MTs, cakupan peserta ke depan berpeluang diperluas hingga jenjang SD dan SMA.

Menurut Samsudin, konsep Digi MR memiliki misi lebih besar daripada sekadar menentukan siapa yang tercepat menyelesaikan perlombaan. Kegiatan tersebut diharapkan mampu membentuk karakter siswa yang mandiri dan disiplin melalui pengalaman langsung di lapangan.

"Terima kasih dukungan Pemkab Banyuwangi, Dispendik, MKKS SMP, Bank Jatim, Travel Umrah Kubah Hijau, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), dan semua pihak yang tidak bisa saya sebutkan satu-persatu," kata Samsudin.

Pos 9 Jadi Penutup yang Sarat Pesan

Dari sembilan pos yang harus dituntaskan, Pos 9 menjadi salah satu bagian penting karena peserta mendapatkan pembekalan khusus.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Banyuwangi memberikan materi mengenai pelestarian lingkungan. Sementara tim Jawa Pos Radar Banyuwangi memberikan pembekalan tentang pentingnya bijak menjelajah internet.

Dengan demikian, setiap tantangan dalam Digi MR tidak berhenti pada kompetisi. Ada pesan yang dibawa pulang peserta: teknologi harus dimanfaatkan secara positif, alam harus dijaga, dan kemampuan bekerja sama perlu terus diasah.

Peserta Minta Digi MR Digelar Lagi

Format yang berbeda membuat Digi MR mendapat respons positif dari peserta maupun pendamping.

Luthfi Dean, siswa SMPN 1 Singojuruh, mengakui sejumlah misi cukup menantang. Namun, kesulitan tersebut justru membuat perlombaan terasa lebih seru.

"Untuk lombanya pasti ada kesulitan, tetapi menyenangkan. Kalau bisa Digi MR ini ada setiap tahunnya," ujarnya.

Peserta lain, Ilham Syafi'i dari MTsN 3 Banyuwangi, menyebut Digi MR sebagai salah satu perlombaan pramuka berskala besar pertama yang diikutinya.

Menurut dia, tantangan mencari pos dan memecahkan misi menjadi pengalaman tersendiri.

"Ini perlombaan Pramuka skala besar yang pertama saya ikuti. Yang menjadi kesulitan yaitu mencari pos hingga memecahkan misi," katanya.

Ilham pun berharap Digi MR kembali digelar karena memberikan pengalaman belajar yang berbeda.

"Semoga acara Digi MR bisa terus ada karena bisa belajar dengan seru serta dapat ilmu yang banyak, baik dari teknologi, hingga pengetahuan," pungkasnya.

Tak hanya peserta. Guru pendamping dan pemangku kebijakan juga mendorong agar Digi MR menjadi agenda rutin. Sebab, kegiatan tersebut dinilai mampu mempertemukan pendidikan, karakter, teknologi, budaya, petualangan, dan kepedulian lingkungan dalam satu pengalaman belajar.

Pada akhirnya, Regu Kopasda SMPN 2 Muncar memang membawa pulang tropi juara 1. Namun, 225 peserta Digi MR 2026 sama-sama mendapatkan pengalaman: belajar tidak harus selalu duduk di ruang kelas. (ray/aif)

Editor : Ali Sodiqin
Pramuka Banyuwangi Digital Mission Race Digi MR 2026 Pemenang Digi MR smpn 2 muncar