Radar Banyuwangi Digital Mission Race Jadi Ruang Positif Generasi Z Asah Empati dan Tanggung Jawab

M Ksatria Raya • Dipublikasikan Minggu, 23 Agustus 2026 | 05:00 WIB
Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Negeri Banyuwangi sekaligus Kepala SMPN 1 Banyuwangi Ali Mustofa. (M Ksatria Raya/Radar Banyuwangi)
Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Negeri Banyuwangi sekaligus Kepala SMPN 1 Banyuwangi Ali Mustofa. (M Ksatria Raya/Radar Banyuwangi)

RADAR BANYUWANGI – Tantangan generasi Z tidak hanya soal kemampuan mengikuti perkembangan teknologi, tetapi juga bagaimana menjaga empati, kemandirian, kebersamaan, dan rasa tanggung jawab. Karena itu, Radar Banyuwangi Digital Mission Race dinilai menjadi ruang positif untuk memberikan perhatian sekaligus pengalaman nyata kepada generasi muda.

Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Negeri Banyuwangi sekaligus Kepala SMPN 1 Banyuwangi Ali Mustofa mengatakan, kegiatan tersebut memiliki nilai penting di tengah kompleksitas persoalan yang dihadapi generasi Z.

“Radar Banyuwangi Digital Mission Race kegiatan yang positif, terutama bagi generasi Z yang begitu kompleks. Mulai rasa empati, kemandirian, kebersamaan, dan tanggung jawab mulai terkikis,” ujar Ali Mustofa.

Menurut dia, perkembangan zaman membuat generasi muda menghadapi tantangan yang semakin beragam. Kemudahan akses informasi dan teknologi di satu sisi memberikan banyak peluang, tetapi di sisi lain membutuhkan pendampingan agar karakter sosial tetap terjaga.

Karena itu, dibutuhkan ruang yang mampu mendorong generasi muda untuk berinteraksi, bekerja sama, sekaligus belajar bertanggung jawab dalam sebuah kegiatan.

Bukan Sekadar Kompetisi

Radar Banyuwangi Digital Mission Race dapat menjadi salah satu ruang tersebut. Kegiatan ini tidak semata-mata menempatkan peserta dalam suasana kompetisi, tetapi juga membuka kesempatan bagi mereka untuk mengasah berbagai kemampuan sosial.

Nilai kebersamaan, misalnya, tumbuh ketika peserta harus berinteraksi dan bekerja sama untuk menyelesaikan tantangan. Sementara itu, kemandirian terasah ketika peserta dituntut mengambil keputusan dan menyelesaikan tugas yang dihadapi.

Empati juga menjadi bagian penting. Generasi muda tidak hanya dituntut mencapai target, tetapi juga memahami kondisi orang lain dan lingkungan di sekitarnya.

Bagi dunia pendidikan, pengalaman semacam itu menjadi pelengkap pembelajaran di dalam kelas.

Generasi Z Butuh Ruang Atensi

Ali Mustofa menilai persoalan karakter generasi muda tidak bisa diselesaikan hanya melalui pembelajaran formal. Dibutuhkan ruang atensi yang memadai agar nilai-nilai sosial tersebut tetap tumbuh.

“Jadi kita harus memberikan ruang atensi yang memadai untuk mengantisipasi hal tersebut,” tegasnya.

Pernyataan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa kegiatan yang melibatkan generasi muda memiliki peran lebih luas daripada sekadar mencari pemenang.

Ada proses pembentukan karakter yang berlangsung di dalamnya.

Ketika generasi Z diberi kesempatan untuk menghadapi tantangan secara langsung, mereka belajar bahwa keberhasilan tidak selalu ditentukan oleh kemampuan individu. Ada komunikasi, kerja sama, tanggung jawab, dan kepedulian yang ikut menentukan hasil.

Momentum Menguatkan Karakter

Di tengah perubahan sosial yang berlangsung cepat, perhatian terhadap karakter generasi muda menjadi semakin penting. Sekolah, keluarga, dan lingkungan sosial memiliki peran untuk memastikan perkembangan teknologi berjalan beriringan dengan perkembangan karakter.

Radar Banyuwangi Digital Mission Race pun dapat menjadi salah satu momentum untuk menghadirkan pengalaman tersebut secara lebih menyenangkan bagi pelajar.

Pada akhirnya, kegiatan positif bagi generasi Z bukan hanya tentang siapa yang menjadi juara, tetapi bagaimana peserta pulang membawa pengalaman tentang empati, kemandirian, kebersamaan, dan tanggung jawab. (*)

Editor : Ali Sodiqin
Digital Mission Race radar banyuwangi generasi z Ali Mustofa karakter pelajar