RADAR BANYUWANGI – Sebanyak 45 regu pramuka SMP/MTs se-Banyuwangi bakal mencatat sejarah baru dunia kepramukaan Bumi Blambangan hari ini. Mereka ditantang menaklukkan sembilan pos dalam Radar Banyuwangi Digital Mission Race (Digi MR) 2026, Sabtu (22/8), dengan misi yang tak sekadar menguji keterampilan pramuka, tetapi juga pengetahuan, petualangan, budaya, pariwisata, kepedulian lingkungan, jurnalistik, hingga teknologi digital.
Event perdana tersebut digelar di Agro Wisata Tamansuruh (AWT), Desa Tamansuruh, Kecamatan Glagah, Banyuwangi. Mengusung tagline “Jelajah Banyuwangi, Tuntaskan Misi, Jaga Bumi”, Digi MR 2026 dibuka pukul 08.00.
Sejak garis start, setiap regu harus menyusun strategi sendiri. Sebab, sembilan pos tantangan yang tersedia tidak harus ditaklukkan secara berurutan.
Peserta bebas menentukan rute. Bisa dimulai dari Pos 1 hingga Pos 9 secara berurutan. Namun, mereka juga diperbolehkan memilih pola acak, misalnya dari Pos 1 langsung menuju Pos 5, kemudian Pos 8, dan seterusnya.
Satu hal yang tidak bisa ditawar: seluruh sembilan pos wajib dituntaskan.
Bukan Sekadar Lomba Pramuka
Digi MR 2026 dirancang sebagai arena petualangan yang memadukan aktivitas fisik dengan kemampuan berpikir. Setiap regu tidak hanya dituntut bergerak cepat, tetapi juga harus jeli membaca tantangan dan mengambil keputusan tepat.
Di setiap pos, peserta wajib melakukan presensi sekaligus menemukan dan memindai barcode atau QR code yang telah disiapkan panitia.
Kode tersebut menjadi pintu masuk menuju berbagai misi. Tantangannya mencakup pengetahuan tentang budaya Banyuwangi, destinasi wisata, hingga kekayaan kuliner daerah.
Format digital tersebut membuat peserta harus menggabungkan kemampuan jelajah lapangan dengan kecakapan menggunakan teknologi.
Dengan demikian, kecepatan saja tidak cukup. Regu dituntut memiliki ketelitian, logika, kemampuan memecahkan masalah, sekaligus kekompakan tim.
Jelajah Banyuwangi, Kenali Budayanya
Sejumlah tantangan juga diarahkan untuk memperkenalkan lebih dekat potensi Banyuwangi kepada generasi muda.
Peserta diajak mengenali budaya, destinasi wisata, serta kuliner lokal melalui misi yang dikemas dalam konsep jelajah. Pengalaman tersebut diharapkan membuat kegiatan pramuka tidak berhenti pada aktivitas kompetisi, tetapi juga menjadi ruang belajar tentang daerah sendiri.
Semangat menjaga lingkungan pun menjadi bagian penting dalam Digi MR 2026.
Tantangan terkait pelestarian lingkungan disisipkan di sejumlah pos. Pesan yang dibangun sederhana: menjelajah alam dan menikmati destinasi wisata harus berjalan beriringan dengan tanggung jawab menjaga kelestariannya.
Pos 9 Jadi Titik Pembekalan
Perjalanan 45 regu tersebut berakhir di Pos 9. Di pos terakhir ini, peserta mendapatkan pembekalan khusus mengenai pelestarian lingkungan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Banyuwangi.
Tak hanya soal lingkungan, tim Jawa Pos Radar Banyuwangi juga memberikan materi mengenai cara bijak menjelajah internet.
Materi tersebut menjadi penutup rangkaian misi yang mempertemukan dua dunia yang semakin dekat dengan kehidupan pelajar: alam dan ruang digital.
Melalui Digi MR 2026, pramuka tidak hanya diajak menaklukkan rute dan menyelesaikan tantangan. Mereka juga didorong untuk mengenal potensi Banyuwangi, bekerja sebagai tim, menggunakan teknologi secara cerdas, serta memahami pentingnya menjaga bumi.
Digi MR edisi perdana ini pun menjadi eksperimen baru dalam mengemas kegiatan kepramukaan: petualangan, edukasi, budaya, lingkungan, dan teknologi dipertemukan dalam satu misi besar menjelajah Banyuwangi. (sgt)
Editor : Ali Sodiqin