RadarBanyuwangi.id – Berbicara konservasi memang harus dilakukan secara terus menerus dan tidak boleh mengenal lelah.
Salah satu upaya pengenalan konservasi melalui edukasi yang dikemas sedemikian rupa.
Edukasi tersebut juga disesuaikan dengan peserta atau audensi yang mengikutinya.
Bisa dikemas dengan cara mendongeng, pemutaran video animasi maupun presentasi.
Bersama Bhakti BCA, berlangsung Rabu (19/8) pagi hari di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Pakis.
Bersamaan dengan suasana kemerdekaan, di sekolah tersebut digelar berbagai lomba dan bazar.
Termasuk edukasi konservasi Penyu. Kolaborasi Bhakti BCA dan Banyuwangi Sea Turtle Foundation (BSTF).
Sekitar 50 siswa kelas IV SDN 1 Pakis mengenakan kostum merah putih lengkap dengan asesorisnya.
Ada topi merah putih, stiker bendera Indonesia hingga costplay baju adat Nusantara.
Mereka duduk tertib di kursi masing-masing sambil menyimak materi konservasi yang dibungkus dengan dongeng.
Berbagai jenis Penyu, makanan Penyu, hingga hewan apa saja yang bisa memangsa penyu.
Tidak lupa pesan konservasi yang selalu ditekankan dalam edukasi tersebut.
Dilarang membeli dan memakan telur Penyu. Serta Dilarang membuang sampah sembarangan.
Terutama sampah plastik.
Karena selain bisa mencemari lingkungan, sampah plastik juga bisa termakan oleh Penyu.
Selanjutnya siswa juga diajak untuk mewarnai patung Penyu.
Tujuannya agar siswa bisa membedakan langsung, penyu hidup, penyu buatan.
Tidak hanya melihat berupa foto maupun video saja.
Sore harinya, masih di hari yang sama.
Bertempat di pantai Pulau Santen, 50 siswa SDN 1 Pakis diajak melepasliarkan Tukika tau anak Penyu ke laut.
Saat pelepasliaran, siswa SDN 1 Pakis juga bersama 75 siswa dari Taman Kanak-Kanak (TK) Dharmawanita 7.
Sebanyak 300 ekor Tukik dilepas sore itu.
Selain siswa, guru dan wali murid yang hadir turut serta melepasliarkan Tukik.
Sebuah pengalaman dan suasana yang sangat berbeda, ujar Andi Eko Permana Kepala SDN 1 Pakis.
“Edukasi dan pengelaman ini tidak bisa didapat didalam kelas,” imbuhnya.
Sementara pendiri BSTF Wiyanto Haditanojo menuturkan bahwa tahun ini, bekerjasama dengan BCA, BSTF berhasil menampung 21.500 telur Penyu yang ditetaskan menggunakan INTAN ruang.
Serta program edukasi konservasi Penyu akan terus dilakukan dan berjalan sepanjang tahun.
Mengingat pentingya peran Penyu dalam ekosistem laut.
Baik bagi lingkungan dan habitat laut maupun ekonomi masyarakat.
Editor : Gerda Sukarno Prayudha