RADAR BANYUWANGI – Sebanyak 75 siswa sekolah dasar dari enam lembaga pendidikan di Gugus 2 Kecamatan Glagah diajak meninggalkan sejenak ruang kelas untuk belajar langsung dari alam. Melalui program Wisata Edukasi Sejak Usia Dini (Wis Esa Sek Adi), mereka mengenal air, sumber kehidupan, hingga pentingnya menjaga mata air di kawasan Sumber Gedor, Kelurahan Gombengsari, Kecamatan Kalipuro, Rabu (19/8).
Program yang kembali bergulir tersebut menjadi ruang pembelajaran berbeda bagi para siswa. Bukan hanya mendengarkan materi, mereka melihat langsung sumber mata air, mengenal manfaat air bagi kehidupan dan kesehatan, hingga memahami bagaimana sumber daya alam itu harus dijaga sejak usia dini.
Sebanyak 75 siswa tersebut berasal dari SDN 1 Rejosari, SDN 2 Rejosari, SDN 1 Banjarsari, SDN 2 Banjarsari, SDN Bakungan, serta SDIT Darul Ilmi.
Konsep outdoor learning menjadi pendekatan utama dalam kegiatan itu. Sumber Gedor dipilih bukan tanpa alasan. Kawasan tersebut memberikan ruang belajar langsung bagi anak-anak untuk memahami hubungan antara manusia, lingkungan, dan keberadaan air yang selama ini menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari-hari.
Salah satu pemateri dari PUDAM Banyuwangi, Untung, mengatakan kegiatan Wis Esa Sek Adi dirancang untuk memperkenalkan pengetahuan tentang air secara sederhana dan mudah dipahami siswa.
Mulai dari kegunaan air, manfaatnya bagi kesehatan, hingga bagaimana masyarakat harus ikut merawat dan menjaga kelestarian sumber air.
“Materi diberikan secara langsung di kawasan Sumber Gedor sehingga siswa dapat melihat kondisi sumber air secara nyata,” ujarnya.
Pembelajaran di tengah alam tersebut membuat materi yang diterima siswa tidak berhenti pada teori. Mereka dapat melihat langsung keberadaan mata air dan memahami bahwa air bersih yang digunakan masyarakat memiliki sumber yang harus dijaga bersama.
Para siswa juga diperkenalkan dengan proses pengolahan air, mulai dari sumber hingga akhirnya dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.
Pengetahuan tersebut dinilai penting ditanamkan sejak dini. Sebab, kesadaran menjaga lingkungan tidak selalu cukup dibangun melalui buku pelajaran. Anak-anak perlu melihat, merasakan, dan mengenal langsung lingkungan yang menjadi bagian dari kehidupan mereka.
Guru SDN 2 Rejosari, Suhindra, mengaku kegiatan Wis Esa Sek Adi menjadi pengalaman baru bagi para siswanya.
Menurut dia, pembelajaran langsung di alam memberikan suasana berbeda dibandingkan proses belajar rutin di dalam kelas.
“Kegiatan ini sangat luar biasa sekali, bagaimana para siswa didik diberikan wahana pembelajaran tentang air,” katanya.
Menurut Suhindra, siswa tidak hanya memperoleh tambahan pengetahuan, tetapi juga memahami proses panjang sebelum air dapat dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari.
Pemahaman itu diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran bahwa mata air dan lingkungan sekitarnya bukan sekadar objek wisata atau sumber daya yang bisa digunakan tanpa batas.
Lebih dari itu, sumber air harus dirawat dan dilestarikan agar tetap memberikan manfaat bagi masyarakat pada masa mendatang.
Selain belajar tentang air dan lingkungan, kegiatan Wis Esa Sek Adi juga membawa para siswa mengenal sisi lain kawasan Sumber Gedor.
Mereka diajak melihat bangunan peninggalan Belanda yang berada di sekitar lokasi. Perjalanan edukatif tersebut pun menjadi perpaduan antara pembelajaran lingkungan dan pengenalan sejarah lokal.
Pengalaman para siswa semakin lengkap ketika mereka mendapat kesempatan mencicipi langsung air yang berasal dari mata air Sumber Gedor.
Bagi sebagian siswa, kegiatan tersebut menjadi pengalaman pertama belajar dengan cara yang berbeda.
Salah satunya Abdullah Helmi Fawazir, siswa SDIT Darul Ilmi. Dia mengaku senang dapat mengikuti kegiatan pembelajaran langsung di alam terbuka.
Selain mendapatkan pengetahuan baru mengenai air dan lingkungan, kegiatan tersebut juga menjadi kesempatan untuk mengenal siswa dari sekolah lain.
Program Wis Esa Sek Adi menunjukkan bahwa pendidikan tidak selalu harus berlangsung di balik dinding kelas. Alam juga dapat menjadi ruang belajar yang hidup, terutama untuk mengenalkan persoalan lingkungan kepada anak-anak sejak dini.
Dari mata air Sumber Gedor, 75 siswa SD itu tidak hanya membawa pulang pengalaman wisata. Mereka juga membawa satu pelajaran penting: air yang setiap hari digunakan harus dijaga, karena keberadaannya tidak bisa dipisahkan dari masa depan kehidupan. (ray/sgt)
Editor : Ali Sodiqin