Baru Dua Hari Dibuka, 20 Regu Pramuka Serbu Digital Mission Race 2026

M Ksatria Raya • Dipublikasikan Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:00 WIB
TIGA REGU: Sebanyak 15 siswa SMPN 1 Songgon siap mengikuti RaBa Digital Mission Race 2026. (ISTIMEWA)
TIGA REGU: Sebanyak 15 siswa SMPN 1 Songgon siap mengikuti RaBa Digital Mission Race 2026. (ISTIMEWA)

RADAR BANYUWANGI – Antusiasme pelajar Banyuwangi terhadap Radar Banyuwangi Digital Mission Race atau Digi MR 2026 langsung meledak. Baru dua hari diumumkan, sebanyak 20 regu Pramuka dari SMP dan MTs se-Banyuwangi telah mendaftarkan diri untuk mengikuti ajang petualangan-edukatif yang digelar Jawa Pos Radar Banyuwangi dalam rangka memperingati Hari Pramuka.

Ajang bertajuk “Jelajah Banyuwangi, Tuntaskan Misi, Jaga Bumi” itu akan digelar di Agro Wisata Tamansuruh (AWT), Sabtu (22/8).

Respons cepat dari sekolah-sekolah tersebut menjadi sinyal bahwa kegiatan yang memadukan kepramukaan, petualangan, teknologi, pendidikan, hingga kepedulian lingkungan ini mendapat tempat di kalangan pelajar.

Dari 20 regu yang telah masuk daftar sementara, SMPN 1 Giri tercatat sebagai sekolah pertama yang mendaftarkan peserta.

Sementara itu, SMPN 1 Songgon untuk sementara menjadi sekolah dengan jumlah regu terbanyak. Sekolah tersebut mengirimkan tiga regu untuk menuntaskan berbagai misi dalam Digi MR 2026.

SMP dan MTs Mulai Kirim Regu Terbaik

Antusiasme tidak hanya datang dari satu wilayah.

Sejumlah sekolah lain juga langsung mengirimkan lebih dari satu regu. MTsN 7 Banyuwangi, SMPN 3 Banyuwangi, SMPN 1 Tegaldlimo, dan SMPN 2 Cluring masing-masing telah mendaftarkan dua regu.

USAI MENDAFTAR: Lima siswa SMPN 4 Banyuwangi bersama guru pendamping. (ISTIMEWA)
USAI MENDAFTAR: Lima siswa SMPN 4 Banyuwangi bersama guru pendamping. (ISTIMEWA)

Sedangkan sekolah yang sementara mengirimkan satu regu adalah SMPN 1 Licin, SMPN 4 Banyuwangi, SMPN 2 Banyuwangi, SMPN 1 Banyuwangi, SMPN 1 Muncar, SMPN 1 Kalipuro, SMPN 1 Glagah, dan SMPN 2 Glagah.

Dengan total 20 regu yang sudah masuk, persaingan Digi MR 2026 mulai terbentuk.

Namun, ajang ini bukan sekadar mencari siapa regu tercepat.

Setiap peserta akan dihadapkan pada misi yang menuntut kemampuan berpikir, kerja sama, ketangkasan, kreativitas, hingga kemampuan beradaptasi dengan berbagai tantangan.

Bukan Sekadar Lomba Pramuka

Konsep Radar Banyuwangi Digital Mission Race 2026 memang dirancang berbeda dari kegiatan kepramukaan pada umumnya.

Peserta akan diajak menjelajah sambil menyelesaikan berbagai misi yang memadukan keterampilan dan pengetahuan kepramukaan dengan unsur petualangan, pendidikan, budaya, pariwisata, kepedulian lingkungan, jurnalistik, hingga teknologi digital.

DATANG LANSUNG: Tiga guru SMPN 1 Glagah mendaftarkan siswanya mengikuti Digi MR 2026 di kantor JP-RaBa. (ISTIMEWA)
DATANG LANSUNG: Tiga guru SMPN 1 Glagah mendaftarkan siswanya mengikuti Digi MR 2026 di kantor JP-RaBa. (ISTIMEWA)

Karena itu, tagline “Jelajah Banyuwangi, Tuntaskan Misi, Jaga Bumi” tidak sekadar menjadi slogan.

Peserta akan didorong untuk mengenali lingkungan dan potensi Banyuwangi, sekaligus mengasah kemampuan menyelesaikan persoalan secara bersama-sama.

Di era digital, tantangan bagi pelajar juga semakin kompleks.

Kemampuan akademik saja tidak selalu cukup. Anak-anak dituntut mampu bekerja dalam tim, berkomunikasi, mengambil keputusan, berpikir kreatif, dan memiliki karakter yang kuat.

Nilai-nilai itulah yang coba dirangkum dalam konsep Digi MR 2026.

Dispendik: Pramuka Jawab Tantangan Karakter Anak

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi Alfian memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan Digital Mission Race 2026.

Menurut dia, salah satu tantangan penting yang dihadapi anak-anak saat ini berkaitan dengan pembentukan karakter.

Pramuka, kata Alfian, masih memiliki peran strategis untuk menjawab tantangan tersebut.

“Pramuka yang mengajarkan tentang leadership dan semangat kolaborasi hingga menghadapi berbagai dinamika itu bagian dari peran strategis menjawab tantangan tersebut,” ujarnya.

Bagi dunia pendidikan, kegiatan di luar kelas seperti Digi MR dapat menjadi ruang belajar yang berbeda.

Pelajar tidak hanya diminta menjawab soal atau menghafalkan materi. Mereka harus menghadapi situasi nyata, bekerja bersama anggota regu, membagi tugas, dan menentukan strategi.

Dalam proses itulah kepemimpinan dan kolaborasi diuji.

Kemenag Banyuwangi Salut dengan Konsep Digi MR

Dukungan juga datang dari Kepala Kantor Kementerian Agama Banyuwangi Chaironi Hidayat.

Ia mengaku salut dengan konsep Digital Mission Race 2026 yang dinilai sebagai terobosan menarik dalam kegiatan pendidikan dan pembentukan karakter pelajar.

Menurut Chaironi, Digi MR menjadi kegiatan yang mampu memadukan tiga aspek penting dalam perkembangan peserta didik.

Yakni intelligence quotient (IQ), emotional quotient (EQ), dan spiritual quotient (SQ).

“Kemenag sangat mendukung kegiatan ini dan berharap event semacam ini terus diadakan,” katanya.

Perpaduan IQ, EQ, dan SQ tersebut membuat kegiatan tidak hanya berorientasi pada kecerdasan intelektual.

Peserta juga didorong membangun kemampuan mengendalikan emosi, bekerja sama, memiliki kepedulian, serta memahami nilai-nilai yang membentuk karakter.

20 Regu Baru Awal, Siapa Menyusul?

Masuknya 20 regu hanya dalam dua hari menjadi awal persaingan menuju Digi MR 2026.

Dengan dukungan dari Dinas Pendidikan dan Kementerian Agama Banyuwangi, kegiatan ini diharapkan membuka ruang partisipasi yang lebih luas bagi pelajar SMP dan MTs.

Bagi peserta, tantangan nanti bukan hanya soal menyelesaikan misi.

Mereka juga akan belajar membaca situasi, menentukan strategi, membangun kekompakan, dan menghadapi persoalan sebagai sebuah tim.

Di Agro Wisata Tamansuruh nanti, regu-regu terbaik dari berbagai sekolah akan bertemu.

Ada yang datang dengan pengalaman panjang di kegiatan Pramuka. Ada pula yang menjadikan Digi MR 2026 sebagai pengalaman baru untuk menguji kemampuan.

Satu hal yang pasti, persaingan sudah mulai terasa.

Baru dua hari diumumkan, 20 regu telah lebih dulu mengambil langkah. Kini, pertanyaannya tinggal satu: sekolah mana lagi yang siap mengirimkan tim terbaiknya untuk menjelajah Banyuwangi, menuntaskan misi, dan menjaga bumi? (ray/sgt)

Editor : Ali Sodiqin
Pramuka Banyuwangi Digital Mission Race Digi MR 2026 agro wisata hari pramuka