Kasi Humas Polresta Buka Kuis Kemerdekaan: Tanamkan Nasionalisme, Yang Bisa Jawab Dapat Bendera

Bagus Rio Rohman • Dipublikasikan Rabu, 19 Agustus 2026 | 16:27 WIB
Plt Kasi Humas Polresta Banyuwangi Iptu I Made Chandra membagikan bendera Merah Putih kepada pelajar berseragam Pramuka di sekitar Taman Blambangan, Senin (18/8). (Humas Polresta Banyuwangi)
Plt Kasi Humas Polresta Banyuwangi Iptu I Made Chandra membagikan bendera Merah Putih kepada pelajar berseragam Pramuka di sekitar Taman Blambangan, Senin (18/8). (Humas Polresta Banyuwangi)

RADAR BANYUWANGI – Bendera Merah Putih tak sekadar dibagikan sebagai simbol perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Di Taman Blambangan, Senin (17/8), polisi mengemasnya menjadi permainan edukatif. Pelajar yang mengenakan seragam Pramuka diajak mengingat kembali Dasa Dharma sebelum menerima bendera kecil sebagai hadiah.

Di tengah suasana perayaan kemerdekaan, Plt Kasi Humas Polresta Banyuwangi Iptu I Made Chandra menjadi salah satu sosok yang membuat interaksi polisi dan masyarakat terasa berbeda.

Made menghampiri sejumlah pelajar berseragam Pramuka. Bukan sekadar menyapa, dia melontarkan kuis seputar kemerdekaan dan pengetahuan tentang Indonesia.

Yang berhasil menjawab mendapat hadiah berupa bendera Merah Putih berukuran kecil.

Namun, ada satu materi yang secara khusus dibidik Made: Dasa Dharma Pramuka.

Sepuluh poin Dasa Dharma tersebut dia bantu ingat dengan cara sederhana melalui singkatan huruf awal:

“Taq Cin Pa Pa Re Ra He Di Ber Su.”

“Taq Cin singkatannya Taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan Cinta Alam dan Kasih Sayang Sesama Manusia,” ujar Made sembari membagikan bendera kecil kepada pelajar.

Tak berhenti pada kuis, Made juga mengajak para pelajar melakukan tepuk Pramuka.

Suasana pun berubah lebih meriah. Pelajar yang semula hanya menjadi penonton perayaan kemerdekaan ikut berinteraksi langsung dengan polisi.

Bendera Bukan Sekadar Hiasan Kemerdekaan

Bagi Made, cara sederhana tersebut memiliki pesan yang lebih besar.

Pembagian bendera tidak ingin berhenti pada ajakan memasang Merah Putih di depan rumah atau lingkungan masing-masing. Masyarakat juga diajak memahami nilai yang berada di balik simbol kemerdekaan.

“Kuis Kemerdekaan membuat suasana semakin meriah karena warga maupun pelajar berlomba menjawab pertanyaan yang saya berikan. Pertanyaannya ringan, seputar kemerdekaan dan pengetahuan tentang Indonesia. Yang bisa menjawab kami berikan bendera Merah Putih,” katanya.

Semangat itu tidak lepas dari latar belakang Made yang masih dekat dengan dunia kepramukaan.

Jiwa Pramuka yang tertanam sejak lama membuat pendekatan edukatif terasa natural. Alih-alih memberikan ceramah panjang, nilai kebangsaan disampaikan melalui permainan, pertanyaan ringan, dan interaksi langsung.

Cara tersebut juga membuat pesan kemerdekaan lebih mudah diterima pelajar.

Bagi generasi muda, nasionalisme tidak selalu harus hadir dalam bentuk seremoni formal. Mengingat nilai Dasa Dharma, mengenal sejarah bangsa, bekerja sama, dan menghormati simbol negara juga merupakan bagian dari pembentukan karakter.

Polisi Ingin Merah Putih Berkibar di Setiap Lingkungan

Made berharap kegiatan tersebut menjadi pemantik bagi masyarakat Banyuwangi untuk turut menyemarakkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

Salah satunya dengan mengibarkan bendera Merah Putih di lingkungan masing-masing.

“Semangat kemerdekaan harus terus dijaga. Salah satunya dengan mengibarkan Merah Putih sebagai bentuk penghormatan kepada para pahlawan sekaligus memperkuat persatuan,” pungkasnya.

Pesan tersebut menjadi semakin relevan di tengah perayaan kemerdekaan yang tidak hanya dipusatkan pada upacara, tetapi juga berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat secara langsung.

Bagi polisi, ruang publik seperti Taman Blambangan menjadi tempat strategis untuk membangun komunikasi dengan warga.

Bendera yang dibagikan pun memiliki fungsi ganda: menjadi simbol perayaan sekaligus pengingat tentang perjuangan bangsa.

Kapolresta: Bendera Simbol Perjuangan dan Persatuan

Kapolresta Banyuwangi Kombespol Rofiq Ripto Himawan mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya Polresta Banyuwangi menumbuhkan semangat nasionalisme sekaligus memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

Menurut Rofiq, Merah Putih memiliki makna yang jauh lebih dalam daripada sekadar atribut perayaan.

“Bendera Merah Putih bukan hanya simbol negara, tetapi juga simbol perjuangan dan persatuan. Melalui kegiatan ini kami ingin mengajak masyarakat kembali mengingat sejarah perjuangan bangsa,” katanya.

Karena itu, konsep pembagian bendera sengaja dikombinasikan dengan kuis.

Masyarakat tidak hanya menerima bendera, tetapi terlebih dahulu diajak berinteraksi dan mengingat kembali pengetahuan tentang Indonesia.

“Jadi bukan hanya bagi-bagi bendera. Kami juga memberikan edukasi kecil kepada masyarakat. Harapannya, semangat kemerdekaan semakin tumbuh dan rasa cinta kepada Tanah Air semakin kuat,” jelas Rofiq.

Dari Dasa Dharma hingga Merah Putih

Apa yang berlangsung di Taman Blambangan itu pada akhirnya mempertemukan dua simbol penting dalam pembentukan karakter generasi muda: Pramuka dan Merah Putih.

Pramuka mengajarkan disiplin, tanggung jawab, cinta alam, persaudaraan, dan kepedulian. Sementara Merah Putih menjadi simbol perjuangan sekaligus persatuan bangsa.

Made mencoba menghubungkan keduanya melalui cara yang sederhana.

Satu pertanyaan dijawab, satu bendera diberikan.

Namun, di balik kuis singkat itu terselip pesan bahwa memperingati kemerdekaan bukan sekadar memasang bendera selama Agustus.

Ada nilai yang perlu diingat.

Ada sejarah yang harus dipahami.

Dan ada semangat persatuan yang harus terus dijaga setelah perayaan berakhir. (rio/aif)

Editor : Ali Sodiqin
Dasa Dharma Pramuka Kuis Kemerdekaan polresta banyuwangi bendera merah putih hut kemerdekaan