20 Regu Sudah Daftar, Digital Mission Race 2026 Siap Uji Kekompakan Pramuka Banyuwangi

Ali Sodiqin • Dipublikasikan Rabu, 19 Agustus 2026 | 14:34 WIB
Kepala MTsN 7 Purwoharjo Sri Endah Zulaikahtul Kharimah bersama para siswi siap mendaftarkan dua tim untuk mengikuti Digital Mission Race. (Istimewa)
Kepala MTsN 7 Banyuwangi Sri Endah Zulaikahtul Kharimah bersama para siswi siap mendaftarkan dua tim untuk mengikuti Digital Mission Race. (Istimewa)

RADAR BANYUWANGI – Sebanyak 20 regu Pramuka dari jenjang SMP/MTs se-Banyuwangi sementara memastikan keikutsertaannya dalam Digital Mission Race 2026. Bukan sekadar adu ketangkasan, ajang yang digelar Jawa Pos Radar Banyuwangi (JP-RaBa) bersama Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Banyuwangi itu bakal mengajak pelajar menjelajah, memecahkan misi, memanfaatkan teknologi, sekaligus belajar menjaga lingkungan.

Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Pramuka tersebut dijadwalkan berlangsung di Agro Wisata Tamansuruh, Sabtu (22/8). Start dijadwalkan pukul 07.00 WIB hingga selesai.

Mengusung tagline ”Jelajah Banyuwangi, Tuntaskan Misi, Jaga Bumi”, Digital Mission Race 2026 menyasar regu Pramuka SMP/MTs se-Banyuwangi. Setiap regu terdiri atas lima peserta, dengan komposisi putra dan putri.

Antusiasme sekolah mulai terlihat. Hingga sementara ini, tercatat 20 regu dari 14 SMP/MTs telah mendaftar.

Peserta tersebut berasal dari SMPN 1 Songgon sebanyak tiga regu; SMPN 1 Giri satu regu; SMPN 1 Licin satu regu; SMPN 4 Banyuwangi satu regu; SMPN 2 Banyuwangi satu regu; SMPN 1 Banyuwangi satu regu; MTsN 7 Banyuwangi dua regu; SMPN 3 Banyuwangi dua regu; SMPN 1 Muncar satu regu; SMPN 2 Glagah satu regu; SMPN 1 Kalipuro satu regu; SMPN 1 Tegaldlimo dua regu; SMPN 2 Cluring dua regu; serta SMPN 1 Glagah satu regu.

Dispendik Dorong Pramuka Jadi Laboratorium Karakter

Dinas Pendidikan Banyuwangi bersama Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP turut mendorong sekolah-sekolah lain untuk ambil bagian.

Plt Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi Alfian menilai kegiatan semacam Digital Mission Race relevan dengan tantangan pendidikan saat ini. Sebab, pembentukan karakter tidak cukup dilakukan melalui pembelajaran di dalam kelas.

Pramuka, kata dia, memiliki ruang strategis untuk membentuk kemampuan kepemimpinan dan kolaborasi siswa.

“Pramuka yang mengajarkan tentang leadership dan semangat kolaborasi hingga menghadapi berbagai dinamika itu bagian dari peran strategis menjawab tantangan tersebut,” ujar Alfian.

Menurut dia, Digital Mission Race bisa menjadi ruang belajar alternatif bagi pelajar. Siswa tidak hanya dituntut menguasai pengetahuan, tetapi juga mampu bekerja dalam tim, memecahkan persoalan, beradaptasi dengan situasi, sekaligus mengenali lingkungan sekitar.

Dengan konsep tersebut, pengalaman peserta tidak berhenti ketika misi perlombaan selesai. Nilai kerja sama, disiplin, komunikasi, dan pengambilan keputusan diharapkan ikut terbawa ke kehidupan sehari-hari.

Gabungkan Petualangan, Teknologi, dan Pendidikan

Ketua MKKS SMP Banyuwangi Ali Mustofa menyampaikan dorongan senada. Sekolah di Banyuwangi diharapkan memanfaatkan Digital Mission Race sebagai bagian dari pengalaman belajar siswa.

Menurutnya, konsep kegiatan tersebut memiliki daya tarik karena tidak hanya mengandalkan aktivitas fisik. Unsur edukasi, petualangan, teknologi, dan pembentukan karakter dikemas dalam satu rangkaian misi.

“Kami mendorong SMP di Banyuwangi untuk ikut berpartisipasi. Kegiatan seperti ini bagus untuk memberikan pengalaman kepada siswa, terutama dalam membangun kerja sama, kreativitas, dan karakter,” ujarnya.

Konsep tersebut sejalan dengan karakter generasi pelajar yang semakin dekat dengan teknologi. Tantangannya adalah bagaimana teknologi tidak hanya menjadi alat hiburan, tetapi juga digunakan untuk mendukung proses belajar dan penyelesaian persoalan.

Karena itu, Digital Mission Race 2026 dirancang dengan lima pendekatan utama, yakni Education, Adventure, Technology, Collaboration, dan Character Building.

Kelima unsur tersebut akan menjadi warna utama dalam misi yang harus diselesaikan peserta.

Lima Peserta dalam Satu Regu

Manager Event Jawa Pos Radar Banyuwangi Gerda Sukarno menjelaskan, setiap regu terdiri atas lima peserta dengan komposisi siswa dan siswi.

Format tersebut membuat kemampuan bekerja sama menjadi salah satu faktor penting dalam menyelesaikan misi.

“Setiap misi dirancang dengan pendekatan Education, Adventure, Technology, Collaboration, dan Character Building,” jelas Gerda.

Artinya, peserta tidak hanya berkompetisi untuk menjadi yang tercepat. Mereka juga ditantang menggunakan strategi, membagi peran, berkomunikasi, dan menyelesaikan persoalan sebagai satu kesatuan regu.

Konsep itu sekaligus memperkuat pesan utama kegiatan: Jelajah Banyuwangi, Tuntaskan Misi, Jaga Bumi.

Peserta akan mendapatkan pengalaman menjelajah sekaligus berinteraksi dengan lingkungan. Nilai kepedulian terhadap bumi pun menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kegiatan.

Ada Literasi dan Inklusi Keuangan

Digital Mission Race 2026 juga dilengkapi dukungan literasi dan inklusi keuangan bagi peserta.

Panitia memberikan fasilitas free saldo pembukaan rekening Bank Jatim, sesuai ketentuan dan mekanisme yang berlaku.

Fasilitas tersebut menjadi tambahan pengalaman bagi pelajar untuk mengenal layanan keuangan sejak dini. Dengan demikian, kegiatan tidak hanya berbicara tentang petualangan dan kompetisi, tetapi juga memperluas wawasan peserta mengenai literasi keuangan.

Rangkaian kegiatan yang memadukan aktivitas luar ruang, teknologi, edukasi, karakter, dan literasi tersebut diharapkan membuat Digital Mission Race 2026 menjadi pengalaman berbeda bagi pelajar Banyuwangi.

Pendaftaran Masih Dibuka

Bagi sekolah yang belum mengirimkan regu, kesempatan untuk bergabung masih terbuka. Pendaftaran dijadwalkan ditutup Kamis (20/8).

Sebelum perlombaan berlangsung, peserta akan mengikuti technical meeting pada Jumat (21/8) pukul 09.30 WIB.

Sementara itu, pelaksanaan Digital Mission Race 2026 digelar Sabtu (22/8) mulai pukul 07.00 WIB di Agro Wisata Tamansuruh.

Informasi dan pendaftaran dapat dilakukan melalui Elisa di nomor 0816-1572-2279.

Dengan 20 regu yang sudah bergabung, persaingan awal Digital Mission Race 2026 mulai terbentuk. Namun, tantangan sesungguhnya bukan hanya soal siapa yang paling cepat mencapai garis akhir.

Di tengah suasana peringatan Hari Pramuka, para pelajar akan diuji untuk membuktikan satu hal: seberapa solid mereka bekerja sebagai tim ketika harus menjelajah, berpikir, menyelesaikan misi, dan menjaga bumi secara bersamaan. (*)

Editor : Ali Sodiqin
Agro Wisata Tamansuruh Pramuka Banyuwangi SMP Banyuwangi Digital Mission Race hari pramuka