RADAR BANYUWANGI – Pramuka tak lagi cukup dipahami sebagai kegiatan baris-berbaris dan berkemah. Di tengah tantangan pendidikan karakter yang kian kompleks, kemampuan bekerja sama, memecahkan masalah, beradaptasi, hingga memanfaatkan teknologi menjadi bekal penting bagi pelajar.
Semangat itulah yang coba dihadirkan melalui Digital Mission Race 2026. Dinas Pendidikan Banyuwangi bersama Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Banyuwangi mendorong sekolah-sekolah untuk ambil bagian dalam kegiatan yang digelar Jawa Pos Radar Banyuwangi (JP-RaBa) bersama Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Banyuwangi tersebut.
Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Pramuka itu mengusung tagline “Jelajah Banyuwangi, Tuntaskan Misi, Jaga Bumi”. Pesertanya menyasar regu Pramuka jenjang SMP/MTs se-Banyuwangi, dengan komposisi lima peserta putra dan putri dalam setiap regu.
Bukan Sekadar Lomba, Siswa Didorong Berani Hadapi Tantangan
Plt Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi Alfian mengatakan, pendidikan karakter merupakan salah satu tantangan penting yang harus dijawab bersama. Menurut dia, Pramuka memiliki peran strategis karena tidak hanya mengajarkan pengetahuan, tetapi juga kepemimpinan dan kemampuan berkolaborasi.
“Pramuka yang mengajarkan tentang leadership dan semangat kolaborasi hingga menghadapi berbagai dinamika itu bagian dari peran strategis menjawab tantangan tersebut,” ujar Alfian.
Karena itu, dia mendorong SMP di Banyuwangi menjadikan Digital Mission Race 2026 sebagai ruang belajar alternatif bagi siswa. Pembelajaran tidak harus selalu berlangsung di dalam kelas.
Melalui berbagai misi yang diberikan, siswa ditantang bekerja dalam tim, memecahkan persoalan, beradaptasi dengan situasi, sekaligus mengenali potensi lingkungan Banyuwangi.
Pendekatan tersebut dinilai relevan dengan kebutuhan generasi muda saat ini. Sebab, kemampuan akademik saja tidak cukup untuk menghadapi berbagai perubahan dan tantangan di masa depan.
Dorongan serupa disampaikan Ketua MKKS SMP Banyuwangi. Menurut dia, kegiatan tersebut memberikan pengalaman positif karena menggabungkan unsur edukasi, petualangan, teknologi, dan pembentukan karakter.
“Kami mendorong SMP di Banyuwangi untuk ikut berpartisipasi. Kegiatan seperti ini bagus untuk memberikan pengalaman kepada siswa, terutama dalam membangun kerja sama, kreativitas, dan karakter,” ujarnya.
Lima Peserta, Misi Berbasis Education hingga Character Building
Manager Event Jawa Pos Radar Banyuwangi Gerda Sukarno menjelaskan, Digital Mission Race 2026 dirancang sebagai kompetisi yang mengajak peserta belajar sekaligus berpetualang.
Setiap regu terdiri atas lima peserta dengan komposisi siswa dan siswi. Seluruh misi dirancang menggunakan pendekatan Education, Adventure, Technology, Collaboration, dan Character Building.
Dengan konsep tersebut, peserta tidak hanya dituntut menyelesaikan tantangan. Mereka juga diajak mengasah kemampuan komunikasi, membangun kekompakan, menggunakan teknologi secara positif, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
Menariknya, pengalaman peserta juga dilengkapi dengan edukasi literasi dan inklusi keuangan. Peserta mendapatkan free saldo pembukaan rekening Bank Jatim sesuai ketentuan dan mekanisme yang berlaku.
Digelar di Agro Wisata Tamansuruh
Digital Mission Race 2026 dijadwalkan berlangsung Sabtu (22/8) di Agro Wisata Tamansuruh, Kecamatan Glagah, mulai pukul 07.00 WIB hingga selesai.
Sebelum pelaksanaan, teknikal meeting dijadwalkan pada Jumat (21/8) pukul 09.30 WIB. Sementara pendaftaran ditutup Kamis (20/8).
“Kegiatan ini kami harapkan menjadi pengalaman yang berkesan bagi peserta. Bukan hanya menyelesaikan misi, tetapi juga mendapatkan pengetahuan, pengalaman, dan nilai-nilai karakter yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” kata Gerda.
Bagi sekolah yang ingin berpartisipasi, informasi pendaftaran dapat diperoleh melalui Elisa di nomor 0816-1572-2279. (sgt)
Editor : Ali Sodiqin