RADAR BANYUWANGI – Ajakan mengikuti Jawa Pos Radar Banyuwangi Digital Mission Race 2026 mulai menggema di kalangan madrasah. Kepala Kemenag Banyuwangi Chaeroni Hidayat mendorong seluruh Madrasah Tsanawiyah (MTs) ikut ambil bagian dalam ajang yang memadukan petualangan, teknologi, pendidikan, dan pembentukan karakter tersebut.
Digital Mission Race mengusung tema “Jelajah Banyuwangi, Taklukkan Misi, Jaga Bumi!”. Kegiatan dijadwalkan berlangsung di Agro Wisata Tamansuruh, Kecamatan Glagah, Banyuwangi, pada Sabtu (22/8/2026).
Chaeroni menilai kegiatan tersebut dapat menjadi ruang belajar alternatif bagi siswa. Sebab, peserta tidak hanya dituntut menyelesaikan misi, tetapi juga berkolaborasi, berpikir kreatif, memanfaatkan teknologi, sekaligus belajar menjaga lingkungan.
“Kami mengimbau MTs untuk ikut dalam kegiatan ini. Bagus untuk perkembangan anak karena mereka mendapat pengalaman belajar di luar kelas, melatih kerja sama, kreativitas, keberanian, serta memanfaatkan teknologi secara positif,” ujar Chaeroni.
MTsN 7 Banyuwangi Kirim Dua Tim
Imbauan tersebut langsung mendapat respons dari MTsN 7 Banyuwangi di Kecamatan Purwoharjo. Kepala MTsN 7 Banyuwangi Sri Endah Zulaikahtul Kharimah bahkan telah mendaftarkan dua tim untuk mengikuti Digital Mission Race.
Menurut Sri Endah, keikutsertaan tersebut menjadi kesempatan bagi siswa untuk memperoleh pengalaman belajar yang berbeda dari aktivitas pembelajaran rutin di sekolah.
“Kami ingin memberikan kesempatan kepada siswa belajar melalui pengalaman langsung. Mereka tidak hanya menyelesaikan misi, tetapi juga belajar bekerja sama, berpikir kritis dan menjaga lingkungan,” kata Sri Endah.
Bagi madrasah, kegiatan semacam itu dinilai relevan dengan kebutuhan peserta didik saat ini. Siswa ditantang untuk menggabungkan kemampuan akademik dengan keterampilan sosial dan pemecahan masalah di lapangan.
Lima Peserta dalam Satu Regu
Manager Event Jawa Pos Radar Banyuwangi Gerda Sukarno menjelaskan, Digital Mission Race 2026 terbuka bagi pelajar SMP/MTs se-Kabupaten Banyuwangi.
Setiap regu terdiri atas lima peserta dengan komposisi siswa dan siswi. Misi yang disiapkan dirancang menggunakan pendekatan Education, Adventure, Technology, Collaboration, dan Character Building.
Dengan konsep tersebut, peserta akan diajak menjelajah sekaligus menyelesaikan berbagai tantangan. Kemampuan bekerja dalam tim menjadi salah satu kunci karena setiap anggota regu memiliki peran dalam menuntaskan misi.
“Pendaftaran terakhir Kamis (27/8), untuk teknikal meeting tanggal 21 Agustus 2026, jam 09.30 WIB,” kata Gerda.
Kegiatan di Agro Wisata Tamansuruh dijadwalkan dimulai pukul 07.00 WIB hingga selesai.
Ada Bonus Literasi Keuangan
Tak hanya menawarkan pengalaman petualangan dan edukasi, Digital Mission Race juga memberikan sentuhan literasi dan inklusi keuangan kepada peserta.
Peserta mendapatkan dukungan berupa free saldo pembukaan rekening Bank Jatim, sesuai ketentuan dan mekanisme yang berlaku.
Konsep tersebut melengkapi misi utama kegiatan yang tidak hanya mengajak pelajar mengenal potensi Banyuwangi, tetapi juga membangun kemampuan berkolaborasi, menggunakan teknologi secara positif, serta menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan.
Bagi Chaeroni, perpaduan berbagai aspek tersebut membuat Digital Mission Race layak menjadi ruang pembelajaran bagi siswa MTs.
Sebab, pendidikan karakter tidak selalu harus berlangsung di dalam ruang kelas. Melalui pengalaman langsung, siswa dapat belajar mengambil keputusan, berkomunikasi, bekerja sama, dan menyelesaikan persoalan dalam situasi nyata.
Kini, tantangannya bukan sekadar siapa yang paling cepat menuntaskan misi. Lebih dari itu, siapa yang mampu menjelajah Banyuwangi sambil membawa pulang pengalaman, karakter, dan kepedulian terhadap bumi. (*)
Editor : Ali Sodiqin