RADAR BANYUWANGI – Panggung internasional kembali menjadi tujuan siswa SMAN 1 Giri (Smagi) Taruna Bangsa. Enam siswa sekolah tersebut akan membawa nama Banyuwangi ke Naerong International Student’s Conference (NISC) ke-10 di Thailand, 17–21 Agustus 2026.
Bukan sekadar menghadiri konferensi, para siswa Smagi Taruna Bangsa bakal beradu kemampuan dengan pelajar dari sekitar 25 negara. Mereka akan bertukar gagasan, mengenalkan budaya, sekaligus mengikuti sejumlah kompetisi dalam forum pelajar internasional tersebut.
NISC ke-10 dipusatkan di Mida Grande Hotel Dhavaravati, Nakhon Pathom, Thailand. Kontingen Smagi Taruna Bangsa dijadwalkan berangkat pada 16 Agustus 2026.
Enam siswa yang menjadi duta sekolah adalah Atha Azarine dari kelas XII-9, Mutiara Nur Annisa Hakim kelas XI-9, Bernadine Dahayu Putri kelas XI-4, Kendy Marichal Damian Kaart kelas XI-5, serta M Zaphir Akbar Janitra Purwanto kelas XI-5.
Dalam NISC tahun ini, kontingen Smagi Taruna Bangsa akan mengikuti Video Production Competition yang diikuti seluruh kontingen peserta.
Selain kompetisi beregu tersebut, sejumlah siswa juga dipercaya mengikuti lomba individu. Mutiara Nur Annisa Hakim akan tampil dalam Impromptu Speech Competition. Atha Azarine mengikuti Project Pitch Competition, sedangkan M Zaphir Akbar Janitra Purwanto turun di Quiz Competition.
Tradisi Prestasi di Forum Internasional
Keikutsertaan Smagi Taruna Bangsa dalam NISC bukan pengalaman pertama. Sekolah yang berada di Jalan HOS Cokroaminoto, Banyuwangi, tersebut rutin mengirimkan duta siswa dalam konferensi internasional itu.
Menariknya, setiap mengikuti NISC, kontingen Smagi Taruna Bangsa selalu membawa pulang predikat juara. Tradisi tersebut menjadi tantangan sekaligus motivasi bagi enam siswa yang akan berlaga tahun ini.
Persiapan pun dilakukan secara serius. Rabu (12/8), seluruh peserta mengikuti gladi dan persiapan akhir di Graha Lounge Smagi Taruna Bangsa.
Para siswa hadir bersama wali murid dan guru pembimbing. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum pelepasan resmi kontingen sebelum bertolak ke Thailand.
Kepala Smagi Taruna Bangsa I Ketut Renen mengatakan, keikutsertaan dalam ajang internasional merupakan program tahunan sekolah. Menurut dia, kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi siswa untuk mengasah kemampuan sekaligus merasakan atmosfer kompetisi di tingkat global.
“Sesuai dengan visi sekolah yaitu mempersiapkan siswa hingga dunia global,” ujar Ketut.
Bagi Smagi Taruna Bangsa, NISC bukan hanya tentang mengejar gelar juara. Forum tersebut menjadi ruang bagi siswa untuk belajar berkomunikasi dengan pelajar dari berbagai negara, bertukar perspektif, mengenal budaya lain, dan membangun kepercayaan diri di panggung internasional.
Tahun ini, enam duta Smagi Taruna Bangsa kembali membawa misi ganda: mempertahankan tradisi prestasi sekaligus menunjukkan kemampuan pelajar Banyuwangi di forum dunia. (*)
Editor : Ali Sodiqin