1100 Ekor Tukik Dilepasliarkan Bersama Indofood Noodle Surabaya

Gerda Sukarno Prayudha • Dipublikasikan Jumat, 14 Agustus 2026 | 08:02 WIB
PEDULI LINGKUNGAN : Ananto Pramandhika, Branch HR Manager Indofood Noodel Surabaya (tengah) menerima souver dari Wiyanto Haditanojo pendiri BSTF setelah melepasliarkan 1100 Tukik di pantai Ketapang Indah Hotel, Kamis (13/8) lalu. (GERDA/RadarBanyuwangi.id)
PEDULI LINGKUNGAN : Ananto Pramandhika, Branch HR Manager Indofood Noodel Surabaya (tengah) menerima souver dari Wiyanto Haditanojo pendiri BSTF setelah melepasliarkan 1100 Tukik di pantai Ketapang Indah Hotel, Kamis (13/8) lalu. (GERDA/RadarBanyuwangi.id)

RadarBanyuwangi.id – Bulan Agustus merupakan bulan merdeka bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Bulan Agustus juga musim menetas bagi Penyu-penyu kecil.

Karena pantai disekitar kota Banyuwangi, musim bertelur Penyu adalah bulan April hingga Juli.

Jadi bulan Agustus hingga Septermber adalah musim menetas.

Banyuwangi Sea Turtle Foundation (BSTF) yang berdiri sejak 2011, selalu konsisten terhadap pelestarian dan konservasi di Banyuwangi.

Wilayah cakupan BSTF adalah pantai di sekitar kota Banyuwangi dan diluar wilayah taman nasional.

Sejak berkolaborasi dengan Balai Pengelolaan Submer Daya Laut dan Pesisir (BPSPL) Denpasar kegiatan konservasi semakin konsisten.

Terlihat dari grafik dan data yang tercatat oelh BSTF terkait jumlah telur yang berhasil diselamatkan dan ditetaskan.

Tahun lalu, sekitar 20.000 butir dan tahun ini 21.500 telur yang bisa ditampung dan ditetaskan menggunakan INTAN ruang.

Sebuah inovasi dari BSTF yakni menetaskan telur Penyu tanpa media pasir.

MENUJU LAUT : 1100 ekor Tukik dilepasliarkan bersama jajaran manajemen Indofood Noodle Surabaya di pantai Ketapang Indah Hotel pada Kamis (13/8) pagi. (Gerda/RadarBanyuwangi.id)
MENUJU LAUT : 1100 ekor Tukik dilepasliarkan bersama jajaran manajemen Indofood Noodle Surabaya di pantai Ketapang Indah Hotel pada Kamis (13/8) pagi. (Gerda/RadarBanyuwangi.id)

Menurut Wiyanto Haditanojo pendiri BSTF, sebenarnya jumlah telur yang ditetaskan bisa lebih banyak, namun karena daya tampung INTAN ruang menjadi batasan untuk menampung telur.

“Termasuk keterbatasan donasi dari berbagai pihak,” uajr Wiyanto.

Karena itu, Indofood Noodle Surabaya kembali menyerahkan donasi kepada BSTF untuk kegiatan pelestarian Penyu di Banyuwangi.

Rabu (12/8) jajaran manajemen Indofood Noodle Surabaya mengunjungi sekretariat BSTF yang berlokasi di Jalan Wahid Hasyim 42 Banyuwangi.

Disana Ananto Pramandhika selaku Branch HR Manager Indofood Noodle Surabaya menyaksikan langsung INTAN ruang serta kegiatan perawatan Tukik yang baru menetas.

Selanjutnya, esok hari, Kamis (13/8) pagi dilaksanakan pelepasliaran 1100 ekor Tukik di pantai Ketapang Indah Hotel.

Ananto menuturkan bahwa kepedulian perusahaan terhadap lingkungan terutama konservasi Penyu di Banyuwangi merupakan bentuk Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) merupakan program tetap tahunan.

“Saat ini sudah tahun kesepuluh. Bentuk kepedulian Indofood kepada pelestarian Penyu,” ujar Ananto.

Bahkan tidak menutup kemungkinan dalam waktu dekat Indofood akan mengadakan kegiatan konservasi yang lebih massif lagi.

Doakan saja semoga terlaksana, imbuh Ananto.

 

Editor : Gerda Sukarno Prayudha
Ketapang Indah Hotel tukik indofood Penyu BSTF