5 Negara dengan Teknologi Kereta Api Tercanggih di Dunia, Jepang hingga Korea Selatan Unggul dalam Keselamatan dan Ketepatan Waktu

Daafi Adilla Achmad • Dipublikasikan Kamis, 13 Agustus 2026 | 15:52 WIB
Teknologi kereta api modern berkembang dengan pendekatan berbeda di setiap negara. Shinkansen Jepang menjadi salah satu contoh bagaimana kecepatan dapat dipadukan dengan keselamatan, ketepatan waktu, dan disiplin operasional. (Pexels/MB Productions)
Teknologi kereta api modern berkembang dengan pendekatan berbeda di setiap negara. Shinkansen Jepang menjadi salah satu contoh bagaimana kecepatan dapat dipadukan dengan keselamatan, ketepatan waktu, dan disiplin operasional. (Pexels/MB Productions)

RADAR BANYUWANGI - Kereta api modern tak lagi bisa dinilai hanya dari seberapa kencang rangkaiannya melaju. Di balik perjalanan yang cepat, terdapat sistem keselamatan, persinyalan, pemeliharaan, ketepatan waktu, kapasitas angkut, hingga efisiensi energi yang menentukan kualitas sebuah layanan.

Sejumlah negara telah mengembangkan teknologi perkeretaapian dengan pendekatan berbeda. Ada yang unggul dalam kereta berkecepatan tinggi, ada pula yang membangun jaringan padat dengan koneksi antarlayanan yang sangat terukur.

Jepang menjadi salah satu negara yang paling lekat dengan perkembangan kereta api modern. Ikon utamanya adalah Shinkansen, khususnya Tokaido Shinkansen yang dioperasikan oleh JR Central dan telah melayani rute Tokyo-Nagoya-Osaka sejak 1964.

Kemampuan sistem tersebut bukan semata-mata ditunjukkan oleh kecepatan. Pada tahun fiskal 2024, Tokaido Shinkansen rata-rata melayani 383 perjalanan per hari. Perjalanan tercepat Tokyo-Shin-Osaka dapat ditempuh sekitar 2 jam 21 menit.

Aspek keselamatan dan ketepatan waktu juga menjadi kekuatan penting. JR Central mencatat Tokaido Shinkansen tidak pernah mengalami kecelakaan yang menyebabkan penumpang meninggal atau terluka sejak mulai beroperasi. Sementara pada tahun fiskal 2023, rata-rata keterlambatan tercatat sekitar 1,6 menit per kereta, termasuk akibat bencana alam.

Catatan tersebut memperlihatkan bahwa kecanggihan sistem Jepang merupakan hasil dari kombinasi teknologi, pemeliharaan, disiplin operasional, serta standar keselamatan yang ketat.

Dari Asia Timur, Tiongkok tampil dengan keunggulan yang berbeda. Negara tersebut menjadi salah satu pemain terdepan ketika ukuran kecanggihan dilihat dari skala jaringan dan kemampuan operasi kereta berkecepatan tinggi.

Kereta cepat generasi Fuxing dapat beroperasi hingga 350 kilometer per jam pada sejumlah jalur. Pengembangannya juga mencakup rantai teknologi yang luas, mulai dari penelitian dan pengembangan, manufaktur, pengujian, hingga pemeliharaan.

Salah satu contoh penerapan teknologi digital adalah Beijing-Zhangjiakou High-Speed Railway. Jalur ini dikenal sebagai salah satu contoh smart high-speed railway dan mampu mengoperasikan kereta hingga 350 kilometer per jam.

Dengan demikian, perkembangan perkeretaapian Tiongkok tidak berhenti pada persoalan menambah kecepatan. Digitalisasi dan otomatisasi juga menjadi bagian penting dalam menciptakan sistem operasi yang semakin modern.

Sementara itu, Swiss menunjukkan bahwa teknologi kereta api tidak harus selalu identik dengan kecepatan ekstrem. Keunggulan negara tersebut justru terlihat pada bagaimana jaringan transportasi disusun agar bekerja secara rapat, padat, dan terkoordinasi.

Swiss Federal Railways atau SBB mengoperasikan jaringan dengan lebih dari satu juta penumpang serta lebih dari 200 ribu ton barang yang melakukan perjalanan setiap hari menggunakan lebih dari 10.000 kereta.

Ukuran keberhasilan sistem Swiss pun cukup menarik. SBB tidak hanya memperhatikan apakah kereta tiba tepat waktu, tetapi juga apakah penumpang dapat melanjutkan perjalanan dengan kereta berikutnya sesuai waktu perpindahan yang tersedia.

Pendekatan tersebut menempatkan jaringan sebagai satu kesatuan. Dalam sistem seperti ini, satu perjalanan tidak berdiri sendiri. Ketepatan sambungan antarkereta menjadi bagian penting dari kualitas layanan.

Prancis mempunyai jalur perkembangan yang lain. Negara ini dikenal sebagai salah satu pionir kereta cepat Eropa melalui TGV. Kehadiran TGV menjadi bagian penting dari jaringan transportasi antarkota sekaligus ikut menginspirasi pengembangan kereta cepat di berbagai negara.

Pengembangan teknologi tersebut berlanjut melalui TGV M yang menjadi dasar bagi TGV INOUI generasi kelima. SNCF menyebut generasi baru ini dirancang dengan perhatian lebih besar terhadap efisiensi energi, fleksibilitas, dan keberlanjutan.

Rancangannya memungkinkan sekitar 97 persen dari bagian kereta dapat didaur ulang. Desain modular juga dipakai untuk memberikan fleksibilitas lebih tinggi. Dalam tahap pengujian, rangkaian TGV M telah menempuh sekitar satu juta kilometer.

Teknologinya pun tidak sederhana. Sistem onboard yang digunakan mampu memproses hingga 25.000 variabel setiap 100 milidetik untuk mendukung pemantauan dan pengembangan teknologi kereta.

Korea Selatan melengkapi daftar negara dengan perkembangan teknologi kereta cepat yang menonjol melalui Korean Train Express atau KTX.

Menurut informasi resmi Korail, sistem kereta cepat Korea Selatan dirancang untuk kecepatan hingga 330 kilometer per jam dan beroperasi hingga 305 kilometer per jam. Rangkaian KTX menggunakan sistem kelistrikan 25 kV serta teknologi persinyalan seperti ATC, ATP, dan ATS.

Dari sisi teknis, KTX juga dilengkapi sejumlah teknologi pendukung keselamatan dan kenyamanan, antara lain bogie artikulasi, pengereman regeneratif, pengereman gesekan dan dinamis, serta sistem informasi perjalanan.

Fasilitas penumpangnya juga dirancang mengikuti kebutuhan perjalanan modern. Di dalam rangkaian tersedia internet nirkabel, fasilitas bagi pengguna kursi roda, dan ruang penyimpanan.

Lima negara tersebut menunjukkan bahwa istilah kereta api tercanggih tidak memiliki satu ukuran tunggal. Jepang menonjol melalui keselamatan dan presisi operasi, Tiongkok lewat skala serta digitalisasi, Swiss melalui integrasi jaringan, Prancis lewat efisiensi dan keberlanjutan, sementara Korea Selatan menggabungkan kecepatan, persinyalan, dan kenyamanan.

Editor : Lugas Rumpakaadi
Shinkansen Jepang kereta api tercanggih teknologi kereta api kereta cepat dunia KTX Korea Selatan