Susunan Upacara Hari Pramuka ke-65 14 Agustus 2026, Lengkap dengan Bentuk Barisan dan Perlengkapannya

Lugas Rumpakaadi • Dipublikasikan Kamis, 13 Agustus 2026 | 10:03 WIB
Peserta mengikuti upacara Hari Pramuka dengan tertib. Peringatan Hari Pramuka ke-65 pada 14 Agustus 2026 mengusung tema “Memantapkan Langkah Organisasi Mendukung Swasembada Pangan Menuju Indonesia Emas 2045”. (Gemini AI)
Peserta mengikuti upacara Hari Pramuka dengan tertib. Peringatan Hari Pramuka ke-65 pada 14 Agustus 2026 mengusung tema “Memantapkan Langkah Organisasi Mendukung Swasembada Pangan Menuju Indonesia Emas 2045”. (Gemini AI)

RADAR BANYUWANGI - Hari Pramuka ke-65 diperingati pada Jumat, 14 Agustus 2026. Peringatan tahun ini mengusung tema “Memantapkan Langkah Organisasi Mendukung Swasembada Pangan Menuju Indonesia Emas 2045”.

Tema tersebut menjadi bagian penting dalam pelaksanaan peringatan Hari Pramuka. Upacara tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga momentum untuk meneguhkan peran Gerakan Pramuka dalam membentuk generasi yang mandiri, disiplin, bertanggung jawab, serta memiliki kepedulian terhadap ketahanan pangan dan masa depan bangsa.

Bagi sekolah, gugus depan, maupun kwartir yang akan menggelar upacara, susunan kegiatan perlu dipersiapkan sejak awal. Setiap petugas juga perlu memahami tugas masing-masing agar rangkaian upacara berlangsung tertib dan khidmat.

Secara umum, upacara diawali dengan persiapan pasukan. Masing-masing pemimpin barisan memastikan anggotanya berada dalam posisi dan kondisi siap mengikuti upacara.

Setelah pasukan siap, pemimpin upacara memasuki lapangan dan mengambil alih pimpinan. Berikutnya, pembina upacara memasuki mimbar atau tempat yang telah disediakan.

Rangkaian kemudian dilanjutkan dengan penghormatan pasukan kepada pembina upacara. Pemimpin upacara selanjutnya menyampaikan laporan kepada pembina bahwa upacara siap dimulai.

Prosesi pengibaran Bendera Merah Putih menjadi bagian berikutnya. Pengibaran dilakukan dengan diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya. Setelah bendera berada di puncak tiang, rangkaian dilanjutkan dengan mengheningkan cipta yang dipimpin pembina upacara.

Tahap berikutnya adalah pembacaan teks yang menjadi bagian dari upacara. Materi dapat meliputi Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, serta Kode Kehormatan Pramuka sesuai golongan peserta. Untuk golongan tertentu, pembacaan juga mencakup Dwi Dharma, Tri Satya dan Dasa Dharma.

Perhatian kemudian beralih pada amanat pembina upacara. Dalam rangkaian Hari Pramuka ke-65, amanat dapat memuat pesan dan semangat sesuai tema peringatan, termasuk penguatan kontribusi Gerakan Pramuka dalam mendukung swasembada pangan menuju Indonesia Emas 2045.

Setelah amanat, peserta menyanyikan Himne Satya Darma Pramuka dan lagu Bagimu Negeri. Rangkaian kemudian ditutup dengan pembacaan doa yang memohon kelancaran kegiatan serta keberkahan bagi upaya memperkuat ketahanan pangan nasional.

Pada bagian akhir, pemimpin upacara menyampaikan laporan kepada pembina bahwa seluruh rangkaian telah selesai. Pasukan memberikan penghormatan terakhir, kemudian pembina meninggalkan tempat upacara.

Setelah pembina meninggalkan lapangan, pemimpin upacara dapat membubarkan pasukan. Dengan demikian, seluruh rangkaian upacara Hari Pramuka ke-65 dinyatakan selesai.

Bentuk barisan peserta juga perlu disesuaikan dengan golongan Pramuka. Untuk Pramuka Siaga yang berusia sekitar 7-10 tahun, bentuk barisan yang digunakan adalah lingkaran. Pola tersebut menempatkan pusat perhatian di tengah dan memungkinkan rangkaian dibuat lebih sederhana agar sesuai dengan karakteristik usia peserta.

Pada golongan Penggalang, usia sekitar 11-15 tahun, bentuk barisan yang digunakan adalah angkare atau menyerupai huruf U. Peserta Penggalang dapat dilibatkan lebih aktif dalam pelaksanaan tugas upacara, termasuk tugas yang berkaitan dengan pengibaran bendera.

Sementara itu, Pramuka Penegak dan Pandega, dengan rentang usia sekitar 16–25 tahun, menggunakan bentuk barisan bersaf. Peserta pada jenjang ini memiliki tingkat kemandirian lebih tinggi sehingga dapat mengambil peran lebih besar dalam kepanitiaan maupun pengendalian ketertiban upacara.

Jika upacara diikuti peserta dari berbagai golongan secara bersamaan, bentuk barisan bersaf dapat digunakan untuk menyesuaikan kondisi dan efisiensi lapangan.

Selain susunan acara dan formasi, kelengkapan upacara harus dipastikan sebelum pelaksanaan. Panitia perlu menyiapkan Bendera Merah Putih dalam kondisi bersih dan rapi, tiang bendera beserta tali pengait yang kokoh, serta seluruh naskah yang diperlukan.

Naskah tersebut antara lain Pancasila, UUD 1945, Tri Satya, Dasa Dharma, amanat atau sambutan Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka, serta teks doa. Perangkat pengeras suara dan mikrofon juga perlu diperiksa melalui gladi bersih agar tidak mengganggu jalannya upacara.

Kelengkapan seragam dan atribut Pramuka sesuai ketentuan yang berlaku juga menjadi bagian yang tidak kalah penting. Kesiapan petugas, peserta, perlengkapan dan kondisi lapangan sebaiknya diperiksa sebelum upacara dimulai.

Editor : Lugas Rumpakaadi
Hari Pramuka 2026 Upacara Hari Pramuka ke-65 Susunan upacara Pramuka 2026 Tema Hari Pramuka 2026 Gerakan Pramuka