RADAR BANYUWANGI – Belajar tentang air bersih tak selalu harus berlangsung di dalam ruang kelas. Melalui program Wisata Edukasi Sejak Usia Dini (Wis Esa Sek Adi), siswa sekolah dasar di Banyuwangi diajak melihat langsung bagaimana sumber air dijaga sekaligus mengenal lingkungan di sekitarnya.
Pagi ini (12/9), giliran siswa SD dari Gugus 1 Kecamatan Glagah mengikuti kegiatan tersebut di kawasan Sumber Gedor, Kelurahan Gombengsari, Kecamatan Kalipuro.
Di kawasan yang hijau itu, para siswa tidak sekadar menikmati suasana alam. Mereka diperkenalkan dengan bangunan penangkap mata air atau broncaptering yang memiliki nilai sejarah sekaligus fungsi penting dalam penyediaan air bersih.
Bangunan tersebut diketahui merupakan peninggalan era kolonial. Dibangun pada 1926 dan mulai dioperasikan pada 1927, bangunan itu menjadi bagian dari sistem perlindungan dan pengelolaan sumber air.
Para siswa dapat melihat secara langsung struktur teknik sipil yang berfungsi melindungi mata air dari pencemaran, menampung air, serta menjaga aliran air baku menuju jaringan pipa transmisi atau reservoir.
Pengalaman tersebut membuat materi tentang air bersih yang selama ini dipelajari secara teori menjadi lebih mudah dipahami.
Keliling Sumber Gedor, Kenali Beragam Tumbuhan
Tak hanya belajar mengenai infrastruktur air, peserta juga diajak menyusuri kawasan Sumber Gedor.
Dengan luas lahan mencapai belasan hektare, kawasan tersebut menjadi ruang belajar terbuka bagi para siswa untuk mengenal berbagai jenis tumbuhan yang tumbuh di sekitar sumber air.
Mereka juga mendapatkan materi mengenai pengelolaan air, kesehatan, serta pelestarian lingkungan yang disampaikan oleh narasumber kompeten.
Konsep tersebut membuat kegiatan Wis Esa Sek Adi tidak berhenti sebagai wisata. Siswa mendapatkan pengalaman langsung mengenai hubungan antara sumber air, lingkungan, kesehatan, dan kehidupan sehari-hari.
Pesan tentang pentingnya menjaga alam pun menjadi lebih dekat karena siswa melihat sendiri kondisi lingkungan tempat sumber air berada.
Program Berlanjut dari PAUD hingga SMP
Wis Esa Sek Adi merupakan program yang diluncurkan langsung oleh Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani di Sumber Gedor pada Mei lalu.
Sejak diluncurkan, siswa dari berbagai sekolah di Banyuwangi secara bergiliran mengikuti kegiatan tersebut. Pesertanya mencakup jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga SMP.
Konsep belajar di alam tersebut diharapkan memberikan pengalaman berbeda bagi siswa sekaligus menanamkan kesadaran mengenai pentingnya menjaga lingkungan sejak usia dini.
Pekan lalu, misalnya, sebanyak 58 siswa SMPN 1 Rogojampi mengikuti kegiatan Wis Esa Sek Adi di Sumber Gedor.
Mereka mendapatkan kesempatan mempelajari sumber air bersih sekaligus menikmati kawasan yang rindang.
Guru: Siswa Tak Hanya Belajar di Kelas
Guru pendamping SMPN 1 Rogojampi Sujipto menyambut positif pelaksanaan program tersebut.
Menurut dia, kegiatan wisata edukasi memberikan pengalaman baru bagi siswa. Pembelajaran yang dilakukan langsung di alam membuat materi menjadi lebih menarik karena siswa dapat melihat objek yang dipelajari secara nyata.
“Selain memberikan pengalaman baru, kegiatan ini juga sangat menarik bagi siswa. Mereka tidak hanya belajar di dalam kelas, tetapi bisa belajar langsung dari alam,” ujar guru olahraga SMPN 1 Rogojampi tersebut.
Melalui kesinambungan program Wis Esa Sek Adi, kawasan Sumber Gedor tidak hanya berfungsi sebagai ruang konservasi sumber air. Tempat tersebut juga berkembang menjadi ruang kelas terbuka bagi generasi muda Banyuwangi.
Dari sana, siswa belajar bahwa air bersih tidak muncul begitu saja. Ada mata air yang harus dilindungi, lingkungan yang harus dijaga, serta infrastruktur yang memastikan air dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan. (sgt)
Editor : Ali Sodiqin