RADAR BANYUWANGI – Pergantian pucuk pimpinan di SMAN 2 Taruna Bhayangkara (Smadatara) Jawa Timur menjadi momentum untuk memperkuat satu target penting: memastikan para lulusan memiliki jalan yang jelas menuju perguruan tinggi maupun sekolah kedinasan impian.
Dr Elis Santi MPd resmi menggantikan I Ketut Renen SPd yang sebelumnya menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Smadatara. Elis sebelumnya merupakan Kepala SMAN 1 Rogojampi.
Serah terima jabatan digelar di Lapangan Tri Brata Smadatara, Dusun Pandan, Desa Kembiritan, Kecamatan Genteng. Prosesi tersebut dihadiri Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Jawa Timur Aries Agung Paewai dan Plt Kepala Cabang Dispendik Jatim Wilayah Banyuwangi Iwan Triyono.
Jajaran komite, guru, tenaga kependidikan, serta ratusan taruna-taruni turut mengikuti prosesi tersebut dengan disiplin.
Pergantian kepemimpinan itu tidak sekadar menjadi seremoni. Bagi Smadatara, momen tersebut menjadi pijakan untuk melanjutkan penguatan sistem pendidikan terintegrasi yang memadukan akademik, kepemimpinan, kedisiplinan, dan pembentukan karakter.
Dispendik Minta Kepala Baru Langsung Tancap Gas
Kepala Dispendik Jawa Timur Aries Agung Paewai menegaskan, sekolah berasrama seperti Smadatara memiliki tanggung jawab lebih besar dibanding sekadar mengejar capaian akademik.
Sekolah harus mampu menjadi rumah kedua bagi siswa. Lingkungan pendidikan dituntut aman, nyaman, sehat, sekaligus membuat siswa dapat berkembang secara optimal.
“Murid harus merasa dilindungi, dibimbing, dan dipersiapkan menjadi pribadi yang mandiri,” tegas Aries.
Karena itu, Aries meminta Elis segera beradaptasi dengan tugas barunya. Penyesuaian tersebut dinilai penting agar prestasi dan kedisiplinan yang selama ini menjadi kekuatan Smadatara dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan.
“Agar segera melakukan penyesuaian terkait tugasnya sebagai kepala sekolah supaya beriringan dengan prestasi siswa di sini (Smadatara),” terangnya.
Aries juga memberikan apresiasi terhadap kinerja I Ketut Renen selama memimpin Smadatara dalam masa transisi.
Menurut dia, Renen mampu menjaga tren positif sekolah setelah kepemimpinan sebelumnya yang diemban H Mujib SPd MM.
“Rapornya sangat bagus, beliau sukses membawa tren positif selama masa transisi,” kata Aries.
Gedung Widyaloka Jadi Penanda Perubahan
Aries menyebut inovasi di Smadatara terus terlihat setiap kali dirinya melakukan kunjungan kerja.
Tidak hanya program pendidikan, pengembangan fasilitas sekolah juga berjalan. Salah satunya ditandai dengan peresmian Gedung Widyaloka yang dilakukan bersamaan dengan prosesi serah terima jabatan.
Gedung tersebut diproyeksikan menjadi salah satu pusat pembelajaran modern bagi taruna-taruni Smadatara.
Keberadaan fasilitas baru itu diharapkan mendukung proses pembelajaran sekaligus memperkuat ekosistem pendidikan berasrama yang diterapkan Smadatara.
Renen Tinggalkan Program Bimbingan hingga Jam Istirahat Siang
Sementara itu, I Ketut Renen menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya selama menjalankan amanah sebagai Plt Kepala Smadatara.
Selama masa kepemimpinannya, sejumlah program bimbingan dilakukan untuk mendukung peningkatan prestasi siswa.
Salah satu kebijakan yang cukup unik adalah penerapan jam tidur siang bagi taruna.
Menurut Renen, kebijakan tersebut bukan sekadar memberikan waktu istirahat. Padatnya aktivitas siswa di sekolah berasrama membuat mereka membutuhkan waktu untuk memulihkan kondisi fisik dan konsentrasi.
“Jam istirahat siang ini sengaja kami berikan untuk mengembalikan fokus belajar siswa. Mengingat aktivitas mereka di sekolah berasrama ini sangat padat,” urai Renen.
Program tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga keseimbangan antara kedisiplinan, aktivitas pembinaan, dan kebutuhan istirahat siswa.
Elis Santi Bidik Lulusan Tanpa Gap Year
Kini tantangan tersebut berada di tangan Elis Santi.
Kepala Smadatara yang baru itu menyatakan siap melanjutkan sekaligus meningkatkan capaian yang telah dibangun sebelumnya.
Salah satu fokus utamanya adalah memastikan siswa kelas XII mendapatkan pendampingan maksimal dalam menentukan dan mengejar pendidikan lanjutan.
Elis mengaku telah menerima tugas khusus dari Kepala Dispendik Jatim untuk mengawal para siswa menuju instansi atau perguruan tinggi yang menjadi tujuan mereka.
“Kami berkomitmen penuh untuk mendampingi dan mengawal anak-anak ke instansi atau perguruan tinggi (PT) tujuan mereka. Target kami, tidak ada siswa yang sampai gap year hanya karena kesulitan mencari instansi jujugan,” tegas Elis optimistis.
Fokus tersebut menjadi tantangan penting bagi kepemimpinan baru Smadatara. Selain mempertahankan prestasi akademik dan kedisiplinan, sekolah dituntut mampu memastikan lulusan memiliki kesiapan melanjutkan pendidikan sesuai potensi dan cita-cita masing-masing.
Dengan estafet kepemimpinan yang kini berpindah dari Renen kepada Elis, Smadatara memasuki fase baru. Fondasi program dan budaya sekolah yang telah dibangun akan menjadi pijakan untuk mengejar target berikutnya: lulusan yang tidak hanya berkarakter dan disiplin, tetapi juga berhasil menembus perguruan tinggi maupun sekolah kedinasan yang diimpikan. (sas/sgt)
Editor : Ali Sodiqin