32 Pramuka Banyuwangi Berangkat Jamnas, Bupati Ipuk Titip Pesan Penting

Ali Sodiqin • Dipublikasikan Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:01 WIB
32 Pramuka Penggalang Banyuwangi dilepas Bupati Ipuk menuju Jamnas. Mereka diminta menjaga nama daerah sekaligus mengenalkan budaya dan wisata. (banyuwangikab.go.id)
32 Pramuka Penggalang Banyuwangi dilepas Bupati Ipuk menuju Jamnas. Mereka diminta menjaga nama daerah sekaligus mengenalkan budaya dan wisata. (banyuwangikab.go.id)

RADAR BANYUWANGI – Membawa nama daerah ke panggung nasional bukan sekadar soal mengenakan seragam Pramuka dan mengikuti rangkaian kegiatan jambore. Sebanyak 32 Pramuka Penggalang dari sejumlah SMP di Banyuwangi mendapat tugas lebih besar: menjadi wajah Bumi Blambangan di Jambore Nasional (Jamnas) ke-12.

Puluhan pelajar tersebut dilepas Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani dari Pendopo Sabha Swagata Blambangan, Senin (10/8/2026). Mereka dijadwalkan mengikuti Jamnas di Bumi Perkemahan Cibubur, Jawa Barat.

Dalam kesempatan tersebut, Ipuk meminta seluruh peserta menjaga perilaku sekaligus membawa karakter positif selama berada di ajang yang mempertemukan Pramuka Penggalang dari berbagai daerah di Indonesia.

“Kalian adalah yang terbaik yang telah terpilih, maka jaga nama baik Banyuwangi dengan menjaga perilaku dan menunjukkan karakter positif. Jadilah Pramuka yang santun, disiplin, mandiri, kreatif, tangguh, dan mampu bekerja sama,” kata Ipuk.

Pesan itu bukan tanpa alasan. Sebagai peserta terpilih, 32 Pramuka Banyuwangi tidak hanya membawa identitas pribadi dan sekolah. Mereka juga membawa nama Banyuwangi di tengah pertemuan Pramuka berskala nasional.

Bukan Hanya Ikut Jambore, Jadi Duta Banyuwangi

Ipuk juga meminta para peserta memanfaatkan momentum Jamnas untuk memperkenalkan berbagai potensi Banyuwangi kepada peserta dari daerah lain.

Budaya, pariwisata, kesenian, hingga kuliner lokal menjadi bagian yang diharapkan ikut diperkenalkan para Pramuka muda tersebut.

“Ceritakan tentang Ijen, wisata Banyuwangi, budaya Using, Banyuwangi Festival, dan semangat masyarakat Banyuwangi yang terus bergerak menjaga lingkungan, mengembangkan kreativitas, dan membangun daerah,” ujar Ipuk.

Dengan demikian, keberangkatan ke Jamnas tidak hanya dipandang sebagai kegiatan kepramukaan. Para peserta juga diharapkan mampu menjadi duta daerah yang membawa cerita tentang Banyuwangi ke ruang perjumpaan nasional.

Ipuk meminta peserta mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan disiplin dan sportivitas. Kekompakan antarpeserta juga menjadi perhatian, mengingat mereka akan menjalani berbagai aktivitas selama jambore.

“Karena itu, berangkatlah dengan semangat, ikuti seluruh kegiatan dengan disiplin dan sportivitas, dan tunjukkan kemampuan terbaik kalian. Jaga diri, jaga kekompakan, jaga nama baik Banyuwangi, dan tunjukkan bahwa kalian adalah generasi emas Indonesia,” pesannya.

16 Putra dan 16 Putri

Wakil Bupati Banyuwangi sekaligus Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Banyuwangi Mujiono menjelaskan, kontingen Banyuwangi terdiri atas 32 peserta.

Komposisinya berimbang, yakni 16 Pramuka Penggalang putra dan 16 Penggalang putri. Mereka berasal dari sejumlah SMP di Kabupaten Banyuwangi.

“Para peserta telah melalui hasil seleksi ketat dan telah menjalani pembekalan intens baik fisik, mental, kepramukaan hingga seni budaya,” kata Mujiono.

Seleksi dan pembekalan tersebut menjadi bagian dari persiapan kontingen sebelum bertemu dengan peserta dari berbagai wilayah Indonesia.

Tidak hanya kemampuan kepramukaan, kesiapan fisik, mental, serta penguasaan seni dan budaya juga menjadi bekal yang dipersiapkan.

Empat Pendamping dan Dua Pembina Kontingen

Selama mengikuti Jamnas, para peserta Banyuwangi tidak dilepas begitu saja. Mereka akan mendapat pendampingan dari empat orang pendamping dan dua pembina kontingen.

“Selama menjalani jambore nasional mereka didampingi oleh empat orang pendamping dan dua pembina kontingen,” pungkas Mujiono.

Ipuk pun secara khusus menyampaikan apresiasi kepada para pembina dan pendamping yang telah mempersiapkan sekaligus mendampingi peserta.

Ia meminta seluruh pendamping memastikan kesehatan, keselamatan, kekompakan, dan semangat para peserta tetap terjaga selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.

“Kepada para pembina dan pendamping, saya menyampaikan terima kasih atas dedikasi dan ketulusan dalam membimbing anak-anak kita. Mohon terus dijaga kesehatan, keselamatan, kekompakan, dan semangat mereka selama mengikuti seluruh rangkaian Jamnas,” pinta Ipuk.

Bagi 32 Pramuka Penggalang Banyuwangi, Jamnas menjadi ruang untuk mengasah kemandirian sekaligus memperluas pengalaman. Namun, ada misi lain yang tak kalah penting: memastikan nama Banyuwangi dikenal bukan hanya karena destinasi wisatanya, tetapi juga melalui karakter generasi mudanya. (*)

Editor : Ali Sodiqin
Sumber : banyuwangikab.go.id
Pramuka Banyuwangi Jamnas 2026 Pramuka Penggalang Jamnas Cibubur bupati ipuk