Gerhana Matahari Total 12 Agustus 2026 Tak Terlihat dari Indonesia, Termasuk Banyuwangi

M Humam Naufal • Dipublikasikan Selasa, 11 Agustus 2026 | 13:42 WIB
Gerhana Matahari Total 12 Agustus 2026 tidak dapat disaksikan dari Indonesia, termasuk Banyuwangi. (Pexels/Eclipse Chaser)
Gerhana Matahari Total 12 Agustus 2026 tidak dapat disaksikan dari Indonesia, termasuk Banyuwangi. (Pexels/Eclipse Chaser)

RADAR BANYUWANGI - Gerhana Matahari Total akan berlangsung pada Rabu (12/8).

Namun, masyarakat Indonesia, termasuk warga Banyuwangi, tidak dapat menyaksikan fenomena astronomi tersebut secara langsung.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan jalur lintasan Gerhana Matahari Total itu tidak melewati wilayah Indonesia.

Selain itu, gerhana berlangsung ketika wilayah Indonesia berada dalam kondisi malam hari.

Kepastian tersebut disampaikan BMKG melalui informasi resmi yang diterbitkan pada Sabtu (8/8).

Dengan kondisi tersebut, masyarakat di Tanah Air tidak perlu menantikan kemunculan gerhana Matahari total di langit pada 12 Agustus.

Gerhana Matahari total terjadi ketika Bulan berada di antara Matahari dan Bumi.

Posisi tersebut membuat cahaya Matahari terhalang oleh Bulan dan menghasilkan bayangan pada sebagian permukaan Bumi.

Wilayah yang berada di jalur totalitas dapat mengalami kondisi ketika piringan Matahari tertutup sepenuhnya oleh Bulan untuk sementara waktu.

Namun, fenomena tersebut hanya dapat disaksikan dari wilayah yang berada pada jalur bayangan Bulan.

Itulah sebabnya sebuah gerhana Matahari total tidak dapat dilihat dari seluruh wilayah di dunia.

Lokasi pengamatan bergantung pada lintasan bayangan Bulan dan waktu terjadinya gerhana.

Bagi warga Banyuwangi yang penasaran apakah fenomena tersebut dapat terlihat dari wilayahnya, jawabannya juga tidak.

Banyuwangi merupakan bagian dari wilayah Indonesia yang tidak dilintasi jalur Gerhana Matahari Total tersebut.

Faktor waktu turut membuat fenomena ini tidak dapat diamati dari Indonesia.

Saat gerhana berlangsung, wilayah Indonesia berada pada malam hari sehingga tidak memungkinkan masyarakat melakukan pengamatan langsung terhadap proses gerhana.

Meski tidak dapat dilihat dari Indonesia, fenomena Gerhana Matahari Total 12 Agustus 2026 tetap menjadi peristiwa astronomi yang menarik untuk diikuti.

Informasi mengenai jalur, waktu, dan wilayah pengamatan penting diketahui agar masyarakat tidak keliru mengira fenomena tersebut dapat disaksikan dari seluruh wilayah.

BMKG menyediakan informasi mengenai berbagai fenomena gerhana dan peristiwa astronomi melalui laman Hilal dan Gerhana.

Masyarakat dapat memanfaatkan informasi resmi tersebut untuk mengetahui fenomena astronomi yang dapat diamati dari wilayah tertentu.

Untuk pengamatan fenomena Matahari pada kesempatan lain, masyarakat juga perlu memperhatikan aspek keselamatan.

Melihat Matahari secara langsung tanpa perlindungan mata yang sesuai dapat membahayakan penglihatan.

Dengan demikian, warga Banyuwangi maupun masyarakat di berbagai daerah di Indonesia tidak akan melihat gerhana Matahari total pada 12 Agustus 2026.

Bukan karena fenomena tidak terjadi, melainkan karena jalur gerhana tidak melewati Indonesia dan waktunya berlangsung saat wilayah Tanah Air berada dalam malam hari.

Editor : Lugas Rumpakaadi
fenomena astronomi gerhana 12 Agustus 2026 gerhana matahari total bmkg banyuwangi