RADAR BANYUWANGI – Bagi sebagian anak, tas baru, kamus, dan perlengkapan sekolah mungkin terlihat sederhana. Namun bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, bantuan tersebut bisa menjadi penyemangat untuk terus belajar dan menatap masa depan.
Semangat itulah yang dibawa PT Indokosmetika Global bersama Komunitas Perlindungan Perempuan dan Anak (Kompak) dalam kegiatan sosial di kawasan Kertosari, Banyuwangi, Senin (10/8).
Dengan menggandeng Kantor Hukum VP & Partner, mereka membagikan bantuan perlengkapan sekolah kepada anak-anak dari keluarga kurang mampu. Bantuan tersebut berupa tas sekolah, kamus, serta sejumlah perlengkapan penunjang pendidikan lainnya.
Kegiatan tersebut digelar di kawasan Pantai Savana, Kertosari. Pemilihan lokasi bukan tanpa alasan. Di kawasan tersebut terdapat sekolah alam yang diinisiasi Budi Kartiyoko dan menjadi wadah belajar gratis bagi anak-anak di wilayah terpencil.
Menjaga Hak Anak Mendapat Pendidikan
Ketua Kompak Veri Kurniawan mengatakan, kegiatan berbagi tersebut merupakan agenda lanjutan yang rutin dilakukan komunitasnya. Sasaran kegiatan diarahkan kepada masyarakat yang membutuhkan bantuan.
“Kegiatan kali ini merupakan kegiatan lanjutan seperti bulan-bulan sebelumnya, yakni hadir di tengah masyarakat dengan berbagi,” katanya.
Menurut Veri, keberadaan sekolah alam di kawasan tersebut menjadi salah satu pertimbangan utama dalam penyaluran bantuan pendidikan.
Sekolah yang diinisiasi Budi Kartiyoko tersebut memberikan kesempatan kepada anak-anak di wilayah terpencil untuk mendapatkan pendidikan secara gratis.
“Kenapa kita pilih tempat ini, karena di sini juga ada sekolah alam yang diinisiasi Bung Budi Kartiyoko. Tujuannya mulia, yakni memberikan ilmunya secara gratis bagi anak-anak di tempat terpencil,” jelasnya.
Bagi Kompak, pendidikan merupakan salah satu bagian penting dari pemenuhan hak anak. Karena itu, keterlibatan komunitas tidak berhenti pada kegiatan berbagi, tetapi juga diarahkan untuk memastikan anak-anak tetap memperoleh haknya.
“Kami dari Kompak tetap berkomitmen dan konsisten hadir dalam hal kepentingan anak. Program kita kali ini adalah pendidikan, sehingga kami melibatkan diri untuk hadir di tengah masyarakat, terutama dalam hal kepentingan anak, seperti sekolah dan hak-hak anak yang memang harus diterima dan dilindungi negara berdasar Undang-Undang,” tegas Veri.
Selaras dengan Program Pemkab Banyuwangi
Veri mengatakan, kegiatan tersebut juga sejalan dengan upaya Pemkab Banyuwangi dalam memastikan anak-anak tidak kehilangan kesempatan memperoleh pendidikan.
“Salah satunya memastikan tidak ada anak yang terkendala mengenyam pendidikan hingga harus putus sekolah,” sebutnya.
Kolaborasi antara komunitas, dunia usaha, dan lembaga profesi hukum dinilai menjadi kekuatan penting untuk memperluas manfaat program sosial, terutama bagi kelompok masyarakat yang membutuhkan.
Perwakilan Kantor Hukum VP & Partner Saleh Picky Asyhari menilai kepedulian terhadap pendidikan anak perlu dilakukan secara konsisten dan melibatkan banyak pihak.
Menurut dia, bantuan yang diberikan memang terlihat sederhana. Namun, bagi anak penerima manfaat, perhatian tersebut dapat menjadi dorongan agar mereka tetap bersemangat menjalani pendidikan.
Karena itu, kolaborasi serupa dinilai perlu terus dijaga dan dikembangkan.
Perusahaan Ikut Ambil Peran
Dukungan juga datang dari PT Indokosmetika Global. Pimpinan Pabrik Maklon Kosmetik Legal Golongan A Banyuwangi PT Indokosmetika Global, Yudica Varalea Elvana, mengatakan perusahaan memiliki sejumlah program kemanusiaan yang menyasar langsung masyarakat.
Keterlibatan dalam kegiatan sosial di bidang pendidikan menjadi salah satu bentuk kontribusi perusahaan untuk membantu anak-anak dari keluarga kurang mampu agar tetap dapat bersekolah.
“Pabrik selama ini punya program-program kemanusiaan yang berdampak positif secara langsung untuk masyarakat. Termasuk memberi kontribusi positif untuk dunia pendidikan di Banyuwangi,” jelasnya.
Bantuan tersebut mungkin tidak menyelesaikan seluruh persoalan pendidikan yang dihadapi keluarga kurang mampu. Namun, kolaborasi kecil yang dilakukan secara konsisten diharapkan dapat menjadi bagian dari ikhtiar lebih besar untuk menjaga agar tidak ada anak yang kehilangan kesempatan belajar hanya karena keterbatasan ekonomi. (rio/sgt)
Editor : Ali Sodiqin