RADAR BANYUWANGI – Prosesi wisuda bukan menjadi garis akhir bagi Universitas KH Mukhtar Syafaat (Uimsya) Blokagung Banyuwangi. Setelah mengukuhkan 326 lulusan sarjana dan magister, kampus berbasis pesantren tersebut langsung menatap target baru: membuka akses pendidikan hingga jenjang doktoral (S-3).
Wisuda ke-22 program sarjana (S-1) dan ke-3 program magister (S-2) itu digelar di area kampus yang terintegrasi dengan Pondok Pesantren Darussalam Blokagung, Desa Karangdoro, Kecamatan Tegalsari, Sabtu (9/8/2026).
Dari total 326 wisudawan, sebanyak 298 orang merupakan lulusan S-1, sedangkan 28 lainnya menyelesaikan program S-2.
Pada momentum yang sama, sebanyak 18 wisudawan dari Akademi Komunitas Darussalam (AKD) Blokagung turut merayakan kelulusan.
Namun, di balik suasana haru dan kebahagiaan para wisudawan, Uimsya justru sedang menyiapkan langkah yang lebih besar.
Lulus Bukan Berarti Berhenti Belajar
Rektor Uimsya Blokagung Dr KH Ahmad Munib Syafa’at Lc MEI mengingatkan para lulusan agar tidak menganggap wisuda sebagai akhir perjalanan akademik.
Menurut dia, gelar yang diperoleh justru harus menjadi bekal untuk kembali ke tengah masyarakat.
“Prinsip seorang alim itu tidak ada kata berhenti belajar. Di situasi apa pun, kapan pun, dan mengemban amanah sebagai apa pun kelak, jiwa pembelajar harus tetap dijaga,” tegas pria yang karib disapa Gus Munib tersebut.
Pesan itu menjadi relevan dengan karakter Uimsya yang mengusung integrasi ilmu umum dengan nilai-nilai pesantren.
Para alumni diharapkan tidak hanya mengejar karier profesional, tetapi juga mampu memberikan kontribusi melalui pendidikan, dakwah Islam, maupun berbagai bentuk pengabdian masyarakat.
“Pesan kami agar mahasiswa terus belajar dan bermanfaat bagi masyarakat,” tuturnya.
326 Lulusan Jadi Modal, S-3 Jadi Target Berikutnya
Setelah melepas ratusan wisudawan, Uimsya mulai mengarahkan perhatian pada pengembangan institusi.
Kampus yang mengusung tagline “Perguruan Tinggi Berbasis Pesantren” tersebut tengah mematangkan cetak biru pembukaan program doktoral.
Target tersebut menjadi bagian dari rencana pengembangan kampus ke depan, selain meningkatkan jumlah mahasiswa dan menambah program studi.
“Target ke depan kami adalah penambahan jumlah mahasiswanya, bertambah program studi (prodi)-nya, dan bisa membuka prodi doktoral,” kata Gus Munib.
Jika terealisasi, program S-3 tersebut akan menjadi jenjang pendidikan lanjutan bagi masyarakat, khususnya kalangan pesantren yang selama ini membutuhkan akses pendidikan doktoral.
Pangkas Jarak Kuliah S-3 ke Kota Besar
Rencana pembukaan program doktoral tidak muncul tanpa alasan.
Uimsya melihat adanya kebutuhan pendidikan tingkat lanjut dari masyarakat pesantren di Banyuwangi dan sekitarnya.
Selama ini, mereka yang ingin melanjutkan pendidikan hingga jenjang doktoral harus mencari kampus di luar daerah, termasuk kota-kota besar seperti Surabaya dan Jakarta.
Persoalan jarak menjadi tantangan tersendiri.
Bagi santri, ustad, maupun pengajar pesantren yang sudah memiliki tanggung jawab mengajar, perjalanan jauh untuk mengikuti pendidikan doktoral bukan perkara sederhana.
Mereka harus membagi waktu antara kewajiban mengajar, mengabdi di pesantren, dan menempuh pendidikan.
Karena itu, keberadaan program S-3 di Banyuwangi diharapkan dapat memperpendek jarak tersebut.
“Ini langkah awal, saat ini permintaan sudah sangat banyak (pembukaan prodi doktoral),” terang Gus Munib.
Pendidikan Tinggi Berbasis Pesantren Terus Diperkuat
Pengembangan jenjang pendidikan menjadi bagian dari upaya Uimsya memperkuat posisinya sebagai perguruan tinggi berbasis pesantren.
Konsep tersebut tidak hanya menempatkan pesantren sebagai lingkungan pendidikan, tetapi juga berupaya mengintegrasikan keilmuan akademik dengan nilai-nilai keislaman.
Karena itu, wisuda ratusan mahasiswa kali ini tidak hanya menjadi seremoni kelulusan.
Bagi Uimsya, momentum tersebut menjadi titik untuk mengevaluasi capaian sekaligus membuka jalan menuju jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
Sebanyak 326 lulusan S-1 dan S-2 kini bersiap kembali ke masyarakat dengan bekal akademik masing-masing.
Di saat yang sama, kampus mulai menyiapkan babak baru.
Jika rencana program doktoral terealisasi, masyarakat pesantren Banyuwangi tidak lagi harus selalu pergi jauh ke kota besar hanya untuk mengejar gelar S-3.
Uimsya Blokagung ingin menjadikan pendidikan tinggi semakin dekat dengan lingkungan pesantren—bukan hanya secara geografis, tetapi juga dalam nilai dan orientasi pengabdiannya. (sas/sgt)
Editor : Ali Sodiqin