RADAR BANYUWANGI - Transformasi digital di lingkungan Perkumpulan Gema Pendidikan Nasional (Perpenas) Banyuwangi mulai diarahkan lebih jauh.
Bukan hanya mendukung aktivitas belajar mengajar, pemanfaatan teknologi dan data juga disiapkan untuk mengawal proses pendidikan sejak penerimaan murid baru hingga evaluasi pembelajaran.
Ketua Perpenas Banyuwangi Yunita Illiana mengatakan, digitalisasi menjadi bagian dari strategi pengembangan pendidikan yang tengah diperkuat.
Menurut dia, teknologi harus digunakan untuk menghasilkan perubahan yang berdampak terhadap mutu pendidikan, bukan sebatas mengikuti perkembangan zaman.
Salah satu penerapannya dilakukan dalam proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB).
Perpenas akan memanfaatkan strategi pemasaran digital serta data hasil survei untuk mengenali profil dan motivasi calon murid.
Langkah tersebut diharapkan membuat sekolah memiliki gambaran lebih utuh mengenai calon peserta didik.
Dengan begitu, orientasi penerimaan murid tidak hanya diukur dari banyaknya pendaftar, tetapi juga dari kesesuaian karakter dan kebutuhan calon murid dengan layanan pendidikan yang tersedia.
“Pendekatan digital di Perpenas dari hulu hingga hilir, saat proses SPMB hingga kegiatan belajar mengajar. Strategi digital marketing dan data survei memastikan sekolah menjangkau calon murid dengan profil dan motivasi yang tepat, bukan sekadar mengejar kuantitas pendaftar,” ujar Yunita saat membuka rapat kerja di SMK 17 Agustus 1945 Genteng, Sabtu (9/8).
Digitalisasi kemudian dilanjutkan setelah peserta didik masuk sekolah.
Perpenas menyiapkan evaluasi terhadap guru secara berkala sebagai bagian dari upaya memastikan proses pembelajaran berlangsung terukur dan dapat dipertanggungjawabkan.
Evaluasi tersebut bukan semata untuk menilai kinerja.
Data yang dihasilkan dapat menjadi bahan untuk melihat bagian pembelajaran yang sudah berjalan baik serta menentukan aspek yang masih membutuhkan pembenahan.
Yunita menegaskan, pemanfaatan teknologi tidak boleh berhenti pada pekerjaan administratif.
Data yang terkumpul harus dapat digunakan untuk mendukung pengambilan keputusan dan berujung pada peningkatan kualitas pembelajaran.
Penguatan mutu juga menyentuh pendidikan vokasi, khususnya jenjang sekolah menengah kejuruan (SMK).
Perpenas mendorong satuan pendidikan untuk memperluas kolaborasi dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI/IDUKA).
Kerja sama tersebut dinilai penting agar materi dan pengalaman belajar di SMK tetap selaras dengan kebutuhan dunia kerja.
Hubungan yang lebih erat dengan industri diharapkan membantu sekolah menyiapkan lulusan yang memiliki keterampilan sesuai perkembangan lapangan kerja.
“Kolaborasi eksternal di jenjang SMK berhubungan langsung dengan DUDI/IDUKA untuk mempersiapkan lulusan siap kerja,” jelas Yunita.
Bagi Perpenas, rangkaian langkah tersebut menjadi bagian dari pembenahan tata kelola pendidikan agar lebih adaptif terhadap perubahan.
Digitalisasi ditempatkan sebagai instrumen untuk memperkuat keputusan berbasis data, meningkatkan proses pembelajaran, sekaligus menghubungkan kebutuhan sekolah dengan masyarakat dan dunia kerja.
Editor : Lugas Rumpakaadi