Jangan Lagi Biarkan Charger Tetap Tercolok, Pakar Ungkap 5 Bahaya yang Mengintai di Rumah

Shinta Ayu Rahma Wardani • Dipublikasikan Jumat, 7 Agustus 2026 | 15:02 WIB
Jangan anggap sepele charger yang terus tercolok di stopkontak. (Shinta untuk Radar Banyuwangi)
Jangan anggap sepele charger yang terus tercolok di stopkontak. (Shinta untuk Radar Banyuwangi)

RADAR BANYUWANGI - Banyak orang terbiasa membiarkan charger ponsel tetap tercolok di stopkontak setelah selesai digunakan. Kebiasaan yang terlihat sepele ini ternyata menyimpan berbagai risiko yang sering tidak disadari, mulai dari korsleting listrik, kerusakan baterai, pemborosan energi, hingga ancaman saat terjadi sambaran petir.

Setidaknya ada lima bahaya yang mengintai apabila charger terus dibiarkan menancap di stopkontak meski tidak sedang mengisi daya. Selain meningkatkan risiko terhadap perangkat elektronik, kebiasaan tersebut juga berdampak pada lingkungan karena menyebabkan konsumsi listrik yang tidak diperlukan.

Fenomena ini dikenal sebagai Vampire Power atau Phantom Load, yaitu kondisi ketika adaptor tetap mengonsumsi listrik meski tidak sedang digunakan. Konsumsi dayanya memang relatif kecil, tetapi jika terjadi di jutaan rumah tangga secara bersamaan, pemborosan energi menjadi cukup besar.

Bahaya paling serius adalah potensi korsleting listrik. Charger yang terus terhubung ke aliran listrik mengalami pemanasan internal secara terus-menerus meski tidak sedang mengisi daya.

Seiring waktu, panas tersebut dapat mempercepat penurunan kualitas komponen elektronik dan lapisan isolator di dalam adaptor. Ketika terjadi lonjakan arus listrik (power surge), kondisi itu dapat memicu percikan api yang berisiko menyebabkan kerusakan perangkat bahkan kebakaran.

Tidak sedikit pengguna juga mendapati adaptor terasa hangat saat disentuh meski ponsel tidak sedang diisi daya. Kondisi ini menunjukkan bahwa komponen di dalam charger tetap bekerja selama masih terhubung ke sumber listrik.

Masih banyak masyarakat yang menganggap cukup mematikan tombol pada stopkontak ekstensi tanpa mencabut steker. Padahal, langkah tersebut belum sepenuhnya menghilangkan risiko.

Susilo, MT., CHRMA., dosen Program Studi Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Kristen Indonesia (UKI), mengingatkan agar seluruh perangkat listrik dicabut dari stopkontak saat tidak digunakan.

"Sebaiknya, peralatan listrik yang tercolok ke stopkontak dicabut semua walaupun di stopkontak ekstensi memiliki tombol switch, tapi petir gak peduli posisi on atau off ini."

Pernyataan yang dikutip dari Kompas.com itu menegaskan bahwa lonjakan tegangan akibat sambaran petir dapat melompati celah sakelar. Akibatnya, perangkat elektronik tetap berpotensi mengalami kerusakan bahkan memicu kebakaran apabila steker masih menempel pada stopkontak.

Charger yang terus bekerja dalam kondisi siaga akan mengalami penurunan kualitas lebih cepat dibanding adaptor yang hanya digunakan saat mengisi daya.

Ketika kualitas adaptor menurun, tegangan yang disalurkan menjadi kurang stabil. Dalam jangka panjang, kondisi tersebut dapat memengaruhi kesehatan baterai (battery health) ponsel maupun laptop sehingga kapasitasnya lebih cepat berkurang.

Akibatnya, baterai menjadi lebih mudah habis, waktu pengisian daya semakin lama, dan usia pakai perangkat ikut menurun.

Meski tidak sedang mengisi daya, adaptor yang masih terhubung ke stopkontak tetap menggunakan listrik dalam jumlah kecil. Fenomena ini dikenal sebagai Vampire Power atau Phantom Load.

Jika hanya satu charger, konsumsi listriknya memang tidak terlalu besar. Namun ketika jutaan rumah tangga melakukan kebiasaan yang sama setiap hari, akumulasi energi yang terbuang menjadi cukup signifikan dan berdampak pada peningkatan konsumsi listrik nasional.

Dampak lain yang sering luput dari perhatian adalah terhadap lingkungan.

Sebagian besar pembangkit listrik di Indonesia masih memanfaatkan batu bara sebagai sumber energi utama. Ketika listrik terus digunakan untuk perangkat yang sebenarnya tidak dipakai, pembangkit tetap harus memproduksi energi tambahan.

Artinya, kebiasaan kecil membiarkan charger tetap tercolok ikut berkontribusi terhadap peningkatan emisi karbon yang berkaitan dengan perubahan iklim.

Untuk mengurangi berbagai risiko tersebut, pengguna dapat menerapkan beberapa kebiasaan sederhana berikut.

Selain menghemat energi, langkah sederhana tersebut juga membantu memperpanjang usia perangkat elektronik sekaligus mengurangi risiko gangguan kelistrikan di rumah.

Editor : Lugas Rumpakaadi
bahaya charger tercolok